
Darma pun coba membaca sejenak informasi yang disusun oleh ketiga wartawan tsb.
kemudian Darma menjelaskan detail susunannya, juga memberikan kop judul untuk informasi itu dan menjadikan laporan tersebut sebuah Berita yang menarik untuk dibaca.
sesuai laporan yang mereka kumpulkan.
" Mengungkap Dugaan Konspirasi dalam Skandal Jiwasraya "
Mochamad Januar Rizki.Wartakota.tbk
Ada indikasi persengkongkolan dalam kasus ini. Investasi Jiwasraya justru ditempatkan pada saham-saham under perform dengan balutan reksadana.
Begini kira kira kak, mohon dicek dahulu, apakah ada yang kurang pas, atau dari kakak kakak yang ingin membubuhi sesuatu." ucap Darma
" Wow, amazing, ini , ini benar benar,
luar biasa,
rancanganmu begitu pas dan berbobot."
ucap salah satu wartawan itu.
" Pasti Media cukup senang, dengan rancangan ini, dan mampu menambah pundi pundi Rupiah. kita, juga
dengan rancangan ini, yang memiliki,
seperti daya tarik baca tersendiri,
terlihat dari Judulnya saja sudah berbobot. apalagi isinya."
Ucap salah satu Wartawan dan menambah katanya.
" Oh iya, kita belum mengenal satu sama lain, lhoo. Saya Rizky, Ini Juwita dan Rafli." ucap Risky.
" Saya Darma kak." ucap Darma dan menjabat tangan mereka bertiga.
Merekapun , mulai akrab dan saling bertanya satu sama lain tentang diri mereka masing masing,
kemudian kembali Darma diminta untuk menyusun laporan / berita selanjutnya, dan Darma pun mampu menyusunnya dan menampilakan sebuah Berita yang Aktual dan Berimbang, sehingga membuat ke3 wartatawan itu tambah senang, dan terpukau dengan susunan berita yang Darma tunjukan.
Ahirnya, ketiga wartawan itu, menawarkan pekerjaan untuk Darma, sebagai tim penyusun berita, sementara menggantikan peran Kawannya yang sedang Cuti, dan juga bisa selamanya , itupun kalo Darma bersedia.
Karena Darma yang masih sekolah,
iapun menolak,, takut menggangu sekolahnya juga tak mampu mengerjakan tugasnya, yang mungkin mendadak.
Namun setelah ketiga wartawan itu menjelaskan bagaimana tugas Darma sehingga tak membenturkan dengan sekolahnya, Darmapun menyetujuinya.
Jadi tugas Darma hanya menyusun saja dan itupun waktunya seperti ini " malam hari ",yang mana Keesokan harinya , susunan berita itu akan di terbitkan oleh Media cetak.
Kemudian Rizky sebagai ketua tim wartawan tersebut, menjelaskan jadwal pertemuan mereka, di Angkringan ini, pukul 07.00 malam, guna menyusun laporan, laporan dari mereka bertiga,
dan memberikan sebuah uang sebagai tanda terima kasih, juga memberikan sebuah laptop guna untuknya menyusun sebuah berita, saat saat senggang, karena banyak juga beberapa berita yang belum tersusun.
" Baiklah, kak, terima kasih imbalanya,
yang seharusnya tidak usah, karena ada tambahan tugas untukku jadi aku terima aja aa yaa, @ tertawa
untuk selanjutnya , laporan / berita kakak kakak yang telah diliput, di pagi harinya, maka langsung saja kakak kirim ke whatsap atau kita buat grup whatsap lebih dulu. Nanti sembari saya senggang bisa saya susun satu persatu, jadi memungkinkan File berita yang telah aku susun tersebut , dapat di kirimkan ke media hari itu juga."
ucap Darma.
" Tepat, ide mu sungguh brilian. dan aku pastikan kamu dan kami akan menjadi mitra kerja yang sangat bagus,,
jadi mohon untuk mu, bisa terus membantu kami dan bergabung dengan tim kami secara freelance.
toh nantinya kamu lulus sekolahmu yang sebentar lagi, akan sibuk dengan kuliahmu, maka dari itu aku mohon dengan sangat untuk tetap membantu kami, dan juga nanti Diana yang sudah selesai cuti, akan membantumu menyusun dan membuat kita bekerja bersama sama.
dalam sebuah tim wartawan hebat."
ucap Juwita
" Benar, ma, kami mohon bantuanmu, karena atas kompeten yang kamu miliki , akan dapat meringankan pekerjaan kami, yang nantinya juga, kami akan memberikan balas jasa yang sesuai dengan Kinerjamu bahkan kami akan menambahi lebih dari itu."
ucap Rafli.
" Iya, kak, senang juga bisa bergabung dengan kakak kakak semua." ucap Darma.
Saat Darma dan keriga wartawan itu sedang membicarakan rencana kerjasama mereka, Aldi dan Angga yang tak jauh dari mereka duduk, menghampiri Darma dan mengajaknya untuk pulang karena sudah larut malam.
Mendengar ajakan mereka, Darma pamit sambil menggendong Tas berisi laptop itu.
" Baik kak, saya pamit dulu, nanti calling, calling,saja." ucap Darma dan menyalami mereka.
" Siap, besok kiranya sebelum jam 8 pagi, bila sudah ada susunan yang siap, segera emailkan ke alamat tadi, dan kabari aku,
biar aku cek di Kantor." ucap Rizky
" Siap, 86, kak, " ucap Darma dan bergegas meninggalkan mereka.
Dalam perjalanan pulang , Darma yang dibonceng oleh Angga meminta, untuk berhenti di sebuah minimarket,, untuk membeli sesuatu,kemudian masuk ke minimarket , dan Darma membeli 3 bungkus Rokok kesukaan mereka, lalu
Darma membagikan rokok itu kepada Angga dan Aldi.
" Woy, Cairan, yoo." ucap Aldi
" Masok iki, tiap hari gini , Adem." timpah Angga.
" Weslah, ayo balik. besok Upacara, telat, Mati, kita." ucap Darma.
__ADS_1
Sampai dirumah, Darma yang belum ingin segera tidur, mencoba membuka laptop tersebut dan membuka file satu persatu guna menyusunnya.
Darmapun telah merampungkan dua susunan berita dan mengirinkan ke alamat email sesuai, anjuran Rizky, dan mengirimkan sebuah pesan kepada Rizky tanda mengabarinya.
" Cek email."
" Dua susunan berita telah, selesai kak, dan sudah aku emailkan." pesan WA Darma.
" Ok. siap." balasan pesan WA dari Rizky.
Kemudian Darma menyisihkan laporan laporan berita yang sudah ia susun, ke sebuah Folder lainya, agar tak membingungkannya.
ketika dirinya ingin melanjutkan menyusun laporan berita selanjutnya,
darma membuka sebuah Folder yang berjudul
" Polisi diduga terlibat Kasus Narkoba "
setelah membacanya, Ia terkejut karena laporan berita ini mengenai Ipda Krisna atau kaka Ajeng.
Dirinya kaget dan bingung, atas laporan berita yang menjerat Ipda krisna,
hingga membuat darma dilema
ataukah menyusunnya atau menghapusnya.
Sebab dalam benak darma, bila ia menyusunnya otomatis Iptu Krisna, akan terekspos mungkin tertangkap pihak berwenang , karena terlibat sebuah kasus narkoba, yang memang belum terbukti oleh pihak kepolisian, Namun di laporan berita ini, bukti bukti mengarah ke Iptu Krisna, dan sah,,
walau kenyataannya Iptu Krisna yang memusuhinya, namun dalam benak darma ipda krisna adalah kakak ajeng, bila ada sesuatu dengan kakaknya otomatis Ajeng akan bersedih atas itu.
Ahirnya Darma memindahkan File tersebut di sebuah folder paling bawah, jadi memungkinkan dirinya menyusunnya paling ahir. juga mengcopy file itu kedalam hape nya.
Kemudian Darma menghentikan pekerjaannya dan memutuskan untuk tidur karena tak terasa sudah jam 1 malam.
Paginya, Darma pun sedikit kesiangan, dan segera berangkat kesekolah, yang sebelumnya menyusul bu Pandu,
Tika pun sudah berangkat lebih dulu,
naik ojek, karena mungkin menunggu Darma akan membuat mereka terlambat semua.
" Hayooo, semalam ngapain aja, kok beberapa hari ini telat terus." ucap Bu Pandu.
" Ikut, kerja buk, buat tambah tambah biaya masuk Kuliah nanti." ucap Darma dan melajukan motornya.
" Syukurlah kalo melakukan hal hal positif, tapi tidak nongkrong nongkrong sampai malam kan." ucap Bu Pandu.
" Tidak, Bu." ucap Darma.
Sampai, di sekolah merekapun terlambat, dan pintu gerbang sudah ditutup, juga terlihat Aldi dan Angga yang juga terlambat,
Karena melihat bu pandu di balik pintu gerbang, Pak sugeng selaku Guru BP, membuka pintu gerbang , dan mempersilahkan Bu pandu masuk,
Alasan bu pandu menyelamatkan mereka,
kemudian mereka diminta segera menuju barisan kelas mereka masing masing.
Dalam upacara Kepala sekolah mengumumkan untuk kelas XII, untuk Hasil UN akan di bagikan tgl 07 Mei,
maka sebagai Acara Wisuda tanggal 17 Juni.
Sebenarnya Kelas XII sudah diliburkan, Namun pihak sekolah memberikan Pengarahan tentang ,SNMPTN,UTBK ,SBMPTN, dan seleksi Mandiri.
Agar lebih efisien dalam menentukan tujuan Perguruan Tinggi Negri ( PTN ) mana yang akan mereka masuki.
Setelah selasai Upacara, dan siswa/i bubar dan pulang.
Dan sebagian siswa siswi Kelas XII, tetap tinggal, dan berdiskusi sebagai upaya mereka menentukan PTN mana yang mereka gemari dibantu Wali kelas mereka masing masing.
Buk Nesty, sebagai wali kelas ,dari kelas Darma menjelaskan dan bertanya tentang siswa siswa yang lolos dari SNMPTN,
Adakah dari kalian yang sudah daftar SNMPTN, tahu hasil nya? siapa saja yang lolos, Darma dan Qorri, yang lulus masuk SNMPTN, di UNNES selamat untuk mereka.
Dan untuk yang lainnya, mumpung masih ada waktu, segera Persiapkan diri Untuk UTBK, dalam SBMPTN, jangan sampai lengah, terus semangat, Bagi yang tak bisa, boleh seleksi Mandiri.
dan Ibu akan berada disekolah guna membantu kalian yang kesusahan saat menghadapi SBMPTN.
ucap Bu nesty mengahiri dan mempersilahkan mereka pulang.
Darma setelah mengetahui hasil SNMPTN yang menurutnya tak begitu tertarik karena memang atas desakan Bu Nesty sebagai wali kelasnya karena palingg unggul, maka dari 7 siswa dikelasnya yang ikut dalam SNMPTN, jalur kusus, Hanya dia dan Qorri yang lolos dan sama ambil jurusan Teknologi Pendidikan ( s1 ).
mencoba memikir otak untuk biayanya, Antara senang dan tidak sih,,
Sesuai syarat atau daftar ulang masuk Unnes jalur SNMPTN, di, tertera pada Web. uness, harus menyertakan beberapa persyaratan dengan melampirkan beberapa dokumen.
" Sudah siap Ma, dengan dokumenmu,, kita harus segera lhoo." ucap Qorri yang berjalan menghampiri darma saat Darma dan Aldi juga Angga berjalan didepannya.
" Belum Ri, mungkin nanti segera ku siapkan." ucap Darma.
" Baiklah, mungkin kita akan sekelas lagi jadi bantu aku ya, dalam kelas nanti. "
ucap Qorry dan pergi meninggalkannya.
" Ok," ucap darma.
Aldi dan Angga berniat masuk ke Undip jalur SBMPTN, ambil jurusan tehnik mesin ( S1 ). yang memang mereka sama sama ingin sama sama mengembangkan kegemaran mereka di teknik mesin , juga awalnya Darma berniat sama dengan mereka namun atas anjuran Bu Nesty ahirnya Ia berubah pikiran.
" Ayok, nongkrong yok." ucap Aldi dan Angga,
" Nongkrong wae, Urus sekolahmu dulu,
__ADS_1
baru Nongkrong." ucap Darma.
walau kelihatannya mereka nakal namun mereka memiliki kemampuan yang sedikit lebih unggul di kalangan siswa siswa di sekolah.
" Halah, tenang wae aku ndwe cah njeroo, jadi masuk masuk." ucap Aldi.
" Huh, cah ora kenek diatur,,
duluan nanti aku nyusol, aku ada kepentingan sama Anak anak, " ucap Darma.
" Neng, Angkringan 99 yoo, angkringan ngarep sekolahan sempit, tempate." ucap Angga dan meninggalkan Darma.
Darma menghampiri, ke Rana dan Rani yang duduk di kursi samping Mading,,
dan menanyakan yang lainya, Rani menjawab bahwasanya mereka Ferik , Sintya dan Ajeng masih dikelas mereka.
Kamu masuk SNMPTN UNNES atau UNDIP ,Rana ,Rani, tanya Darma yang duduk disampingnya sambil mengecek web.unnes dalam hapenya.
" Masuk, Kami masuk di UNDIP jurusan Arsitektur S1 Teknik kalo kamu." ucap Rani
" Alhandulilah,, Aku Ke UNNES, Program pendidikan S1." jawab Darma
" Syukurlah, tapi kita tak sekampus dong, dan mungkin jarang kumpul, baru geh kita mulai akrab." ucap Rana
"Walau tak sekampuskan kita masih bisa kumpul sharing sharing, tinggal calling calling aja." ucap Darma.
Kemudian Ferik , Sintya , dan Ajeng berjalan menghampiri mereka.
" Sudah lama menunggu." ucap Sintya.
" Iya, kami sampai lumutan." canda Darma.
" Bu, pandu kemana?" ucap Ajeng.
" Kami dari tadi juga belum nemui bu Pandu, mungkin masih dalam kantor."
ucap Rani.
" Terus untuk Rencana kita kita belikan Hadiah apa?, untuk mereka Bapak dan Ibu Guru." ucap Ferik.
" ??????
bingung, belum punya Ide, "
ucap mereka semua.
" Ah nanti aja minta saran Bu pandu, saja." ucap Sintya.
Panggil Bu Pandu, cin, ucap Darma menyuruh Ferik.
" Oke, cin, ucap Ferik centil dan berjalan menuju Kantor Guru.
Tak lama Ferik kembali.
" Nanti, suruh tunggu sebentar, masih bicara sama Bu Nesty, oh iya,
kita masuk SNMBTN lhooo." ucap Ferik kecentilan.
" Yeee, sombong, gak gitu juga kalee, cinn, kita juga , Aku masuk Unes, dan Rana Rani masuk Undip. ucap Darma.
" Aku masuk Unnes, juga ambil ilmu komputer s1," Jawab Ajeng
" Aku di kedokteran S1 Undip" Sintya.
Aku di Hukum s1 Unnes, Ferik.
" Baiklah, semoga sukses untuk kita semua
mungkin setelah ini kita, akan dihadapkan dengan kesibukan masing masing dan mungkin akan jarang bertemu, dan keakraban ini mungkin perlahan pudar."
ucap Darma.
"Oh, tidak bisa begitu, kalo memang kita berniat untuk menjalin sebuah persahabatan bahkan persaudaraan ya mungkin di setiap diri kita masing masing akan memiliki rasa keeratan jadi memungkinkan kita harus bisa meluangkan waktu untuk bersama."
ucap Ajeng
" Baiklah, sebaiknya kita bikin Arisan aja, tiap seminggu sekali di hari minggu dan wajib hadir, bagi yang tidak kita datangi rumahnya masing masing, untuk tempat kita giliran yang jadi giliran bisa menunjukan tempat. bagaimana?" ucap Rana.
Benar aku dan Rana memikirkan rencana ini dari kemaren." timpah Rani.
Merekapun menyetujui Rencana Rana dan Rani.
" Sambil menunggu Bu Pandu pasang foto kita yuk, dimading juga kita beri kamut untuk persahabatan kita." ucap Sintya yang sudah membawa foto mereka saat mendapatkan seragam bar kemaren.
Mereka pun segera menyusun foto mereka dan memberikan beberapa kamut,
namun darma masih duduk dan memegangi Hapenya, membaca pesan dari Bu Pandu.
Bu pandu yang sedang bercerita akan masalahnya kepada Bu Nesty, tentang kejadian yang beliau alami, dengan suaminya.
selang beberapa menit kemudian bu pandu keluar dari kantornya dan memanggil mereka semua dari kejauhan.
merekapun segera mendatangi Bu Pandu.
Dan bergegas menuju rumah Bu Pandu,
Bu Pandu menyuruh Darma untuk menjemput Tika lebih dahulu, dan Bu Pandu ikut bersama mereka untuk pulang duluan dengan membonceng Ferik.
Darmapun mengiyakan kemudian menuju sekolah Tika,
__ADS_1