
Sesampainya, dirumah,
Darma menceritakan pada ibunya tentang, Bu Pandu yang memberinya pekerjaan dan meminjami sebuah motor untuknya.
Juga memberikan uang 1juta,
kepada dirinya, sebagai Uang muka,dari gajinya.Kemudian memberikan uang 1 jutanya kepada Ibunya.
" Alhamdulilah, lee,, lha kowe opo ora njupok nggo jajanmu ngrokokmu," ucap Ibu nya.
" Tidak, buk aku wws ndwe aku mau juga dpat dari, Pak kepala sekolah disangoni 500rb, Dp ikut lomba," jawab Darma
" Alhamdulilah, rejekimu le,," jawab Ibunya.
" Eh, nak wes dipasrahi, ya di jaga yang baik, dan kalo bekerja juga yang bener, mumpong ada kesempatan.
Hasilnya di tabung, untukmu kuliah, kalo pengen Kuliah, bapak karo ibuk wes ora ndwe duit, buat biaya kuliah,mu!! " kata Bapak Darma.
" Iya , pak,, tapi nak kurang tambahi,lhoo. " ucap Darma.
" Tambahi, dengkulmu, ammbles,
mulakne gak usah melu melu mabok wae." ucap Bapak Darma marah.
karena melihat Darma pulang yang sedang mabuk.
" Iya ya pak," jawab Darma.
" Yowes motore Gurumu di masukne omah! " perintah Bapak Darma.
kemudian Darma, yang sedikit mabok, berniat untuk tidur namun, malah sampai tengah malam dirinnya tak bisa tidur,,
Darma, yang sedikit mabuk,
tak sadar mulai terlelap dalam tidurnya.
dan membuatnya bangun kesiangan.
tiba tiba darma terbangun karena kaget dengan suara telpon,,
yang ternyata telpon dari bu pandu, darmapun segera mengangkatnya,,
" Kenapa, belum jemput Ibu,, kita kan harus ke sekolah, ini sudah jam berapa? " ucap Bu Pandu dibalik telpon.
" Astaga Bu, aku kesiangan Bu maaf, segera otewe Buk, bentar."
kata Darma dan menutup telponnya.
Darma pun segera,, mandi dan berangkat.
" Buk kok gak bangunin aku lhoo," ucap Darma.
" Lha pikirnya minggu, kan yo ora sekolah,too. " ucap Ibunya.
" Ada acara di sekolah,, kata darma dan segera melajukan motornya menjemput." Bu Pandu.
Sampai di rumah bu pandu,,
bu pandu dan tika yang sudah bersiap dari tadi segera membonceng Darma dan menuju sekolahnya,,
Acara sederhana, untuk doa bersama sudah dipersiapkan,, oleh guru guru juga beberapa siswa juga, pihak organizer yang disewa pihak sekolah..
Karena memang masih pagi, karena jadwal acara doa bersama akan dilangsungkan kira kira satu jam lagi,,
Darma pun memutuskan untuk menemui Sensei Taekwondonya, yang sedang menyiapkan latihan dibantu teman teman selatingnya.
" Apa kamu gak ikut, Doa bersama." tanya Sensei.
" Nanti sei, oh iya, atur sparing sei,
__ADS_1
aku dengan Aldi, aku ingin mengendorkan ototku,dan juga aku akan beri pelajaran pada Aldi karena telah mempermalukanku." ucap Darma.
" Oh, iya, Aldi kemaren juga, latihan, denga giat, katanya ingin mengalahkanmu, juga kamu katanya menantangnya." ucap Sensei.
" Baiklah, sei, aku ikut Doa bersama dulu ya. " ucap Darma meninggalkan Sensei juga teman temannya yang bersiap untuk latihan.
Saat berjalan, menuju Aula yang memang Acara akan segera dimulai,, Sintya dari belakang menepuk pundak Darma mengagetkan dirinya, dan langsung menghujani dengan pertanyaan,,
" 45 x 74 \= ?" ucap Sintya.
" 3330 " jawab Darma reflek,,
" Oh, berarti kamu sadar dan tidak sedang mabok. "ucap Sintya.
" Ahh, reseh luu. " ucap Darma dan langsung merangkul sintya dan berjalan bersama menuju aula.
merekapun terlihat begitu akrab, rangkulan dari Darma, tak membuat Sintya malu atau risih karena ini sebagai tanda persahabatan, mereka. disela sela jalan mereka, sintya, mencandai dengan, mengapa Anak laki suka mabok, yaa,,
dan Darma pun langsung menekan rangkulannya seakan menyekik, Sintya
dan berkata, Diam, tak usah, bahas itu,,
seketika Sintya berontak,
" ***** sakit, tauuuk,." dan mencoba memukul Darma namun , tak kena, karena Darma menghindar dan lari, kemudian Sintya mengejarnya,
dan saat darma dan Sintya terlibat aksi kejar kejaran, Darma yang berlari menuju Aula, dan tak sadar mau menabrak bu pandu, namun Darma menghindar agar tak menabrak Bu Pandu ahirnya , Darma jatuh tersungkur, dilantai, aula
sehingga membuat derik tawa, dari semua orang di aula itu.
Darma yang tersungkur, dan kesakitan, dibantu bangun Bu Pandu dan Sintya.
" Bocah, pecicilan, gak hati hati, kalo nabrak Ibu tadi gimana??" ucap Bu Pandu.
" Mabok ki Paleng, Bu, " ucap Sintya.
segera begabung dengan temanmu, acara akan dimulai.
Darma berjalan , digandeng sintya menuju tempat duduknya yang sudah disediakan untuk mereka,
Darma sedikit agak malu, saat aksi konyolnya hingga jadi bahan tawaan semua orang.
Acara Doa bersama, pun dimulai, dan semua mengikuti dan berdoa bersama dengan hikmat,
saat Pak Junaidi membacakan Doa, dan menyebut Nama ke 6 peserta lomba, dan saat Nama Darma yang disebut diawal,, membuat Darma terenyuh, seketika Darma meneteskan Air mata haru, dan seluruh tubuhnya seakan begetar, seakan dirinya seperti di ruqyah,
keadaan itu memmbuat Sintya dan Ajeng yang duduk disebelah kanan dan kiri, Darma, bingung, saat melihat Darma sesenggukan dan menangis,,
Ajeng dan Sintya kemudian menenangkannya.
Dan yang lain tak menyadari itu, karena hikmatnya mereka, dalam melantunkan Doa, bersama yang dipimpin pak junaidi,
Setelah, Selesai memimpin melantunkan Doa, Pak junaidi menyampaikan beberapa hal, dalam kultumnya,,
,
Setelah, Selesai memimpin melantunkan Doa, Pak junaidi menyampaikan beberapa hal, dalam kultumnya,,
الّلهُمَ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَاِلمًا عَامِلًا
“Allahummaj’alhu shohiihankaamilaawwa’aaqilaa haadziqowwa’aaliman’aamilan.”
Artinya :
“Ya Allah, jadikanlah ia, Darma Jaka Bangun, anak yang sehat dan sempurna, memilki akal cerdas, dan memiliki ilmu juga beramal. "
" Dengan doa ini, Anda dapat meminta kepada Allah anak yang diberi kecerdasan dalam berfikir dan berilmu sehingga dapat memudahkan untuk beramal di dunia nyata dan bermanfaat kepada masyarakat."
Itulah Doa, yang di Lantunkan oleh Pak Junaidi, hingga membuat Darma menangis tersedu sedu,, karena merasa terenyuh dalam hatinya.
__ADS_1
" Kamu baik baik sajakan Darma," tanya Ajeng.
" Iya, Apakah perlu kami, antarkan ke Uks, agar dapat beristirahat," tanya Sintya.
" Tidak aku tak apa apa kok, mari kita dengarkan Kultum pak Junaidi." jawab Jaka.
Dan setelah,, selesai dalam kultumnya, Pak Junaidi, memberi semangat Untuk mereka sebagai peserta lomba.
" Untuk kesuksesan Mereka
Darma, Ajeng, Sintya, Ferik, Rana dan Rani,"
" Mari kita , beri mereka Tepuk tangan yang meriah untuk mereka, Agar mereka bersemangat dan semoga meraih juara, Dalam Perlombaan LCC , besok.
tepuk tangan meriah untuk mereka ber 6." ucap Pak Junaidi.
Tepuk tangan dari semua yang hadir dalam acara doa bersama itu,
kemudian mereka berdiri bersamaan dan menghadap para hadirin, serta membungkukan badanya tanda menyapa mereka semua.
Mc, membacakan Acara selanjutnya adalah, Acara bebas dan silahkan menikmati hidangan yang sudah disediakan..
dan dilanjutkan, Untuk, siswa siswi yang ingin menujukan Aksi, dan kemampuannya,, bebas.
Dan disela sela menikmati hidangan,,
terlihat dari beberapa siswa menunjukan bakatnya, dengan bernyanyi dan memainkan Alat musik yang memang sudah tersedia,, di Aula ini.
dan membuat Acara ini semakin heboh,, dan meriah,, Para guru dan siswa , menunjukan Antusiasnya, dan menikmati Acara ini.
kemudian Bapak kepala sekolah, menyela di saat siswa siswa menunjukan bakatnya.
beliau menyampaikan, bahwa, senang dengan Adanya Acara ini, dan juga beliau bernazar Apabila Ke6 peserta lomba,
Darma Ajeng, Ferik, Sintya, Rana dan Rani, mampu meraih Juara untuk sekolah kita, maka akan membuat Acara yang lebih, dari ini.
" Semangat untuk mereka,"
dan terdengar sorakan, dari seluruh hadirin,,
" semangat Darma,semangat Ajeng,semangat Ferik,semngat Sintya,semangat Rana,semangat Rani."
teriakan dari semua yang hadir.
mereka berEnam pun memandang ke Arah Bapak kepala sekolah, dan menganggukan tubuh mereka, tanda penghormatan.
Dan mereka ber6 terlihat bersama Menikmati, hidangan, yang sudah disediakan, dan duduk di sudut Aula sambil berbincang bincang dengan Ibu dan Bapak guru.
" Bagaimana rencana kalian untuk menghadapi perlombaan besok." tanya Pak Dadang.
" Ya, mohon doa restu dari bapak ibu guru sekalian, demi , penyemangat kami , dalam melangsungkan perlombaan nanti.
juga mohon untuk Bapak Ibu sekalian berkenan membuatkan. Beberapa soal, sebagai sesi latihan terahir,kami, sebelum kami, berangkat lomba." ucap Ajeng.
" Baik, saya akan mencoba menyusun Beberapa soal dan dibantu guru guru lainnya, untuk sesi terahir latihan.
semangat." ucap Pak Dadang.
" Terus bagaimana dengan kamu Darma." tanya Bu Pandu.
" Darma nangis Bu, saat Pak Jun, mimpin Doa tadi." ucap Sintya.
" Benarkah Darma, masa petarung taekwondo kok cengeng,"
ucap Bu Pandu dan tertawa,dan diikuti tawa dari kawannya juga para Guru.
Darmapun tersipu malu,,sambil menggaruk garuk kepalanya.
Dan saat mereka asyik menertawakan Darma , tiba tiba terdengar suara panggilan untuk Darma dari MC.
__ADS_1