TAMTAMA 2019

TAMTAMA 2019
Ungkapan Cinta Ajeng


__ADS_3

Darma pun terkagetkan bunyi alarm, hpnya , dengan keadaan malas, darmapun mem bangunkan badannya, dan berniat untuk membugarkan diri melakukan olahraga ringan,, dibelakang rumah Bu Pandu,,


Darma berjalan agak lunglai, menuju halaman belakang rumah, tiba tiba, Darma terpelangak,, seakan nyawanya ngumpul dan membuat Darma seketika, bugar saat keempat temanya, Rana Rani Sintya dan Ajeng menggunakan celana pendek, dan berkaos tangtop, dan menonjolkan bentuk tubuh masing masing, mereka, yang memang tak sebohay Bu Pandu, namun kepolosan mereka, mempunyai daya tarik tersendiri,,


Darma, pun berakting lunglai berjalan melewati mereka, namun sambil curi curi pandang, " selamat pagi semua," ucap Darma.


" Pagi," jawab mereka, dan tetap meneruskan memasak.


sampai, di belakang rumah, Darma mulai melakukan pemanasan, sambil berfikir, setelah kejadian itu, dengan Bu Pandu, membuat tubuhnya seakan segar bugar,,


dan melanjutkan pemanasan dan lari lari kecil kemudian, latihan tinju dan tendangan kearah sebuah pohon yang mana pohon tsb, telah Darma beri kardus memutar.


" Sudah lama, sekali, aku tak berlatih." gumam Darma.


Setelah melakukan olah raga,karena capek , kemudian Darma menuju Dapur untuk mengambil minum, kemudian kembali ke halaman belakang.


Darma mencopot kaosnya,untuk menghilangkan keringatnya, dan hanya memakai celana jens pendek,duduk di kursi halaman belakang sambil merokok.


Ajeng memcoba mendatangi Darma serta membawakan secangkir Kopi.


Ajeng pun terlihat, kagum dengan bentuk tubuh atletis Darma, juga menambah aura kegantengannya.


" Ini, kopi untukmu, otot yang bagus, namun Sayang. " ucap Ajeng.


" Sayang kenapa? " tanya Darma.


" Tidak, apa apa kok sayang." gombalan Ajeng dan meninggalkan Darma.


Darmapun hanya senyum senyum sendiri.


Sambil telanjang Dada, dan merokok sambil menikmati secangkir Kopi.


Darma mencoba mengerjakan tugasnya dari para wartawan yang telah meliput Panti Pijat semalam, dan sudah mengirimkan File liputan mereka pada Darma.


Tak butuh waktu lama, Darma menyelesaikannya.


Akibat Tergoda Terapis Seksi


● Pejabat di Semarang Tertular HIV.


● Sering SPA di Hotel Berbintang.


● Layani Bule, Tanpa Pengaman.


Wartakota,. yang mau " seksi " kan pelanggannya, saya tidak menawarkan.


Kalau dia yang ajak dan harga sesuai ya saya mau, tapi resiko tanggung sendiri.


" Siap kak, cek email, sudah ku kirim ." ucap Darma dalam sebuah Chat WA.


" Bagus, sip. bonusmu menanti." balasan chat WA dari Rizky.


" Oce kak, ada yang lain, kak ? " balas Darma.


" Tunggu info, liputan Juwita dan Rafli di lokasi penggrebekan Perjudian Togel. " balas Rizky.


Darma di datangi, Bu Pandu yang bersiap untuk berangkat, ke sekolah.


" Ayo, sarapan dulu, dan antarkan Ibu juga Tika ke sekolah." ucap Bu Pandu.


" Aku, tak biasa Sarapan Bu, malah sakit perut." ucap Darma.


Kemudian mereka berdua pun berjalan menuju dapur, dan terlihat mereka berlima dan Tika, sudah siap di meja makan.


" Sudah kalian lanjut, saja aku mau, mandi, aku sarapannya nanti saja." ucap Darma dan bersiap mandi.


" Wow, sixpack. " ucap Rana , Rani juga Sintya yang melihat tubuh Darma yang telanjang Dada sambil menenteng Laptop ditangannya, dan menunjukan otot otot ditubuhnya.


" Lupa, gua tak pakai baju." ucap Darma dan meletakan Laptopnya diatas kulkas kemudian berlari menuju garasi.


Merekapun melanjutkan untuk , sarapan bersama, sambil merundingkan, usaha baru mereka sebagai Resseler.


" Baiklah, nanti kirimkan barang barangnya, yang memungkinkan untuk bisa di kirimkan sendiri ( C.O.D ),

__ADS_1


yang diluar daerah di Paketkan Kurir saja." ucap Bu Pandu.


" Yang banyak C.O.D pesanan dari teman juga saudara Ajeng. Jadi biar Ajeng dan Darma mengantarkananya, kami standbay meunggu orderan selanjutnya." ucap Sintya.


" Ya, sudah, nanti sekalian ambil di toko temenku Lita, ya Jeng, Darma sudah tahu tempatnya. Dan yang lainya bersihkan Ruangan depan untuk kantor kita, hehe! " ucap Bu Pandu.


" Siap, Buk " ucap mereka.


" Ya sudah, Ibu berangkat ke sekolah dulu, semoga ini adalah awal kemajuan bisnis kita." ucap Bu Pandu.


" Iya, buk, Amiin." ucap Mereka.


Darmapun sudah siap menghidupkan mobil, dan segera berangkat mengantarkan Bu Pandu dan Tika.


Ajeng, Ferik, Sintya , Rana, dan Rani, mulai sibuk menyiapakan beberapa barang yang akan di kirim.


Darmapun sudah diberitahu oleh Bu Pandu untuk mengantarkan pesanan pesanan tersebut.


Sekembalinya, Darma mengantarkan Bu Pandu dan Tika.


Mereka berlima sudah menyiapkan barang barang pesanan di teras, yang sudah mereka kemasi.


" Busyet, sebanyak ini, kemana saja aku mengantarnya." ucap Darma.


" Sudah, jangan criwis, ikutin saja, mau duit gak." ucap Sintya


Darma diam seketika dan membantu mereka memasukan kedalam mobil.


Setelah selesai memasukan barang barang kedalam mobil.


" Ayo, kita harus segera, biar hari ini, pelanggan sudah menerima pesanan mereka. " ajak Ajeng.


Darma pun nurut seperti orang dungu, karena bingung, harus mengantar barang sebanyak ini.


Setelah melajukan mobilnya, Ajeng mengarahkan Darma untuk menuju JNE dan JNT, membagi atas barang pesanan, supaya dapat langsung di kirimkan. Apabila hanya salah satu kurir saja kemungkinan ada beberapa barang yang di Unhandle.


Tiba di JNE , dan JNT.


Ajeng menyodorkan barang mereka untuk dikirimkan, dan menunggu Resi tercetak.


Setelah beberapa menit berlalu, Ajeng selesai, dan kembali naik mobil.


" Ayo, berangkat, " ucap Ajeng.


" Kemana, lagi kita?" ucap Darma.


" Ke hatimu, " canda Ajeng.


" Pacaran yok, lah." ucap Darma.


" Apa nyalimu, macari aku," tantang Ajeng.


" Aku tak punya nyali kalo macari kamu, bila nikahin kamu, nyawaku, ku taruhkan." jawab Darma.


" Halah, kalo kamu punya nyali, gak butuh aku pancing dulu, harusnya kamu , berani mengungkapkannya lebih dulu. " ucap Ajeng.


" Ajeng, dari lubuk hatiku paling dalam, aku ingin mengungkapkan cinta suciku padamu Ajeng," ucap Darma.


" Basi, sudahlah, eh,perempatan belok kanan." ucap Ajeng.


Tiba disuatu cafe, Ajeng meminta Darma memberhentikan Mobilnya. Ajeng segera turun dan mengambil beberapa barang yang telah ia disihkan. Kemudian Ajeng memberikan barang tersebut kepada beberapa orang disana. Yang memang mereka telah janjian bertemu disana.


Ajeng pun kembali masuk kedalam mobil, dan meminta Darma melanjutkan perjalanan. Mereka C.O.D an, diberbagai tempat. Hingga di ahir mereka janjian ketemuan dengan konsumen di sebuah tempat pusat perbelanjaan, Carefour.


Karena lelahnya, kerjaan mereka hari ini, mereka tak menampakan lelahnya, malah menikmati, kebersamaan mereka berdua.


Darma dan Ajeng, yang telah menyelesaikan, tugas hari ini, mereka berdua beristirahat dan saling mengutarakan perasaannya masing masing, karena memang, Ajeng telah merencanakan, kebersamaan itu.


Yang rencana awalnya dalam pengiriman barang tersebut seharusnya bertiga dengan Sintya, namun karena Ajeng meminta pada Sintya, untuk tak ikut dalam pengiriman barang pesanan itu. Karena Ajeng ingin tahu benar tidaknya perasaan suka, Darma terhadapnya.


Mereka, nampak, menikmati kebersamaan mereka yang mungkin akan jarang mereka temui,di kemudian hari.


Karena waktu masih menunjukan Pukul 14: 30,- cukup bagi mereka, untuk jalan jalan, sebentar saling memadu kasih, karena awal jadian mereka, berpacaran.

__ADS_1


Mereka pun, merencanakan untuk pulang agak, sore dan nanti apabila teman teman mereka, dan Bu Pandu, bertanya " kok lama banget? " . Mereka berdua sudah menyiapkan sebuah alasan untuk mengelabuhi teman temannya juga Bu Pandu.


Ajeng dan Darma, nampak bahagia, saling bergandengan tangan, berjalan jalan sambil bercanda riang. Dan tiba saatnya untuk mereka segera kembali, kerumah Bu Pandu, karena Bu Pandu dan teman temanya, sudah menayakan keadaan mereka, seakan hawatir.


Mereka berdua pun segera kembali menuju Rumah Bu Pandu.


" Hari ini, aku bahagia, bersamamu dan tak ingin rasanya, hari ini berahir. " ucap Ajeng.


" Aku pun demikian, aku juga tak ingin kebersamaan di awal jadian kita ini berahir, dan saat ini ingin sekali aku terus bersamamu." ucap Darma.


Mereka segera menuju Parkiran dan bergegas kembali ke rumah Bu Pandu.


Namun, saat mereka turun dari lantai dua, menuju lantai dasar arah menuju parkiran.


Kakak Ajeng, Iptu Krisna yang sedang bertugas dengan beberapa teman sesama Anggota Polisi, memergoki Mereka. Dan kemarahan Iptu Krisna pun membara, dan tanpa bosa basi, Iptu Krisna melayangkan tinjuan tepat ke pipi kiri Darma.


" Sialan, luu ya, dibilang gak usah dekatin adik gua,!" ucap Iptu Krisna setelah meninju Darma.


Darma pun diam dan tak melawan, hanya memegangi pipinya yang terkena tinjuan Iptu Krisna, hingga tak sadar keluar sedikit darah dari mulut Darma.


Melihat keadaan itu, Ajeng seketika mendorong Iptu Krisna, yang sedang dilanda Emosi.


" Segera, pulang .! Awaas saja, kalo kamu masih berhubungan dengan, bocah sialan ini, akan ku buat dia menderita. " ucap Iptu Krisna dan ditarik oleh beberapa kawannya seakan melerai, kemudian mengajak Iptu Krisna pergi, karena sedang menjalankan tugas.


" Cepat, pulang." teriak Iptu Krisna kepada Ajeng dari kejauhan.


Setelah kepergian, Iptu Krisna dan teman temannya, Ajeng langsung menghampiri Darma yang kesakitan dan terlihat menyeka darah yang keluar dari pinggir mulutnya. Ajeng pun segera mengambil tisu didalam tasnya dan menyeka darah di mulut Darma.


" Maaf, kan Kakakku, ya sayang." ucap Ajeng.


" Iya, aku tak , menaruh benci dengan Iptu Krisna, dengan kejadian ini, malah ini membuatku tertantang untuk memperjuangkanmu. " ucap Darma.


" Aku tak tahu, apa maksud dan tujuan kakakku, tak suka padamu."


" Sudahlah, mari kita, kembali, mungkin mereka sudah menanti kita, juga segera mengantarmu pulang dahulu." ucap Darma.


" Nggak, aku tak , ingin pulang, aku malas bertemu Dia, aku juga berhak menentukan sikapku." ucap Ajeng.


" Jangan, begitu itu semua karena Iptu Krisna sayang padamu." ucap Darma serta merangkul Ajeng berjalan menuju parkiran.


Ketika hendak, berjalan keluar gedung, Jelita dan Rafli memanggil Darma dari kejauhan kemudian mdnghampiri Darma dan Ajeng.


" Kenapa, kamu sampai di Pukul oleh, anggota Polisi tadi?" tanya Jelita.


" Tak, apa apa, hanya salah paham, saja " ucap Darma sambil mengedipkan matanya seolah kode, agar tak meneruskan tentang Iptu Krisna. Bahwasanya Darma tahu, sesungguhnya Jelita dan Rafli sedang meliput atau memata matai Iptu Krisna dan teman temanya, yang sedang melakukan transaksi Narkoba.


Jelita dan Rafli yang sadar akan kode, dari Darma segera, menganti topik pembicaraan.


" Ya, sudah kalo, kamu baik baik saja, nanti ketemu di Angkringan biasa ya, ada beberapa tugas yang harus kamu, susun. " ucap Rafli.


" Siap 86, kak.!" ucap Darma.


Dan mereka pun berpisah, kemudian Darma dan Ajeng segera menuju mobil mereka di parkiran.


Ajeng yang penasaran dengan Rafli dan Jelita, yang menemui Darma lalu menayakan tentang mereka kepada Darma.


Darma pun menjawab, " meraka adalah Wartawan yang memberinya pekerjaan. "


dan bergegas kembali.


Sampai, didepan Rumah Ajeng.


Namun Ajeng menolak pulang namun setelah Darma memberi penjelasan, ahirnya Ajeng mau untuk pulang.


" Aku sayang kamu, kita pasti bisa, menghadapi ini. " ucap Ajeng lalu mencium pipi Darma dan turun dari mobil.


Darma terkejut dan senang saat Ajeng mfngecup pipinya. Darma terus memandangi Ajeng yang berjalan menuju pintu gerbang rumahnya. Ajeng melambaikan tangannya sesaat dia akan masuk pintu gerbang.


" Daaa ,,"


Darma pun segera menuju rumah Bu Pandu. Setibanya disana, mereka bertnya tentang Ajeng yang tak bersamanya juga memar dipipinya.


Kemudian Darma menjelaskan, tentang kronologi kejadian yang menimpanya.

__ADS_1


Darma sambil menjelasakan kronologi kejadian yang menimpanya, Bu Pandu mengambil sebaskom air hagat dan sebuah handuk dan obat. Kemudian Sintya membersihkan bekas darah yang nempel di dagu Darma.


__ADS_2