
"aku merasa bahwa kematian kak lala bukan lah kematian secara alami".jelas Naura
"maksud kamu gimana sih,kita gak paham nih".tanya Tania
"kemarin setelah kita pulang dari kuburan,kalian melihat kalau aku bergelagat aneh kan".tanya balik Naura
"iya sih memang nya kenapa".sahut Tania
"setelah pemakaman itu selesai aku melihat ada sesosok berjubah hitam yang bersembunyi di balik rerimbunan bambu.sosok itu tampak mengawasi kita semua".terang Naura
"lha terus apa hubungannya sosok itu dengan aku dan tania".tanya mawar
"mungkin dia akan mengincar kalian berdua setelah ini.untuk itu kalian harus berhati-hati untuk beberapa bulan ini".jawab Naura
"maksud kamu aku dan mawar mau di bunuh gitu oleh sosok yang kamu sebutin".tanya Tania
"bukan itu.tapi suatu saat kalian akan tau tentang kematian kak lala.kemudian sosok itu akan memburu kalian dan kalian akan di jadikan tumbal juga".jelas Naura
"terus supaya kita aman dari sosok itu kita harus bagaimana".tanya mawar
"tenang sosok itu sekarang tidak ada di kampung kalian ia sedang pergi ke luar pulau,jadi kalian aman.namun beberapa bulan mendatang kalian akan mendapatkan petunjuk kematian itu.setelah itu kalian harus lebih ekstra hati-hati.karena sosok itu tidak mau dirinya di ketahui".jawab Naura panjang lebar
"Naura terus kita harus gimana untuk membantu Tania dan mawar".kali ini Asti yang berbicara
"tugas kita bukan di situ.kita akan membantu mereka untuk mengetahui dalang kematian kak lala".sahut Naura
"tapi beneran nih kita aman untuk beberapa saat ini".tanya mawar
"iya kalian aman cuma beberapa antek-antek sosok itu masih berkeliaran di sini jadi kalian harus hati-hati.jika ada yang memberi sesuatu dari orang yang bukan kalangan saudara atau keluarga kalian maka kalian terima.kemudian buang pemberian itu".jawab Naura
"lha kok ribet amat,kenapa gak di tolak aja kan sayang kalau di buang".protes Tania
"jangan karena jika kalian tolak pemberian itu maka kalian terkena dua petaka sekaligus.pertama kalian akan di curigai oleh orang itu.mereka curiga kalau kamu tau maksud dan tujuan orang itu pada kamu.mungkin saja mereka akan membunuh semua keluarga kamu.kedua mungkin pemberian itu akan di berikan pada saudaramu atau teman terdekatmu.itu sama saja kita membunuh orang lain tanpa menyentuh".jelas Naura
"oh gitu ya berarti sosok ini dan antek-anteknya seram juga ya".kata Asti
"memang oleh karena itu kita harus hati-hati".sahut Naura
tak sengaja Naura melihat ada sesuatu seperti bekas jerami terbakar yang berada di pundak mawar.ia kemudian mengambil benda itu dan ia lantas mengalami pusing berat yang membuat ketiga temanya panik dan segera menghubungi paramedis di kampus.
******
sementara di dalam goa Lawang tunggal.....
__ADS_1
Ki brengos masih saja setia menunggu kedatangan nyai Dewi lemut.namun ia tidak membaca mantra di karenakan ia sudah capek dan juga jengkel akibat nyai Dewi lemut tidak juga datang.
ia tiduran telentang sembari menaikan kaki kanan di atas kaki kirinya.karena bosan menunggu ia pun menyibukkan diri dengan ngupil sembari bersenandung.
"musuhku ada dua.yang satu para ulama mereka sakti mandraguna dan aku tak bisa apa-apa.yang satu teman lama namun dia mungkin sudah tiada".senandung Ki brengos
"emm gimana kabar Datuk hangtuang ya apa dia sudah mati.jika benar maka aku akan menghancurkan seluruh keturunannya.kwreba aku yakin Datuk hangtuang tidak akan mewariskan ilmunya pada keturunannya.namun jika ia mewariskan ilmunya mungkin saja keturunannya tidak akan bisa menyerap ilmu itu.di karenakan mereka lebih sibuk bermain game online daripada belajar ilmu turun-temurun".gumam Ki brengos sembari tersenyum licik tanda kemenangan
beberapa saat kemudian Ki brengos mendengar suara yang tidak asing lagi.suara itu seperti nyamuk yang sedang terbang di Sisi telinganya.namun Suara itu kian mendekat dan"wus".munculah sebuah asap kuning pekat lalu asap itu berubah menjadi sesosok wanita yang sedang meminum cairan merah dan berbau anyir.sosok itu adalah sosok nyai Dewi lemut yang di tunggu-tunggu oleh Ki brengos.
"salam sembah dari saya nyai". hormat Ki brengos para Dewi lemut
"aku terima sembah mu.ada gerangan apa kau datang kemari brengos".tanya Dewi lemut
"maaf ini ada beberapa klien yang ingin membuat pesugihan dan juga santet".kata Ki brengos sembari memberi kan pas foto 4x10 milik orang yang ingin melakukan ritual pada Dewi lemut.
"baik lah aku akan memeriksanya terlebih dahulu".ujar Dewi lemut pada Ki brengos kemudian dia menghilang di balik asap kuning pekat
"waduh pergi lagi aja tuh Dewi gak tau apa aku capek nunggunya".grutu Ki brengos
kemudian ia melanjutkan aktifitas mengupilnya kembali.setepah beberapa saat menunggu,Dewi lemut pun akhirnya datang kembali.kali ini dia datang di dampingi oleh dua asisten nya,Dewi ncit dan Dewi cucut.
"brengos ini semua konsekuensi dan tempat dimana mereka harus melakukan ritual dan bersemedi".kata Dewi lemut sembari menyuruh Dewi ncit dan Dewi cucut untuk memberikan berkas pesugihan dan ritual.
"kalian berdua sudah menghubungi para agen itu untuk membantu para manusia".tanya Dewi lemut pada Dewi ncit dan Dewi cucut
"sudah nyai.kami sudah menghubungi mereka,dan mereka siap untuk menjalankan titah nyai".jawab Dewi ncit
"Bagus lah jika begitu".puji Dewi lemut
"baik nyai saya pamit pulang dahulu untuk mengurus berkas ini".pamit Ki brengos
"baiklah,eh iya untuk berkas berwarna putih itu kau buang saja dan bilang kepada yang punya dia tidak bisa ikut pesugihan".kata Dewi lemut
"memang kenapa nyai kok tidak bisa". tanya Ki brengos
"dia memiliki anak yang sedang belajar di pesantren oleh karena itu pesugihan tidak bisa di laksanakan.sebab nanti kita rugi,dia enak justru kita para lelembut yang susah".jawab nyai lemut
"siap nyai akan saya laksanakan perintah nyai".sahut Ki brengos
kemudian ia bersujud kepada nyai Dewi lemut dan mengucapkan salam.
"sampurasun".salam Ki brengos
__ADS_1
"rampes".jawab yang hadir di situ
lalu Ki brengos pun hengkang dari goa itu untuk pulang ke rumah.tidak lupa dia juga mengisi bumbung bambu miliknya dengan air yang ada di goa itu untuk bekal perjalanannya.
Ki brengos pun lantas berjalan keluar dari goa.baru saja dia hendak melihat langit dari dalam goa nyai Dewi lemut kembali memanggil dirinya.
"brengos tunggu dulu ada yang mau aku sampaikan pada mu".kata Dewi lemut sembari melayang mendekati Ki brengos
"ada apa nyai memanggil hamba kembali".tanya Ki brengos
"aku hanya memberi peringatan pada mu.akan datang beberapa orang pada malam Jumat Kliwon di pertengahan purnama ke dua mereka akan berusaha menghabisi mu.berhati-hatilah karena mereka bukan tandingan mu".jelas Dewi lemut
"terus bagaimana solusi nyai untuk hal itu".tanya Ki brengos
"tenang brengos aku dan balatentara ku akan membantu mu menghadapi orang itu".sahut Dewi lemut
"baik nyai terimakasih atas informasinya.nanti hamba akan lebih berhati-hati kepada orang asing di sekitar hamba
"ya sudah pulang lah.klien mu banyak yang sudah menunggu mu".titah Dewi lemut
"baiklah nyai.hamba permisi.pareng".sahut Ki brengos
kemudian ia langsung pergi dari situ dan lenyap di rerimbunan pohon.sementara ketiga Dewi itu langsung menghilang masuk ke gua.
sepanjang perjalanan Ki brengos terus memikirkan perkataan nyai lemut.sampai ia terjatuh akibat tidak melihat jalan sekitar.
saat ia mengelus kepalanya yang sakit ia teringat akan pesan Datuk hangtuang.ia berpesan bahwa akan ada keturunannya yang menghabisi dirinya jika dia tidak mau bertaubat dari kedukunannya.
*****
kembali ke desa pasir keong......
Naura pun akhirnya siuman dari pingsannya.ia kemudian bertanya pada tiga temannya.
"ini aku dimana".tanya Naura
"kamu tadi pingsan jadi kita bawa ke ruang medis".jawab Tania
"ya udah minum dulu teh ini biar kamu seger".kata mawar sembari menyodorkan teh hangat
Naura pun meminum teh itu dan langsung duduk di brangker sembari memegang kepalanya yang masih nyut-nyutan.
"kalian harus hati-hati mulai saat ini karena mereka sedang bergerak untuk menghancurkan warga desa kalian.hanya kalian lah yang bisa menyelamatkan mereka semua".kata Naura sembari meringis menahan sakit
__ADS_1
sementara Tania dan mawar bertambah panik,karena mereka harus menanggung beban yang sungguh mereka tidak mampu.mereka takut tidak bisa menjaga warga desa terutama keluarga mereka yang sangat mereka sayangi.