TAMTAMA 2019

TAMTAMA 2019
Debat Darma dan Ajeng


__ADS_3

Dimana dewan Juri memberikan pertanyaan tentang materi Debat tersebut, kemudian Kedua Tim harus menjabarkan sesui Pola mikirnya masing masing,


Juri : ( moderator )


Bagaimana Pendapat Kalian tentang Pendidikan Di negara kita ini?


silahkan Untuk tim 08, lebih dulu menjabarkan dan kemudian Tim 17 nanti menaggapi pendapat dari Tim 08.


silahkan Tim 08, waktu anda 180detik


Darma :


terima kasih,


menurut saya skema pendidikan di negara kita ini kurang tepat.


Dimana kita wajib, belajar 9 tahun.


dan usia minimal untuk masuk di Sekolah Dasar ( SD ) , yang menurut saya kurang tepat juga. Dimana di jelaskan pada perundang undangan pendidikan, diharuskan, usia minimal masuk SD ialah 7 tahun,


kemudian bila diusia 7 tahun , seorang siswa baru masuk SD dapat dipastikan seorang siswa akan lulus SD pada usia 12 tahun dan kemudian Lulus SMP di usia 15 tahun, Bila mereka melanjutkan ke jenjang SMA,yang mana anjuran pemerintah wajib belajar 12 tahun, dan itu, sampai pada Jenjang Lulus SMA,, karena memang sesuai, dengan pada dunia kerja, lulusan min. SMA sederajat,


walau ada beberapa yang hanya sampai SMP saja.


maka seorang siswa akan lulus SMA pada usia 18 tahun atau lebih,


Yang perlu saya tekankan, yaitu


seorang siswa lulus SMA ,pada usia 18 tahun


apabila mereka melanjutkan untuk Masuk Universitas maka dapat di pastikan juga, mereka Lulus kuliah S3 pada umur 27 tahun.


Padahal bahwasannya Usia antara 17tahun sampai 21 tahun itu adalah usia produktif, kalo mereka masih di hadapakan dalam pendidikan, sekiranya kurang tepat, harusnnya di usia 18 itu sudah lulus kuliah dan masuk di dunia kerja. yang mungkin mampu mengembangkan ide kreatifnya di masa usia produktif mereka.


Karena tak mungkin kita hanya Lulus SMA , saja. juga seorang siswa lulusan SMA, itu. masih pah poh, dan belum memiliki skill untuk masuk ke dunia kerja.


Jadi menurut saya kurang efisien.


dan mohon untuk pemerintah , lebih memperhatikan dalam menangani program pendidikan kita,



Dalam usia min, masuk SD tersebut.


atau


menurut Gagasan saya kedua,


supaya pemerintah, memangkas jumlah tahun pendidikan SD, SMP & SMA. Demi percepatan dan kualitas SDM Bangsa ini sesuai reformasi industri di era 4.0 ini


Untuk SD dari 6 th menjadi 4 th. SMP dan SMA akan jadi 2 th. Agar menyesuaikan umur ketika melanjutkan kuliah sampai sarjana S1,S2,S3. Saya inginnya Umur 18th sudah selesai S3.


terima kasih.



silahkan dari tim 17 menanggapi


Ajeng :


terima kasih,


Untuk pendapat tim 08 saya kurang setuju,


menurut saya Usia min masuk SD yang pada usia 7tahun menurut saya pas,


dan apabila seorang siswa pada usia dibawah 7 tahun itu masih Anak anak, dan usia anak di sebutkan ,dalam perundang undangan 2-5 tahun, yang belum wajib belajar dan masih saatnya mereka bermain, karena bila dipaksakan maka akan berakibat buruk bagi anak tersebut.


maka sekarang banyak muncul sekolah KUSUS anak di bawah 5 tahun , PAUD,


jadi 6 tahun untuk pengenalan Sekolah di TK dan 7 tahun usia ideal masuk SD.


juga menurut opsi tentang pemangkasan Sekolah ,tersebut Bila nanti, seorang siswa lulus SMA di usia 13 tahun,


bila tak punya biaya untuk lanjut kuliah, dengan usia seorang siswa tersebut,


yang memang sudah lulus SMA,


mau ngapain??


dan menurut saya ini , ide konyol.


mungkin beri kami penjelasan yang lebih masuk akal, untuk ide konyol anda ini.


terima kasih.


" Lanjut untuk Tim 08 ,Darma di persilahkan.!" ucap Dewan Juri.


" Baiklah, dan mohon untuk Dewan Juri yang terhorma, sebelum saya ingin melanjutkan penjelasan saya, mungkin agar tidak adanya kesalah pahaman tentang Gagasan atau Pendapat saya mohon untuk memberikan sedikit tambahan waktu, toh nantinya saya akan kalah tak jadi masalah, karena hanya melalui forum ini saya dapat menyampaikan pendapat saya."

__ADS_1


" Baik dipersilahkan " ucap Dewan Juri.


" Terima kasih, saya ulangi dari awal.


Misalkan jenjang pendidikan sejak TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi bila di lihat dari kelaziman akan menghabiskan waktu standar selama 17 tahun. Jadi kalau masuk TK seorang anak berusia lima tahun berarti seorang anak akan selesai pendidikan Perguruan Tinggi S1 di usia 22 tahun. Bila ia akan melanjutkan pendidikan S2 dan S3 selama 5 tahun maka pendidikan di Indonesia menghasilkan produk S3 saat seseorang berusia 27 tahun. Itu normalnya dan bila seseorang ini akan studi terus menerus dan belum menikah maka ia akan menikah pada usia diatas 27 tahun." ucap Darma kemudian menyelingi dengan candaan.


" Jadi diusia 27 tahun, aku baru dapat menikahimu."


" Nah, seandainya jenjang itu dilakukan terobosan perubahan yang dapat di pertanggung jawabkan mengapa tidak? Perubahan disini disesuaikan dengan era kekininian, apa salah?


Lama waktu di SD menjadi 4 tahun, SMP dan SMA masing-masing 2 tahun maka akan ada selisih 4 tahun lama studi. Seseorang akan menamatkan SMA pada usia 13 tahun. S2 dan S3 selama 5 tahun berarti kita akan produk SDM bergelar doktor pada usia 18 tahun."


" Gagasan ini mengacu dari era "percepatan" dan jelang era revolusi industri 4.0 sehingga Indonesia akan menyiapkan tenaga profesional yang akan berkompetisi bukan hanya di negeri ini namun ke kancah internasional."


Gagasan ini mengacu dari visi mendikbud tentang deregulasi dan debirokratisasi dimana pemerintah mengusulkan peraturan yang memungkinkan terjadi percepatan jenjang kependidikan yang baru.


Dengan sistem baru ini akan lebih mengurangi ongkos pendidikan pihak orang tua ,


menanggapi Pendapat Sdr. Ajeng yang diusia 13 tahun Lulus SMA, mau ngapai??


yang menurut saya Wajar, pemikiran tersebut timbul, Namun sadarkah , jika memangkas masa sekolah tersebut memungkinkan untuk, mengurangi ongkos orang tua, sehingga mampu menyekolahkan ke jenjang berikutnya / Kuliah.


dan mempersiapkan aset bangsa yang enerjik dan profesional berusia muda.


Optimisme gagasan ini karena metode pembelajaran akan di arahkan pada sistem komputerisasi, pengajaran berbasis online dimana peserta didik akan diperkaya ipteks teraktual yang akan memicu motivasi belajar yang bukan hanya belajar teori namun mampu mempraktekkannya dan lebih diaktifkan dalam diskusi. Era teknologi canggih memungkinkan siswa belajar mandiri dan guru-guru dan dosen berfungsi sebagai pengarah yang profesional.


Untuk mendukung sistim baru ini perlu di pikirkan pemusatan sekolah di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi. Akan ada sesi pengajaran materi dari pusat komputer yang di berikan secara online disesuaikan dengan kurikulum yang baku.


Mungkin itulah , gagasan saya.


Kemudian untuk menanggapi pernyataan saya yang menurut Sdr. Ajeng sedikit Konyol, perlu saya sampaikan.


Memang disadari bahwa adanya kekhawatiran masyarakat terhadap stigma


" Ganti Menteri Ganti Kebijakan"


Namun bila kebijakan itu masuk akal dan dapat direalisasikan demi sebuah efisiensi dan efektivitas,


so , Why not ?!


Mungkin ini hanyalah sebuah gagasan yang memang perlu didiskusikan secara nasional. Saya menyadari bahwa pasti ada yang pro dan anti terhadap ide "KONYOL" saya ini.


Namun inilah sebuah kebebasan berpendapat dan dipersembahkan kepada anda dengan harapan dapat ditanggapi dan dikomentari oleh Dewan Juri dan semua yang hadir disini bahkan oleh semua pihak pihak.


Saya rasa di era percepatan dan jelang era revolusi industri 4.0 kita memerlukan terobosan baru yang mungkin saja dianggap ide " Konyol " hehehe.


Mungkin kiranya itu yang mampu saya sampaikan. terima kasih." penjelasan Darma.


" Baiklah saya sedikit menanggapi atas gagasan yang disampaikan oleh Sdr , Darma memang bagus, dan saya sangat setuju dengannya, namun gagasan itu tak mampu untuk diterapkan oleh semua kalangan Siswa.


Gagasan tersebut mengacu pada atau sama dengan ,


" sistem pendidikan akselerasi "


yang telah diterap kan oleh beberapa Negara di Dunia,yang konsepnya hampir sama.


Sebagia contoh yang sedang banyak di bicarakan saat ini,


" Aldo Meyolla Geraldino menjadi mahasiswa termuda di Universitas Gadjah Mada tahun akademik 2015/2016. Pada usianya yang baru 14 tahun, remaja kelahiran 19 Desember 2000 ini mampu menembus jenjang mahasiswa dan masuk di Fakultas Kedokteran UGM."


" Aldo menamatkan pendidikannya di Sekolah Dasar Negeri 16 Solo, Jawa Tengah, dalam lima tahun. Kemudian ia bersekolah di Sekolah Menengah Pertama 9 Solo. Ia menyelesaikan jenjang SMP dalam dua tahun. Lulus SMP, Aldo melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas 1 Solo. Di SMA pun, dia berhasil lulus dalam dua tahun."


Sesui gagasan Sdr. Darma memangkas masa sekolah mungkin beliau terinspirasi dari kisah , Aldo Meyolla Geraldino.


Tapi tak apalah.


Namun perlu dipahami,


Di Negara Negara Maju , sistem pendidikan Aksekarasi ,biasanya hanya diberikan kepada anak-anak ber-IQ lebih dari 140.


Namun, untuk di Indonesia, sekolah menerapkan kelas akselerasi bagi anak-anak normal yang IQ-nya yang hanya berata-rata 100-110.


Menurut saya, akan ada beberapa akibat buruk , bagi siswa siswa kelas akselerasi di Indonesia.


Dari sisi pelajar, anak kelas akselerasi bisa lemah dalam mematangkan kepribadian di sosial dan lingkungannya.


Sedangkan Dari sisi sekolah,


juga, mungkin akan banyak lembaga pendidikan yang meningkatkan biaya sekolah dengan menggunakan embel-embel akselerasi.


Karena ini Indonesia ,


apapun bisa dibisniskan. " ssst maaf "


“Sekolah akan mahal, padahal sebenarnya perbedaan kualitas antara kelas biasa dan mungkin akan berganti menjadi kelas akselerasi ( sesuai gagasan sdr Darma ) yang juga mungkin hampir tidak ada,”


Apa sebaiknya , sekolah di Indonesia mengikuti masa belajar yang normal,


sesui kelazimannya.

__ADS_1


Yaitu SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, dan SMP 3 tahun.


“Dengan begitu, sosialisasi dan pengembangan karakter serta kepribadian bisa dilakukan. Jadi, saat kuliah, mereka bisa mandiri,”


Bila ingin menyelesaikan studi lebih cepat, ia menyarankan dilakukan di tingkat sarjana. “Karena di tingkat itu, secara kepribadian dan ilmu, seseorang siswa itu kemungkinan sudah akan matang,”


Karena pada konsepnya, tingginya ilmu pengetahuan seseorang siswa tidak ada korelasinya ,atau menjamin dengan kematangan kepribadiannya.


Jadi memungkinkan banyak siswa yang sekolahnya sudah tinggi tapi gagap dalam pergaulan sosial, lantaran masih belum matang kepribadiannya.


Juga Di negara negara maju di dunia, banyak anak usia muda yang cepat lulus sekolah dan tinggi ilmunya tapi gagal dalam kehidupan.


“Bahkan banyak pula yang bunuh diri karena stres lantaran kepribadiannya yang tidak matang,”


Jadi saya pribadi setuju dengan Gagasan


sdr. Darma namun, Alangkah baiknya Alokasi atau Penempatan Gagasan tersebut , ditempatkan pada posisi yang tepat."


" terima kasih." penjelasan Ajeng.


Setelah Ajeng menyudahi penjelasannya dan berahirlah sesi Debat tersebut.


Antara Darma dan Ajeng , pada sesi debatnya membuat mereka masing masing memiliki suporter dadakan, yang menurut mereka para suporter itu, masing masing sependapat dengan Darma dan juga sependapat dengan Ajeng, yang memang Debat kali ini.


Lebih berisi dan berbobot.


Suara tepuk tangan dan sorakan kepada Darma dan Ajeng dari masing masing pendukungnya, kian terdengar.


Hingga MC, segera menenangkan Mereka.


" Baiklah para hadirin semua, Tahap Debat telah usai dan memungkinkan berahirnya Perlombaan LCC ini."


Dan mohon untuk dewan Juri membacakan hasil penilaian diantara ke dua Tim.


" Terima kasih, perlu saya sampaikan, kedua tim terlihat sangat apik dan juga


kedua tim sama sama memiliki kompetennya masing masing,


Hingga kami para Juri tak mampu menilai kedua Tim.


memang benar , ( tertawa )


kami tak bisa menilai mereka,


yang sama bagus menurut kami.


Jadi diantara Ajeng dan Darma memiliki , kemampuan yang hampir sama dan mereka berdua sama sama memiliki kompetennya atas dirinya masing masing yang memang diatas rata rata.


Jadi bagai mana kami menilai mereka,


merekalah Juaranya."


Ucap perwakilan dewan juri.


" Terus keputusan bagaimana , Dewan Juri yang terhormat, untuk kedua tim.??"


kata MC.


" Baik, mungkin saya yang akan menentukan penilaian dan mengumumkan Juara 1 dan 2 untuk kedua Tim.


Perlu saya sampaikan ,


Saya selaku Ketua panitia dan juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, menyampaikan Bangga kepada kedua Tim yang kususnya Untuk Darma dan Ajeng.


merekalah sosok Siswa yang Cerdas, energik dan dapat sebagai contoh untuk siswa siswa semua.


Dan dalam sepanjang perjalanan kami Panitia Perlombaan LCC, baru kali ini, menemukan peserta yang sehebat mereka. Yang mana mereka masing masing memiliki , skillnya masing masing. Hingga membuat kami tertegun saat mereka melakoni sesi Debat tadi.


Yang mana Darma dengan Gagasanya yang menurut saya Bagus dan juga dapat diterima.


Tanggapan dari Ajeng yang memang sangat Tepat sehingga membuat Materi itu lebih hidup dan mampu dipahami, dan menjadikan Gagasan dan Tanggapan itu , sebagai sebuah Saran atau Ide membangun, untuk


Sistem Pendidikan di Indonesia.


Dan perlu hadirin sekalian,


Acara ini disiarkan langsung oleh salah satu stasiun TV swasta, dan membuat jutaan pasang mata melihat kehebatan skill mereka.


Yang mana Bapak Menteri Pendidikan, menghubungi saya atas totalitas serta kompeten mereka dalam melakoni Perlombaan tadi.


Bapak Menteri Pendidikan menyampaikan bahwasanya, senang atas mereka Darma dan Ajeng dengan pembahasan Debat, mereka tadi.


Juga memberikan Penghargaan untuk mereka di sesion selanjutnya.


Kami mengucapkan Selamat kepada Darma dan Ajeng atas prestasi kalian berdua, semoga Ide dan Saran yang kalian rangkum dalam Debat tadi, mungkin dapat di terima juga dapat diterapkan, oleh Bapak Mentri Pendidikan." ucap Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota.


" Sesui Pertimbangan dari hasil penilaian dari kami Dewan Juri maka yang berhak atas juara 1 ialah." ucap MC


Juara 1 LCC, tahun 2016 adalah

__ADS_1


Ajeng dan Darma


__ADS_2