
juga para siswa dan siswi menyiapkan 10 orang perkelas, dari kelas 10, 11, 12 yang mana telah menyiapkan 1 soal untuk nantinya, dibacakan untuk menggebleng mereka ber 6 disesi latihan terahir, ini.
serta semua para guru juga, diminta menyiapkan soal soal nya juga.
Ahirnya, upacara selesai dan semua siswa diminta untuk langsung menuju Aula.
sesi latihan terahir dimulai,
mereka ber6 sudah menempati mejanya sesuai formasinya masing masing.
Dan bersiap menerima soal dari guru juga perwakilan siswa.
Tahap demi tahap, sudah mereka lalui dan mampu menjawab soal dari guru.
Dan membuat detak kagum dari kalangan guru juga kalangan siswa.
Ahirnya sampailah tahap dimana pertanyaan dari perwakilan siswa,
dan satu per satu telah membacakan soalnya yang juga mereka dapat menjawabnya,
dalam sesi ini tak ada rebut nilai dari masing tim, mereka bersama menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru dan siswa terpilih bergantian.
Pada saat sampai giliran Darma di berikan soal, oleh seorang perwakilan siswa dari kelas 10, setelah siswa tersebut mulai membacakan soal, Darma pun sudah tahu arah , soal tersebut,,
" Mohon maaf dek, untuk soal ini, saya tak mampu menjawab, karena memang soal ini memang tak ada jawabannya, pasti.
Saya tahu maksud adek memberikan atau memilih, soal ini sebagai jebakan untuk saya, bukan? yang memang tak ada jawaban pastinya.
Karena memang soal ini akan muncul 2 jawaban yang berbeda.
Juga Bahwasanya ini sudah saya debatkan kepada Bapak Yongki, selaku Guru mata pelajaran Matematika Kelas 10, dan soal ini dari buku paket matematika halaman 60 semester 1 , di soal nomor 23, ulangan harian.
Yang mana saya dan Pak yongki kala itu, bersih keras dengan pendapat kami masing masing, karena Pak Yongki, berpegang dengan kunci jawaban juga pendapatnya, dan saya menganalisis dari logika, dan pendapat saya sendiri.
Dan membuat kami agak bedebat untuk beberapa saat.
Mari kita telaah ya,
soal " 6:2(2+1)\= "
akan memiliki dua jawaban yaitu 9 dan 1,
mengapa demikian, karena menurut Rumus penghitungan yang selama ini kita pelajari bahwasanya pembagian lebih didahulukan, namun sebenarnya perkalian lah yang lebih dahulu pada soal diatas,
jadi soal ini dinilai tak ada jawaban pasti, dan coba buktikan dengan kalkulator atau Kalkulator ponsel, maka hasilnya di kalkulator 1 dan di kalkulator ponsel 9.
" Jadi tepat, anda memilih soal ini, untuk menjebak ku , bukan, apakah benar, begitu dek? " Apabila aku menjawab 9 maka kamu akan meyalahkan dengan metode perkalian dulu, yang memiliki jawaban 1 dan sebaliknya.
Soal tersebut sama halnya dengan petanyaan berikut,
lebih dulu mana Telor dengan Ayam?.
yang mana setiap orang akan menjawab beda beda dengan logikanya masing masing.
kemudian siswa kelas 10 itu menjawab.
" Aku salut denganmu Kak darma,, kakak begitu cerdas. dan paham akan tujuanku."
dan tepuk tangan dari semua yang berada disitu.
" Baiklah ,kita tunda sebentar sesi latihan ini, dan waktunya istirahat," ucap Pak Dadang selaku pembawa acara.
Siswa kelas 10 tadi yang memberikan soal tersebut , terlihat menghampiri Darma dan menyalaminya,
" Aku ingin sepertimu,, kak." ucap siswa kelas 10.
Darma pun menasehatinya.
" Jangan, jadilah untuk dirimu sendiri, dan asahlah kemampuanmu, mungkin saja kamu akan lebih baik daripada aku.
Giatlah dek, suatu saat kamu pasti akan menempati diposisi kami,, menggantikan kami dan pastinya akan lebih baik dari kami, ukirlah sejarah selanjutnya.
good luck." ucap Darma.
" Terima kasih kak, aku termotivasi dengan kecerdasan kakak, dan juga aku akan menggantikan posisi kakak dilain kesempatan."
ucap siswa itu dan meninggalkan Darma.
" Baguss," acungan Jempol dari Darma.
" Sudah banyak Fans loo,"ucap Sintya.
" Ah, biasa saja." jawab Darma.
" Kita istirahat disini saja aku sengaja membawa bekal," kata Sintya.
" Kami juga bawa." kata Rana Rani.
" Ya sudah , buruan bawa sini, aku sudah lapar." ucap Darma.
" Sebenarnya aku juga bawa namun kalian sudah pada bawa bekalku untuk nanti siang saja ya." ucap Ajeng.
" Woy, kucaii mana bekalmu, kalo tak bawa tak boleh makan." ucap Darma mengatai Ferik.
" Kamu saja tak bawa cuma mpang bange juga. " kata Ferik.
dan semua tertawa.
__ADS_1
Saat mereka asyik, makan bekal dari sintya dan rana,serta asyik bercanda. mereka dikagetkan oleh
kedatangan bu pandu.
Bu pandu ,pun mencoba ikut nimbrung , serta ikut makan bekal yang dibawa mereka, serta menanyakan satu persatu langkah mereka setelah lulus , SMA, nanti.
Rana dan Rani akan sama sama masuk ke Fakultas Arsitek
Ferik akan melanjutkan ke Fakultas Hukum
Sintya akan melanjutkan ke Fakultas kedokteran
Ajeng akan melanjutkan ke Fakultas IT dan komputer pemograman.
Darma belum punya gambaran Bu.
" Loh gak bisa begitu harusnya kamu dari sekarang sudah menentukannya." Kata Bu Pandu.
" Ekpektasi tak seindah Realita. " jawab Darma.
" Mengapa? karena Saat kita berencana , dan berniat untuk meraih keinginan itu, kita tak tahu hal apa yang kita hadapi saat usaha kita meraih keinginan itu, dan dapat dipastikan akan keluar jalur dari yang kita sudah usahakan.
Contoh sederhana,
Saat kita ingin menuju suatu tempat dan kita tahu tempat itu berada disana,,
namun saat kita akan menuju kesana mungkin ada sedikit kendala,
," ditengah jalan , terdapat sebuah lubang besar dan berisi genangan Air "
mungkin kita akan memikirkan beberapa cara, untuk melewatinya.
dengan menceburkan ke lubang itu, atau
mencari jalan lain kesana walau agak jauh yang penting sampai,
,, pada opsi , menceburkan diri pada lubang itu, kita nantinya akan memiliki opsi lain, lubang itu dalam atau tidak,
kalo itu dalam dipastikan agak sulit untuk melewatinya, sedangkan kalo memang itu dangkal kita mampu melewati nya dengan mudah, namun kita tak tahu yang sebenarnya dalam atau dangkal, teruskan atau gagalkan, dan seterusnya.
Jadi segala upaya kita, untuk meraih sesuatu akan dihadapakan dengan opsi opsi dimana opsi itu akan ada opsi opsi lanjutan, dan seteruanya.
Jadi, kesimpulan saya adalah, berhenti spekulasi jalani yang Pasti."
pendapat Darma,
" Sebentar,,
Setidaknya kita bisa merencanakan, itu lebih dulu, mungkin juga rencana itu sebagai tujuan hidup kita,,
karena hidup adalah pilihan.
seperti kita menentukan pilihan tentang Agama , pilihan tentang Pasangan, Teman, dan lainnya.
sebagai contoh: Bu Pandu, sekarang yang menjadi guru kita, itulah pilihannya, yang memang ingin menjadi guru, maka beliau bersusah payah dalam mengupayakan usahanya untuk menjadi seorang, Guru.
Jadi,
Rencana pilihan tujuan, perlu.
dan semua itu tak ada yang sia sia.
rencana menentukan pilihan hingga membawa kita sampai tujuan."
pendapat Ajeng.
" Bentar bu pandu, jangan jawab dulu." Darma menyela,
" Benar, rencana pilihan tujuan itu, perlu
tapi, bahwasanya , kita bisa menentukan pilihan kepada siapa kita memilih pasangan kita,tapi apakah kita sadar pada hakikatnya, dalam memilih pasangan adalah berawal dari rasa cinta,, dan rasa cinta itu, datang dari siapa,
rasa Cinta adalah ciptaan tuhan, untuk semua mahluknya.
Jadi pada intinya pilihan kita menentukan pasangan karena atas pilihan Tuhan menciptakan rasa Cinta, sehingga kita dapat mencintai dan memilih pasangan kita. Atas andil Tuhan."
" Jadi kita serahkan , semuanya Atas Rencana Tuhan."
" Seperti pilihanku memilihmu, itu atas pilihan Tuhan untukku."
pendapat Darma kemudian tertawa.
" eya eya eya "
Semua ikut tertawa..
" Sudah,, mungkin saya bisa jadi penengah atau moderatornya," ucap Bu Pandu kemudian melanjutkan.
" Pada intinya pendapat kalian itu sama,
yaitu satu,
Hakekat dan Hakiki
yang konteksnya samadengan
Manusia diciptakan Tuhan,
__ADS_1
pendapat Ajeng yang menganalisis tentang Dirinya sebagai manusia
dan pendapat Darma yang menganalisis tentang Proses Kehidupan dengan Tuhan.
" manusia hanya bisa berencana tuhanlah yang menentukan "
Juga, menurut Agama kita masing masing,
dalam umat kristiani, menjelaskan
arti Salib ⛪ dimana kita ketahui
lambang salib, menggambarkan 2 garis , horisintal dan vertikal
yan mana arti dari kedua garis itu ialah :
garis Horisontal , adalah proses kehidupan dengan sesama manusia,, seperti Pendapat Ajeng,
( seperti nama nya Ajeng yang berarti Ratu dimana Ratu adalah tingkat tertinggi dari proses kehidupan manusia, yang juga ratu menggambarkan Sikap dan Sifat manusia pada hakekatnya )
dan Garis Vertikal , adalah proses kehidupan dengan Tuhannya, seperti pendapat Darma
( juga sama seperti Namanya Darma artinya keyakinan , keyakinan terhadap kebesaran tuhannya yang hakiki,)
sedangkan dalam Umat Muslim, juga telah kita ketahui bahwasannya 2 kalimah syahadah ,,
Ashadualla illa ha illallah, wa ashadu ana muhammadur Rosullullah,
yang artinya
Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi muhammad Utusan Allah.
yang juga memiliki konteks yang sama,
Bukan begitu Darma Ajeng,,
Tanya Bu pandu,,
tepat sekali Bu, jawab Darma
Namun, Debat kali ini belum selesai Bu, aku juga perlu, mengutarakan lebih detail dari pendapat saya,,
walaupun pada intinya nya sama,
tapi, apakah bisa mengartikan
untuk apaTuhan menciptakan Manusia,
dan
Untuk apa, diciptakannya Manusia oleh Tuhan,,
dua kalimat ini intinnya sama!!
namun akan berbeda penjelasannya!?
ucap Ajeng,
stop, Ajeng , tak akan selesai ini,, ucap sintya
Iya, pusing aku mendengar debat kalian,,
pusing pusing pusing, ucap ferik dengan gayanya centil
dan membuat mereka tertawa.
Aku punya 1, pertanyaan untuk kalian berdua,,
Kalian tu makannya Apa , sampai kalian berdua Mampu memikirkan sampai dengan Hal hal ,yang tak masuk akal atau yang tak bisa di pahami oleh logika,
namun kalian mampu memahaminya,
pada dasarnya kecerdasan kami hanya bisa mencakup Logika saja, yang mampu di pahami oleh pemikiran manusia pada umumnya.
seperti proses, terbentuknya Buku,
yang mana Orang menuliskan beberapa huruf, menjadi kata, kalimat, paragraf, bab dan selanjutnya jadilah buku.
Namun kalian mampu memikirkan sebuah proses dimana akal manusia tak mampu menangkapnya,
seperti perdebatan kalian tadi?!
ucap Rana,
oh ya, Mungkin kalian kalo menikah dan memiliki
Anak, nanti,
anak kalian itu, mungkin mempunyai
title
prof, doctor, insinyur, master, dan lain lain,
kali yaa,,
ucap Rani polos, dan membuat tawa mereka semua..
__ADS_1
Darma dan Ajeng , tersipu malu dan ikut tertawa.