
Atas kejadian ini
kepala sekolah meminta untuk menyudahi acara, ini dan meminta para siswa dan guru bersama sama membantu merapikan semua ini.
Acara pun bubar, dan mereka secara bergotong royong membersihkan dan membereskan ruang aula, tersebut.
Darma menuju ruang uks demi mengobati memar didadanya akibat tendangan dari Iptu Krisna,tadi,dibantu, Sintya.
Karena Sintyalah yang bertugas sebagai Perawat di UKS.
" Menurutmu apakah nanti Ajeng akan marah denganku ya Sin." tanya darma,
" Tidaklah, ajeng juga mengatakan ketidak senangnya atas sikap kakaknya terhadapmu." jawab Sintya.
" Tapi, aku takut, karena ini membuat Ajeng marah," kata Darma,
" Sudah, tak akan, semuanya kan salah kakaknya,sini aku bantu oleskan obat memar, malah gak jadi lomba, kan repot." ucap Sintya.
Setelah, diolesi obat memar darma rebahan diruang uks, dan sintya kembali ke aula untuk bantu bantu beres beres.
Darma terlihat, bingung dan cemas karena, takut akan marahnya ajeng kepada dirinya, juuga mungkin dengan ini, membuat Iptu Krisna akan lebih tak terima lagi karena 2 kali ia kalahkan, dan mungkin akan merencanakan pembalasan lebih dari ini. Namun sebenarnya, ingin sekali mengalah, tapi sikap Iptu Krisna yang keterlaluan, membuat Darma terpancing emosinya.
Ahirnya, Darma memutuskan untuk tidur sejenak guna merilekskan pikirannya.
juga menghilangkan capeknya setelah bertanding.
Darma dibangunkan Bu Pandu,
untuk mengajaknya pulang,
Darma tak sadar sudah 3 jam lebih, ia tertidur di Uks, dan semua telah beres, dan siswa dan para guru sudah meninggalkan sekolahan.
Kemudian bergegas bangun dan pulang,
sampai di rumah Bu Pandu.
Bu Pandu menanyakan keadaanya, dan darma menjawab bahwa dirinya baik baik saja, lalu berpamitan untuk pulang.
Sampai dirumah, Darma meminta ibunya untuk membuatkan Jamu untuknya, yang dapat dibagi menjadi beberapa gelas,
karena jamu buatan Ibunya mampu mengobati luka dalam.
Juga untuk dibuatkan Parem atau obat gosok untuk luka memar.
Ibunya mengiyakan bahwasanya ibunya tahu , tentang darma yang sering latihan taekwondo juga telah memenangkan, dalam taekwondo, jadi dengan Darma meminta jamu maka dapat dipastikan Darma mengalami luka saat latihan.
setelah beberapa jam kemudian Ibu Darma , memberikan jamu dan parem, yang telah dipinta Darma,
kemudian Darma mandi dan meminum beberapa jamu tersebut, sisanya ia masukan ke botol wadah minum.
Terus mengolesi parem tsb, pada luka memarnya dan sisanya ia masukan pada sebuah wadah.
Darma berniat membawa jamu dan parem sisanya tadi, untuk kakak Ajeng Iptu Krisna, dan memutuskan segera pergi kesana ,untuk menemaninya kerumah Ajeng, Darma mengajak Sintya,
karena Darma takut, apabila Ajeng yang saat ini bisa saja marah, jadi dirinya mengajak Sintya ,untuk menemaninya.
Sesampai di rumah Sintya dan menjelaskan niatannya, Sintya mau dan meminta Darma menunggu sebentar untuk berganti baju,setelah selesai, merekapun segera berangkat, menuju rumah Ajeng.
Sampai di rumah Ajeng,
__ADS_1
kemudian satpam yang bekerja di rumah Ajeng membukakan pintu gerbangnya,
" langsung saja " menyuruh Sintya dan Darma untuk masuk,
" silahkan, Nona Ajeng ada .",ucap Pak Satpam.
Di teras depan kamar Ajeng , mereka duduk menunggu, selang beberapa menit Ajeng menemui Darma juga Sintya.
Oh, kalian, ku kira siapa??
bentar tak ambilkan minum dulu,
Darma terlihat terbengong dengan pakaian yang dikenakan Ajeng, yang hanya memakai tanktop dan celana pendek, otomatis memperlihatkan kesexyan Ajeng kala itu. Namun Darma mencoba biasa saja, walau dibatinnya agak gimana gitu.
Kemudian Ajeng tiba dan membawakan es syrup juga beberapa ptonh roti bolu.
" Darimana kalian," tanya Ajeng.
" Kami dari rumah dan berniat kesini, aku bawakan jamu dan obat herbal untuk dioleskan pada luka memar, Iptu Krisna, dan jangan bilang dari aku, takut dia menolak, karena jamu ini, berkasiat untuk menyembuhkan luka dalam, dan parem ini untuk luka luar,, dan terbukti manjur aku sudah beberapa kali minum setelah cidera latihan, karena memang buatan Ibuku sendiri."
" Oh ya bripka krisna baik baik saja bukan??" ucap Darma.
" Iya, dia baik, tadi juga sudah kami bawa ke dokter dan diberi obat, sekarang ia tertidur paling, juga terima kasih Jamunya." jawab Ajeng.
" Maafkan aku ya Jeng, telah membuat Iptu Krisna, terluka. " ucap Darma.
" Ah, sudahlah, dia pantas menerima lukanya, itu, karena keegoisanya sendiri.
Terima kasih atas kebaikanmu dengan membawakan jamu ini, padahal kakakku sering kasar terhadapmu." ucap Ajeng
" Ah gpp,, sebagai laki laki, aku dapat merasakan , apa yang Iptu Krisna rasakan akupun akan berbuat demikian bila di posisinya." ucap Darma.
" Baiklah, besok aku bawakan padamu tapi gak janji harus besok lhoo." ucap Darma dan mengajak sintya
" Ayok sin, kita pamit, takut bripka bangun dan menambah kacau."
" Terima kasih ya, jamunya." ucap Ajeng
Darma dan Sintya, kemudian pulang,,
ditengah perjalanan pulang Darma menawarkan untuk mengajak Sintya untuk makan Bakso, sebelum pulang.
" Emang kowe ndwe duit," tanya Sintya.
" Aku habis dapat salam tempel dari Pak Indra Kepsek." jawab Darma.
" Wah,, masok, traktir yoo!,Gak adil Pak Indra tu, mosok Kamu tok yang dikasih Salam tempel." ucap Sintya.
merekapun mampir ke warung bakso,
dan menikmati bakso sambil ngobrol.
darma pun memberanikan diri bertanya kepada sintya mengenai Ajeng.
" Hey, Sin, menurutmu, kalo aku suka sama ajeng gmn?!? " ucap Darma.
Kemudian, Sintya pura pura keselek,, dan berkata ," terus terus " dan meneruskan makannya.
" Ya, suka, oneng, ingin memacarinya,ihh."
__ADS_1
ucap Darma sedikit kesal.
" Yes, yes !! jadi kalian sama " ucap Sintya, " sama gimana,?" tanya Darma.
" Sama sama blo'on!! sama sama suka namun tak berani, mengungkapkan." ledek Sintya.
" Anjirr looe,, " ucap Darma kesal.
" Sudah, kalo memang suka, coba ungkapkan dan aku tak mau ikut dalam ini, karena ini urusan hati, kalian masing masing." ucap Sintya.
" Jangan bilang bilang Ajeng loo, kalo aku berkata ini, padamu!" ucap Darma.
" Iya,,wah, kan aku sudah bilang gak mau ikut campur, jadii, kamu sendiri saja, ungkapkanlah." jawab Sintya.
" Tapi,tahu gak kamu, sebenarnya Ajeng itu sudah suka sama kamu di awal kita masuk SMA, dulu,inget gak, saat Aku dan Ajeng, waktu mos, yang kita disuruh lari memutari, sekolahan, dan karena tersandung dan ahirnya Ajeng, terjatuh dan membuat terkilir kakinya, juga saat itu Ajeng sedang " Datang Bulan ".
Terus kamu menggendongnya, sampai ke sekolahan.
itukan sosweat banget.
Juga jamu dan obat gosok yang kamu titipkan padaku untuk mengobati lukanya, Ajeng,dari situlah , Ajeng mulai suka denganmu, namun tak berani untuk mengungkapkan, secara seorang wanita gitu, tak mungkin bilang duluan.
Dan hanya mampu menceritakannya padaku."
kata Sintya menceritakan.
" Baiklah, mungkin kalo ada kesempatan itu, aku akan mengungkapkan isi hatiku."
kepada Ajeng,,
" Good, itu baru laki,, yok udah yok, mau magrib, ini aku juga belum nyuci, segala."
mereka pun segera pulang.***
Pagi, sebelum Ajeng akan berangkat kesekolah, ia menyempatkan diri menghangatkan sisa Jamu dari Darma, yang mana separuh jamu itu sudah diminum oleh kakaknya,
dan sisa jamu itu cukup untuk diminum kakaknya sekarang dan nanti sore,
kemudian menuangkan kesebuah gelas lalu mengantarkan jamu itu ke kamar kakaknya.
" Eh, dek, awas ya, kalo kamu dekat dekat dengan bocah sialan Darma! Pokoknya kakak gak suka." ucap Iptu Krisna.
Ajeng pun hanya diam saja dan menyodorkan Jamu itu,,
" Oh, iya dek , kamu beli jamu dan obat oles ini dari mana, Ampuh, lhoo. badan kakak seketika bugar, juga memar di badan kakak sudah tak sakit walau bekas memarnya belum hilang." kata Iptu Krisna.
" Tahu , gak..? itu jamu dari Darma, orang yang kamu musuhi. Namun dia menyempatkan diri untuk membawakan jamu ini kepadaku guna memberikan kepadamu." jawab Ajeng.
" Ah, tak mungkin, ini hanya akal akalanmu saja, biar aku tak, membenci bocah sialan itu." ucap Iptu Krisna.
" Terserah, itulah kenyataanya, kalo memang tak suka , jamu itu, yang memang pemberian dari orang yang kamu musuhi, silahkan kamu mutahkan lagi." gertak Ajeng.
Bripka Krisna seketika terdiam.
Ajeng pun, segera berangkat ke sekolah,
sesampai disekolah
Hari senin ini, dan waktunya upacara bendera, dan dalam upacara, kepala sekolah selaku pembina upacara menyampaikan, bahwa pelajaran belajar mengajar,hari ini, di tiadakan sementara,
__ADS_1
dan semua diminta untuk berkumpul di Aula guna membatu mereka Ke6 peserta lomba untuk melakukan sesi latihan terahir, yang mana lomba akan dilaksanakan lusa pada hari Rabu, tepat tanggal merah , saat hari pendidikan nasional.