
akhirnya minto dan rombongannya pun sampai di sisi hutan.di sana ternyata rombongan kedua sudah sampai terlebih dahulu.melihat rombongan pertama mendekat rombongan kedua pun langsung berdiri untuk menyambut mereka.
"gimana kalian menemukan kosan itu".tanya salah seorang anggota
"iya kami telah menemukan kos itu.sekarang kita kita kembali ke markas dan laporkan pada ketua.namun aku minta kalian rahasiakan penyerangan tadi supaya kita semua tidak di marahi oleh ketua".ujar minto
mereka pun akhirnya kembali ke markas di tengah hutan karena hari semakin malam.
…………
setelah menempuh perjalanan yang melelahkan akhirnya mereka sampai di markas.namun ternyata semua nya sudah pada tidur,termasuk sang ketua.karena mereka juga mengantuk maka mereka pun ikut tertidur di sembarang tempat.
mereka tertidur dengan lelap seperti tidak terjadi sesuatu pada mereka.namun beda dengan ketua ia justru tidur dengan sangat tidak nyenyak,karena di akibatkan koin temuan Anggota nya yang bodoh itu.
ia terus memandangi koin itu dan ingin mencari titik terang dari pemilik koin tersebut.sungguh suatu hal yang rumit,baru kali ini ketua merasa gelisah hanya dengan sebuah koin yang tak bernilai sedikitpun.
"kok terawangan ku kepada anak itu terus.menang siapa dia rasanya tidak asing".ujar sang ketua sembari memperhatikan koin itu
………
pagi pun tiba,para anggota sekte itu langsung pulang ke desa masing-masing untuk menjalankan aktivitas nya seperti biasa.sementara itu tak seperti biasanya ketua bangun agak kesiangan.ia semalam tidak bisa tidur karena koin itu membuat dirinya jadi bangun kesiangan.
"waduh matahari sudah melotot nih kok gak ada yang bangunin saya". gumam ketua sembari mengucek mata
dia pun lantas keluar dan di sana dia melihat misto sedang berberes ruangan pemujaan.ia pun lantas menemui misto dan menanyakan soal kosan itu.
"misto gimana anak itu ada di kosan".tanya ketua
"saya tidak tau karena saya sedari malam di sini".sahut misto
"lha bukanya kamu yang pergi semalam".kata ketua heran
"bukan saya tuan.tadi malam yang pergi itu minto bukan saya".sahut misto
"oh sekarang dia dimana".tanya ketua
"dia lagi di toilet".sahut misto
"ya sudah nanti kamu dan minto ke ruangan saya ya.jangan lupa ajak Dodi juga kita berunding untuk mengambil kertas itu".titah ketua
tak lama berselang minto pun keluar dari kamar mandi.ia langsung menanyakan ketua pada misto yang sedang menyapu lantai.
"ketua dah bangun".tanya minto
"sudah dia juga nyariin kamu tadi".sahut misto masih dengan menyapu
"sekarang di mana aku mau laporan ini".tanya minto
"ada di ruangannya.tapi kamu panggil Dodi dulu dia juga di suruh menghadap ketua.katanya ada hal yang mau di bicarakan".sahut misto
minto pun segera menemui Dodi yang sedang asyik memberi makan ikan di kolam.
"dod sini cepetan ketua manggil kamu".teriak minto
"ok". sahut Dodi sembari melempar pakan ikan ke kolam
Dodi dan minto pun langsung pergi menghadap ketua.sesampainya di sana ternyata misto pun ternyata di panggil juga.nampaknya ketua sedang membicarakan sesuatu dengan misto.
__ADS_1
"permisi".kata minto
"ya masuk".sahut ketua
mereka pun masuk dan langsung di persilahkan duduk oleh ketua.
"minto gimana kamu menemukan kosan itu tidak".tanya ketua
"iya tuan kami menemukan kosan itu".sahut minto
"lalu anak itu ada di sana".tanya ketua lagi
"tidak ada kata penjaga kosan dia sedang pergi entah kemana".sahut minto
"oh begitu ya terus kamu buat keributan tidak di sana". tanya ketua
"tidak ketua karena sesuai instruksi yang di berikan ketua sebelumnya".sahut minto berbohong
"bagus.untuk nanti malam kita membawa lima puluh orang lagi ke kota.disana kita pura-pura untuk berjualan buah.sementara kamu misto dan Dodi pergi ke kosan untuk memantau anak itu.kabarkan lah pada kami jika anak itu telah pulang atau kalian menemui mereka di jalan".kata ketua memberi arahan
"terus jika aku dan rombongannya atau kamu minto dan rombonganmu menemui anak itu di jalan giring mereka di tempat sepi.lalu kita sergap dan kita minta kertas itu dari dia". lanjut ketua
"maaf ketua kalau cuma menghadapi satu anak ingusan kenapa kita harus membawa banyak orang".tanya misto
"heh jangan sembarangan.dia itu anak yang memiliki jalur keturunan pendekar jadi kita harus hati-hati.lagian yang kita hadapi bukan cuma seorang saja.dia mempunyai dua kakak yang sangat hebat".kata ketua menjelaskan
mereka pun lantas mengerti maksud dari ketua.setelah rapat selesai minto dan Dodi izin pulang ke rumah masing-masing.sementara misto ia kembali beberes markas karena dia yang bertugas untuk itu.
ketua pun masuk ke kamarnya setelah menyelesaikan rapat.ia masih tidak yakin dengan strategi nya itu.apa lagi dia lihat dari raut wajah Dodi dan minto seperti masih ragu dan ada sedikit ketakutan pada diri mereka berdua.
"sial jika semua ini tidak berhasil maka habislah aku".gumam ketua dengan cemas
"kosan di serang le".tanya Athan
"iya bang".sahut leo
"lospiker dong bang".pinta Jack
Leo pun mengeraskan folume hpnya,terdengar lah dengan jelas suara keponakan si mbok.
"terus penghuni kos gimana ada yang luka tidak".tanya Athan
"tidak kak mereka hanya sampai di gerbang saja".sahut ponakan si mbok
"terus kamu nya tidak apa-apa.dan si mbok di mana".tanya Jack
"si mbok lagi pergi ke rumah diki kak jadi dia gak tau kejadian ini".sahut nya
"oh syukurlah.ok besok kami pulang kamu terus jaga ya.kalau kamu butuh bantuan bilang aja ke pak RT minta dia membantu kamu.kalau tidak mau bilang sama dia loe yang menyuruh".kata leo
"siap kak.kalau begitu saya permisi mau shalat dulu.maaf mengganggu, assalamualaikum".kata ponakan si mbok
"waalikumsalam".jawab dari Leo dan semua yang ada di situ
Athan ,loe dan Jack merasa cemas dengan hal itu.di takutkan mereka akan kembali lagi dan menyerang saat mereka tertidur.
"le kita balik aja yuk.gua takut mereka nyerang lagi".ujar athan
__ADS_1
"gua setuju.loe di sini aja yang Jack , soalnya kondisi loe belum pulih".kata leo
"gak usah cu kalian nginap di sini saja.mereka tidak akan menyerang kosan kalian lagi".ujar eyang
"tapi eyang kalau mereka menyerang lagi gimana.saya khawatir soalnya di sana banyak anak yang di titipkan langsung oleh keluarganya kepada kami bertiga".kata leo
"sudah tidak usah nurut saja sama eyang".kata eyang menekan
merekapun akhirnya pasrah dengan keputusan eyang.walau mereka risau tapi mereka tetap menurut dengan eyang yang sudah mendidik mereka sejak kecil.
"eyang berarti kita tunda dulu ya pembukaan kertas itu.soalnya situasinya belum stabil".kata Athan
"iya cu tidak apa-apa".sahut eyang
mereka pun terdiam sejenak larut di pikiran masing-masing.melihat hal itu Ratih kemudian mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"emmm le kamu dulu kemana kok pergi gak pamit".tanya Ratih
"aku langsung ke Jepang karena ayah ku di sana ada proyek".sahut leo
"perasaan dari tadi Leo terus yang di tanya.gua gak nih".kode Athan
"yeh ngiri aja loe bang".timpal leo
"hah elu".sahut Athan
"laras mah cuma welcome sama bang leo doang dari dulu".kata Jack
"ihhhh apaan sih gak jelas".sahut Ratih
"gak jelas gimana.lha itu tangannya kok nempel lengket banget".kata Jack sembari menunjuk tangan Leo dan Ratih
mendengar itu Ratih langsung tersipu malu dan segera mengalihkan tangannya dari atas tangan leo.sebenarnya Leo sudah menyadari keberadaan tangan Ratih di atas tangannya.namun dia membiarkan supaya Ratih tidak merasa kecewa dengan nya.
"ya sudah sekarang sudah larut malam waktunya istirahat".ujar eyang
mereka pun lantas membereskan semua yang telah mereka pakai.sementara Ratih dia langsung membantu eyang pergi ke kamar.tapi kejadian tak terduga terjadi,saat Ratih melangkah ia justru tersandung kakinya sendiri membuat dia menabrak Leo yang sedang membawa Cakir kopi.
Leo dan Ratih pun terjatuh sementara gelasnya justru melayang menumpahkan sisa ampas yang ada di gelas.melihat hal itu leo lantas melindungi muka Ratih dengan jubahnya.sementara itu Ratih malah memeluk erat leo.
gelas pun jatuh tepat di kepala Ratih.namun dengan ketangkasan leo gelas itu pun mudah untuk di tangkap sehingga tidak jadi mengenai kepala Ratih.
semua yang ada di situ melongo melihat Ratih dan leo berpelukan dengan erat dan lama.kemudian Athan melempar Leo dengan ranting untuk menyadarkan nya.
"woy bukan mahram pelukan erat bener".kata Athan sembari melempar
Ratih yang tersadar pun langsung melepaskan pelukannya dari tubuh leo, kemudian mereka bangkit bersama.
"kamu gak apa-apa ras".tanya leo
"gak kok makasih ya".sahut Ratih
kemudian Ratih segera menggandeng tangan eyang nya dan langsung mengantarnya ke kamar.setelah itu Ratih langsung ke kamarnya dan memeluk guling.ia tidak menyangka bakal memeluk leo seerat itu.
ia terus terbayang dengan kejadian tadi yang membuatnya susah tidur.sementara itu leo setelah berberes ia langsung masuk ke kamarnya dan terus tidur.beda dengan Ratih yang terus memikirkan wajah Leo dan kejadian itu.
"apa mungkin aku suka sama leo ya".batin Ratih
__ADS_1
"tapi tak mungkin.dia kan anak orang berada.dia juga seorang anak yang kaya mana mau dia dengan aku".batinya lagi kecewa