
Sampai suatu ketika, Aldi memanggil Darma,
" woy, kucaii, ayok kekantin,," teriak Aldi dari kejauhan.
Darma pun, beranjak dari kursinya dan berpamitan dengan mereka,,
dan saat Darma mau jalan.
" Awas, kamu kalo, macam macam, kamu mau ngrokok di kantin sama bejundal Aldi,kan,"
ucap Sintya yang menunjukan perhatiannya terhadap sahabatnya,,
" Tidak, Nona manis, aku tak akan terpengaruh dengan mereka," ucap Darma,berlasan.
" Ingat, Darma, bila kamu terus begitu, kita tak mau lagi menjadi sahabatmu."
ucap Ajeng,,
" Siap, Ajeng, aku tak akan terpengaruh, " jawab Darma dan meninggalkan mereka.
Darma bergegas menuju, tempat Aldi berada dan bersama sama menuju, Warkop disebrang jalan depan sekolahan, yang memang Mereka mau ngopi dan merokok disana.
Mereka sengaja , kesana dan tidak pergi kekantin, agar tak ketahuan guru juga kelima sahabatnya,
karena memang Sekolah sudah Usai, jadi membuatnya , dapat keluar sekolahan,
dan nongkrong di warkop itu, sembari
menunggu Bu pandu yang sedang Rapat , juga, kebiasaan Darma dan mereka,
saat sepulang sekolah tak bergegas pulang namun malah nongkrong dulu..
Darma , Aldi dan Angga, ngopi dan ngrokok di salah satu sudut, warkop memungkinkan, tak adanya yang dapat mengetahui keberadaan mereka.
Memang sebenarnya Darma bisa dibilang Anak nakal, namun ia bisa menempatkan diri kapan waktunya Kumpul dan kapan waktunya belajar,,
Darma pun, walau tak sering belajar namun,dengan kegemarannya membaca dan menganalisa sesuatu hal,
jadi perlahan lahan tanpa ia sadari, dengan kegemarannya,itu membuatnya jenius dan bewawasan tinggi,
hingga ia pun mampu menjabarkan isi dari sebuah buku,hanya dengan membaca sub judul dan judul per bab saja.
juga didukung dengan kelebihan daya ingatnya. Membuatnya mampu memahami setiap pelajaran sekolah dengan mudah.
Darma dan Aldi juga Angga, yang sudah nongkrong di warkop tak melihat Mereka Ajeng ,Ferik, Rana, Rani dan Sintya tak keluar dari sekolah, muncul pertanyaan
" mengapa mereka tak pulang pulang, atau ada intruksi lanjutan," ,batin Darma,
kemudian Darma berpamitan pada Aldi dan Angga meninggalkan mereka sebentar,, dan bergegas kembali kesekolahannya, yang juga tasnya masih dikelas.
sesampai disekolahan Darma melihat teman temanya yang sedang di depan kantor Guru,
" Oh , ini anaknya," ucap kelima sahabatnya,
Mereka mengatakan bahwa telah mencarinya di kantin ditoilet dan dikelas , dan hanya menemukan tasnya saja,
__ADS_1
juga mengatakan bahwa, lomba di ajukan besok pagi, karena di hari Rabunya semua wajib mengikuti upacara peringatan hari pendidikan nasional,
Dan mereka suruh tunggu disini ,
Bu Pandu dan guru lainnya sedang mencarikan sampel Seragam baru,
yang mana seragam ini masih tahap perancangan, dan akan di rilis untuk siswa pada tahun ajaran baru tahun depan. Namun agar terlihat beda juga sebagai karakter sekolahnya, dalam perlombaan besok di minta memakai seragam baru ini, yang sudah disiapkan untuk mereka.
Seragam tersebut , tak jauh beda dengan seragam SMA pada umumnya hanya ada tambahan Jas dan dasi saja,
Karena di dalam kantor , sebagian guru masih rapat, untuk mengadakan ulangan semesteran untuk kelas 10 dan 11,, minggu besok,
dan Bu Pandu menyuruh mereka menunggu disini, dan setelah beberapa lama menunggu, Bu Pandu keluar dengan membawa kardus berisi seragam,
dan menyodorkan satu satu jas dan dasi guna di jajal mereka, yang sudah terbordir nama masing.
" Seragam barunya ini dipakai besok , untuk lomba,,
dan silahkan coba di pakai jas dan dasinya." ucap Bu Pandu.
Dan mereka satu persatu sibuk memakai jas dan dasinya masing masing sambil berkaca di jendela ruang kantor, dan berfoto selfie.
Ketika Darma , dalam berdasinya kurang Rapi, karena memang Darma tak begitu bisa, memakai Dasi, kemudian Bu Pandu yang melihat Darma tidak bisa memakai dasi, Bu Pandupun membatunya, memakaikan Dasi tersebut, dan berkata,
" anak laki tu harus rapi, supaya terlihat wibawa, dimata wanita, beginikan ganteng, coba pakai jasmu dan rapikan rambutmu." ucap Bu Pandu.
Ketika selesai memakai jas nya juga berdasi.
membuat kelima temannya yang berdominasi seorang wanita , terlihat terkesima melihat Darma yang memakai seragam baru itu, bak artis korea Sim jon kok,
" Woy, biasa aje ngliatinnye,
" hu hu hu hhu." jawab mereka berlima.
" Ya , sudah ambil baju seragamnya dan silahkan pulang,,"
ucap Bu Pandu.
" Bentar buk, Fotoin kami dong, " pinta Sintya.
Dan mereka berdiri berjajar dan berfoto dengan seragam barunya,
juga berfoto foto bergantian, sebelum mereka pulang,,
" Oh, iya Darma , Ibu mungkin agak lama tolong kamu susul Tika dahulu dan ajak kesini, dulu saja,! " perintah Bu Pandu dan berjalan kembali kekantor, lalu Darma hanya memganggukaan kepalanya seakan siap dengan perintah Bu Pandu.
" Udah, pada pulang dan jas nya dilepas, bau keringat kalian ," ucap Darma.
" huhuhu, " sahut mereka berlima.
" Oh, ya Tolong antarkan Pulang Ajeng, kan satu Arah ke sekolahan anak Bu Pandu,,aku buru buru, besok saja aku susul kamu Ya Jeng, ucap Sintya,kepada Darma dan Ajeng.
" Loh, apa gak disusul Iptu Krisna, ?" tanya Darma,
" Beliau lagi sakit," jawab Ajeng.
__ADS_1
" Yaudah yok," ajak Darma.
Merekapun berboncengan menuju rumah Ajeng,, diperjalanan pun mereka tak saling bicara, hanya Ajeng yang memegang erat tubuh Darma karena posisi duduknya yang miring, dan takut akan terjatuh.
sampai, dirumah Ajeng
merekapun biasa saja tak menggambarkan sesuatu tentang perasaannya masing masing.
Kemudian Darma segera melanjutkan ke sekolah Tika dan segera kembali kesekolahnya,untuk menyusul Bu Pandu.
Namun ketika Darma akan, melajukan motornya, dari balik pintu gerbang , Iptu Krisa memanggil Darma seakan menghentikannya.
Iptu Krisna berjalan, menghampiri Darma, namun Ajeng menghentikan laju Kakaknya itu takut, akan membuat ulah dan akan berbuat kasar kepada Darma.
" Sekali lagi, aku tekankan, jangan lagi mendekati Ajeng, atau kamu akan terima akibatnya, ini adalah terahir kaliku memperingatkanmu." ucap Iptu Krisna.
Ajeng pun menarik tubuh kakaknya , mengajaknya masuk, juga meminta Darma segera pergi. Atas tarikan Ajeng Iptu Darma kesal kepada Ajeng seolah memilih atau membela Darma, karena saat Ajeng menarik tubuh Iptu Krisna, dirinya juga sambil mengatai Iptu Krisna. Karena itulah Iptu Krisna kesal dan akan menampar Ajeng yang tak menuruti kata katanya.
Melihat Ajeng yang akan ditampar Iptu Krisna, Darma sigap menahan tangan Iptu Krisna.
" Tidak , dengan cara itu, aku akan menjauhi Ajeng , kalo memang harus, tapi aku tak dapat berdiam diri, apa bila melihat Ajeng disakiti siapapun." ucap Darma melepaskan tangan Iptu Krisna yang mau memukul Ajeng.
Ucapan Darma itu malah membuat Iptu Krisna semakin bringas, tangan Ajeng yang memegang baju Iptu Krisna , ditampik dengan kuat, sehingga membuat Ajeng seperti didorong dan membuatnta jatuh menatap pintu Gerbang. Ajeng pun kesakitan dan duduk di bawah pintu gerbang dan menangis.
Setelah menampik tangan Ajeng, Iptu Krisna memukul Darma. Darma tak dapat menghindari pukulan Iptu Krisna, tepat mengenai, pipi kirinya, karena saat itu Darma fokus pada keadaan Ajeng yang terdorong kePintu Gerbang.
Darma pun terpancing emosi, mdlihat Ajeng jatuh tersungkur. Walau itu adalah Kakanya sendiri Darma tak rela melihat Ajeng celaka.
Darmapun balik membalas pukulan Iptu Krisna , dengan sebuah pukulan tepat di pinggir leher Iptu Krisna hingga membuat Iptu Krisna terhatuh dan Pingsan seketika.
Melihat, Kakanya pingsan, akibat dipukul Darma, Ajeng segera memanggil Satpam dan pembantunya. Namun sebrlumnya meminta Darma untuk cepat meninggalkan rumahnya, juga menjelaskan bahwasanya dirinya tak apa apa.
Darma pun sedikit, gugup juga atas perintah Ajeng , dirinya segera melajukan motornya menuju sekolahan Tika.
Kemudian kembali kesekolahnya untuk menjemput Bu Pandu.
Karena mungkin menunggu Bu Pandu yang lama,
Darma pun kembali ke warkop tadi dan menunggu disana, namun sampai disana Aldi dan Angga sudah tdk ada , mungkin menunggu Darma yang lama, hingga mereka memuruskan untuk pulang duluan.
Dan seperti kebiasaannya, melepas baju seragamnya dan berganti kaos biasa.
nongkrong ngopi ngrokok, sambil membaca buku.
Dan tak menghiraukan kejadiannya yang telah memukul Iptu Krisna.
Berapa menit berlalu,
saat Darma asyik membaca buku, sambil memegang rokok di tangannya,
Darma dikagetkan ,
Bu Pandu dan Tika yang sudah, berada dihadapannya,
kemudian dengan gelagapan Darma mematikan rokoknya, dan memasukkan bukunya kedalam tasnya.
__ADS_1
" Gak sayang tah, uang di bakar mulu,," ucap Bu Pandu kemudian mengajaknya pulang.
sampai di rumah Bu Pandu,