
Sambil menunggu chat dari mereka,
Darma merokok ,didepan rumahnya, juga sambil menunggu dua bejundal datang, dan benar, tak selang berapa lama mereka nerdua , Angga dan Aldi nampak dari kejauhan.
" Ayok,, sido ora,." Ucap Aldi.
" Sidolah,,kamu duluan,, aku nyusol." ucap Darma.
" Halah, ora, ngko ngapusi , nyusol tapi gak nongkrong, " ucap Angga.
" Tenan tenan, nyet, aku lho, ono janji karo mase wingi."
" Yowes tenan lhoo,, lha iki mobile, sopo." ucap Angga.
" Mobil kulahh,," jawab Darma.
" Halahh,, yowes, awas nk orak, nyusol tak pecat dadi koncoku, kemabalikan KTA pertemanan kita." ucap Aldi.
" Iyoo,, wah." ucap Darma.
Sepeninggalan Aldi dan Angga.
Darma pun segera, mengambil laptopnya, juga membawa kaos salinan, segera menyalakan mobil dan bergegas menyusul mereka, walau belum ada yang menelpon dirinya, untuk dijemput.
Darma pun ambil rute dari rumah Rana dan Rani yang memang paling jauh sendiri
sampai dirumah Rana Rani yang di sebuah komplek perumahan elite,
Darma membunyikan klaksonya, tin tin tanda memanggil.
Rana Rani pun degera keluar, dari balik pintu gerbang,,dan masuk mobil.
Kemudian Darma melanjutkan, laju mobilnya menuju rumah Ferik, sampai dirumah Ferik, Ferik masih,menunggu Ayah Ibunya pulang, jadi mereka mampir sejenak.
" Rana Rani, kamu udah ijin, dan jadi minep." tanya Darma.
" Iya, sudah, dan Ibu ku juga telpon Bu Pandu guna memastikan." jawab Rana dan Rani.
" Baiklah," jawab Darma.
Ayah dan Ibu Ferikpun tiba, dan setelah Ferik menjelaskan , Ferikpun diijinkan, dan merekapun pamit, serta menyalami Ibu dan Ayah Ferik, dan segera berangkat, menuju rumah Sintya. Namu ternyata Ajeng pun sudah berada disana menunggu disebrang jalan rumah Sintya.
" lama, banget, sih," tanya Sintya.
" Pengen cepat naik pesawat,, pengen cepet lagi naik jet," ucap Darma.
" Pesawate mbahmu," Balas Sintya.
Dan membuat tawa mereka.
" Nona Ajeng, sudah dapat ijin tuan muda Krisna." tanya Darma meledek dan melajukan mobilnya.
Karena memang Ayah dan Ibu Ajeng yang sering keluar kota karena bisnis mereka, jadi Ajeng hanya bersama Kakaknya dan pembantu pembantunya.
" Sudah, makanya langsung ke rumah Sintya, kalo lihat kamu yang susul, takut dia marah," ucap Ajeng.
" Mampir di Alfa, cin, beli , cemilan," ucap Ferik,
" Siap, cin," jawab Darma dan membelokan ke Alfa.
" Nitip rokok ya cin, cuma 20ribu aja, " ucap Darma.
" Itumah gak nitip, suruh beliin," ucap Ferik.
Mereka berlima segera turun dari mobil dan menuju Alfamart, membeli cemilan dan beberapa perlengkapan mandi,,
sudah, Darma melanjutkan laju mobilnya,
sampai di rumah bu pandu jam 8. malam.
Merekapun langsung turun dengan barang bawaan mereka masing masing, dan bersiap untuk memilah barang sesui pesanan.
Bu pandu dibantu Tika, telah menyelesaikan membungkus beberapa orderan.
karena kerjaan, Darma setelah memasukkan mobil ke dalam garasi, ia pun segera menuju Angkringan sebagai tempat kumpul dengan kakak kakak wartawan,
yang sebelumnya sudah Chat, Sintya bahwasanya dirinya ke Angkringan dan akan kembali bila sudah selesai.
Sampai angkringan,
" Maaf kak, terlambat," ucap Darma.
Kemudian menaruk Laptopnya dan memasan kopi, sambil menendang Angga dan Aldi yang asyik ngegame dan tak sadar akan kedatangannya.
__ADS_1
" *** ***, ngagetne wae," ucap Aldi
dan meneruskan ngegame nya.
Setelah memesan kopi Darma kembali bergabung dengan kakak kakak wartawan.
" 6 berita lagi kak yang belum selesai," ucap Darma.
" Sudah santai saja, tak usah buru buru,,
kita juga, harini cari berita kurang jelas, dan belum ada yang kelar." ucap Rafli.
" Terus yang 6 ini masih gantung , kak?" tanya Darma.
" Iya, biarlah, dulu, kita juga masih ada stok berita yang telah kamu susun belum semua aku rilis,." jawab Jelita.
" Susunanmu keren, yang tadi,itu " ucap Rizky.
TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
BARU GEH KENAL UDAH NGAJAK GOYANG
Tingkah Abang tukang Ojol, Ditangkap Gegara Maksa " Goyang " Siswi SMK, yang baru diKenal
" Beneran, deh idemu ada aja,,
Tim penerbit, sampai ngakak, dengan kop judulmu." ucap Rizky.
" Ya, iseng aja kak, dibubuhi candaan kan, biar pembaca gak serius amat, bacanya." jawab Darma.
" Baiklah, yang enam berita itu, tunggu materinya klop, besok, stand by aja, kalo pas berita kriminal.
kita mau lanjut,dulu ya, ada liputan, di panti pijat," ucap Rizky.
" Siap kakak." ucap Darma.
Setelah kakak kakak wartawan menjnggalkannya, Darma mencoba merampungkan scan data dirinya, untuk dikirimkan ke.web.unnes, sebagai daftar ulang SNMPTN.
Sambil menunggu mengunggah file,
Darma mencoba memesan Mie rebus , dan menawari mereka, Aldi dan Angga,
merekapun sigap, dan menghentikan Ngegame mereka, dan beranjak dari duduknya mengambil beberapa jajan,
Aldi, memepet Darma seakan ada sesuatu yang ingin ia, pinta, Darmapun segera, memukul kepalanya serta berkata,
" Sudah ,too, besok saja, aku nanti harus mengantar mereka para ladies ladies , pulang, Kalo aku mabuk, kan bahaya" ucap Darma.
" Ayoklah dikit saja, buat anget anget," rayu Aldi.
Darma pun memberinya uang dan menyuruh Aldi membeli congyang, kecil saja, Aldipun segera berangkat,
setelah menunggu lama karena memang , Angkringan ini cukup rame, mie rebus pesanan mereka tiba. Darma pun segera memakan mie rebus itu, dan melahap juga mie rebus kepunyaan Aldi.
Anggapun kaget, melihat Darma seperti kesetanan dalam sekejap menghabiskan 2 porsi mie rebus,,Darma pun menjawab,
"Masa pertumbuhan, broo."
Tak lama Aldi datang membawa Congyang, jus, botol besar, dan Darma langsung memarahi Aldi, karena membeli congyang botol besar.
" Sudah, biar aku dan Angga yang ngabisin, kamu tak usah,", ucap Aldi.
" Kamu tu kalo mabok usil, bikin repot, saja, " ucap Darma dan meminta Botol Congyang tersebut, kemudian membukanya dan menuangkan ke gelas bekas es mereka, serta mengatakan,
"Habis ini sudah, sisanya bawa kalian pulang , minumlah di Rumahmu, malas aku,, mengurusi kamu yang mabuk, reseh." ucap Darma.
Aldi dan Angga menyetujuinya,
pesan Whatsapp, dari Sintya,
" Kamu, mau ikut minep tempat Bu Pandu ato pulang, kalo mau minep tempat Bu Pandu jangan malam malam, kami mau tidur,?! " ucap Sintya dalam chat.
" Ya, aku, mau kesitu,, aku disebrang jalan diangkringan ,88, " balas Darma.
Setelah membalas chat, Sintya, Darma mengajak balik Aldi dan Angga, dengan alasan mau mengantar anak anak pulang.
Aldi dan Angga, segera meneguk congyang dalam gelasnya menghabiskannya, diikuti Darma, yang juga langsung menghabiskan congyang dalam gelasnya, dan balik.
Aldi dan Angga , mengendarai motornya sambil menenggak sisa congyangnya, dan memeri Darma.
" Dasar Gilaa,, " umpat Darma dan melangkah kakinya, menuju rumah bu pandu, yang tak jauh dari angkringan tempatnya nongkrong.
Sampai, di rumah Bu pandu, sepertinya mereka semua sepertinya, sudah pada tidur karena sudah jam 10 malam lewat, Darma yang sedikit mabuk , takut diketahui, Bu Pandu dan teman lainnya.
__ADS_1
Darma pun berniat tidur di mobil , karena ia yang masih membawa kuncinya, jadi mudah untuknya masuk ke mobil dan tidur dalam Mobil.
Namun Bu Pandu membuka pintu,dan memintanya masuk.
Darma pun masuk, dengan menundukan kepalanya, takut bau mulutnya tercium Bu Pandu karena bau alkohol,, kemudian menuju kamar mandi, cuci muka , dan kumur kumur agar tak begitu memperlihatkan kalo dirinya habis minum, congyang,,
juga memungkinkan Bu Pandu sudah kembali kekamarnya.
Setelah dari kamar madi Darma menuju ruang keluarga, dimana Ferik tidur disitu, disamping Barang barang yang sudah mereka kemas, dan siap untuk dikirim esok hari.
Darma, pun kembali ke dapur duduk dimeja makan dan membuka , laptopnya,,
untuk mengecek, web.unes apakah unggahanya tadi udah selesai,
sambil mencoba meneruskan susunan berita yang belum kelar, dan merokok.
Sesaat , ia yang fokus pada laptopnya, dikagetkan bu pandu, yang pergi kedapur untuk mengambil air minum,
yang mengagetkan dirinya bukan karena bu pandu yang datang tiba tiba, melainkan piyama bu pandu yang tipis, dan saat tersorot lampu dapur , menyerawang menunjukan benntuk tubuhnya, Darma pun sejenak terbengong karena itu, dan memunculkan sebuah perasaan birahi,
namun mencoba tetap tenang dan meneruskan pada kerjaanya.
" Belum tidur kamu Ma," tanya Bu Pandu.
" Belum, bu tanggung, besok pagi harus dikirim, ke media," jawab Darma.
Melihat ,keseriusan Darma , Bu Pandu menghampirinya, penasaran dengan yang dirinya kerjakan, dan duduk disamping Darma.
Bu Pandu yang duduk disampingnya, membuat hasratnya seakan memucak, juga aroma tubuh Bu Pandu bercampur minyak wanginya ,semakin menggugah nafsunya, Darma mencoba tenang. dan tak menunjukan gejolaknya yang semakin menggelora.
" Apasih, yang kamu kerjakan ,"
tanya Bu Pandu, dan mencoba mendekatkan wajahnya ke arah laptop.
Karena memang Bu Pandu sedikit mines, saat beliau melihat dan membaca, susunan berita yang dikerjakan Darma, jadi agak mendekatkan wajahnya ke arah layar laptop, dan bersamaan Darma menoleh untuk menunjukan kerjaanya, namun hal tersebut malah membuat Darma mencium hidung Bu Pandu, hingga keduanya sama sama terkagetkan.
" Maaf, maaf bu, tak sengaja, " ucap Darma, karena memang keadaan tersebut, begitu tiba tiba.
Bu Pandu diam saja, seakan memikirkan sesuatu, sepertinya Bu Pandu merasakan getaran tubuhnya, yang menginginkan untuk itu.
Bu pandu, seketika mengatakan,
tolong Ibu Ma, tolong untuk itu, serta menarik Darma menuju sebuah kamar di samping dapur, kamar yang dulunya disediakan untuk pembantu, namun karena Bu Pandu tak memiliki, pembatu kamar tersebut kosong.
Darma yang juga sedikit, mabuk dan juga terpangaruh, hawa nafsu,
ajakan Bu Pandu itupun tak bisa terhindarkan lagi. Mereka saling bergumul di dalam kamar tersebut.
Setelah selesai dalam persetubuhan mereka. Darma, nampak menyesal, karena menurutnya, hal itu tak pantas.
" Maaf, Bu maaf kan saya, Bu, " ucap Darma.
Bu Pandu menutup mulut Darma dengan jarinya, serta berkata,
" Itu bukan salahmu, ini semua salah, Ibu, semua itu karena keinginan Ibu untuk untuk itu yang semakin kuat dan tak terbendung, yang mana lebih dari 3 bln ini, Ibu tak dijamah mantan suami Ibu, juga kejadian di tempo lalu, membuat ibu terobsesi denganmu,Ibu sengaja menunggumu, juga memancingmu menggunakan pakaian ini, supaya dapat melakukan itu, denganmu.
Maaf telah membuatmu begini," ucap Bu Pandu.
Darma pun segera memakai kembali pakaiannya,
" Mari kita sudahi Bu, takut, akan ketahuan mereka, " ucap Darma.
Bu Pandu pun menggunakan kembali pakaiannya, dan bergegas kembali kekamarnya.
Darma pun memberesi laptopnya dan berniat tidur di kasur lantai di ruang keluarga, disebrang tempat Ferik tidur.
Saat, Darma bersiap untuk tidur, Bu Pandu mengiriminya pesan,
" Maaf kan Ibu, Darma!, yang telah merenggut keperjakaanmu, yang mungkin seharusnya kamu berikan untuk Ajeng,
walau ini memang salah, namun Ibu tak menyesal melakukannya, karena memang Ibu mencintaimu Ma, namun pada kenyataannya tak mungkin Ibu tak akan memilikimu, karena kamu berhak memilih, cintamu untuk siapa?? dan biarlah cinta dan skandal ini Ibu simpan sampai mati, dan tak akan memberatkanmu." ucap Bu Pandu dalam Chat WA.
Sudahlah, Bu, anggap ini sebuah kecelakaan,." jawab Darma dan memejamkan matanya, tertidur, karena lelah.
Pagi harinya, Bu Pandu, terbangun dari tidurnya, dan menunjukan hal yang tak biasa, seakan lebih bahagia , dan fresh, juga menunjukan muka bingar bingar ,mengumbar senyumannya.
dan saat Bu Pandu keluar dari kamarnya melihat, Darma tidur, di ruang keluarga, Bu Pandu mengendap endap, mencuri curi kesempatan untuk mencium Darma, saat mencium bibir Darma,, tak menunjukan eksperesi apapun, karena terlelap dalam tidurnya.
Bu Pandu, nampak senyum bahagia, setelah mencium Darma kemudian Bu Pandu , berjalan menuju kamar ceweek, untuk membangunkan mereka.
" Ayo, pada bangun, bantuin Ibu memasak,, " ucap Bu Pandu.
dan ke empat merekapun segera bangun, bergegas menuju dapur untuk memasak untuk sarapan mereka semua.
__ADS_1