
Kemudian mereka dipersilahkan untuk pulang , " karena sesi latihan telah usai,
dan sampai bertemu kembali.
pada sesi latihan selanjutnya." ucap Bu Pandu.
mereka pun segera meninggalkan ruangan, yang mana Darma yang bersiap ikut latihan taekwondo.
…..namun
tiba tiba, Ferik mengajak mereka untuk makan bersama di kantin , dan berniat mentraktir mereka, demi menjalin keakraban diantara, mereka,
mereka pun bersorak senang atas traktiran ferik,
namun Darma terlihat seperti mau menolak, karena niatanya yang ingin latihan taekwondo,
namun dengan sigap ,
ajeng langsung memegang tangan darma sebelah kiri, diikuti sintya pada tangan kanan,
kemudian Rana dan Rani mendorong Darma dari belakang,
seakan mereka memaksa , supaya Darma mau mengikuti mereka.
Keadaan itu membuat,
Darma tak dapat menolaknya.
Setiba dikantin mereka memesan makanan,dan minuman, mereka masing masing,
***
sepeninggalan Ke6 siswa ,
Pihak, guru , membicarakan Darma,
" Sungguh jenius anak itu, dengan sedikit bertanya, ia mampu mengetahui apa yang jadi pemikiran kita, semua."
ucap Bu Pandu.
" Benar, juga caranya menjelaskan saran dan pendapatnya,
seakan juga , atau seolah memaksa kita untuk, melakukan. Apa yang jadi pemikiran nya.
seakan kata katanya seperti menghipnotis kita untuk mengikuti sesui pemikiran nya."
ucap Bu Nesty.
" Sebenarnya, di saat sesi latihan, tadi ketika pak dadang memberikan soal cerita matematika, darma seolah agak berfikir lama, namun ia lakukan itu, hanya taktiknya, memberikan kesempatan kepada pihak Tim A , untuk menjawab, agar adanya sebuah perlawanan yang mungkin membuat sesi latihan itu seakan hidup." ucap Bu Pandu.
" Ah, dasar kau Darma, sesuai tingkah nakalmu yang seimbang dengan Kecerdasanmu." ucap Pak Dadang.
" Mari kita siapkan soal soal jebakan untuk mereka,, dan juga bubuhi sebuah pertanyaan / soal lisan, pilihan ganda yang tak ada jawabanya,
supaya mereka terkecoh, dan
coba kita liha besok, dapatkah mereka, menjelaskannya tentang itu." ucap Bu Nana
" Lakukan lah yang terbaik bersama sama, mereka, yang mana sebelumnya, Saya yang setengah setengah dalam menghadapi perlombaan ini, Yang memang , benar, ucap Darma,
bahwasanya perlombaan ini Program pemerintah, bila tak menurunkan siswa akan di beri sangsi,
juga karena saya yang gak mau ambil pusing dalam perlombaan ini,
yang mana."
" Sekolah kita yang memang sudah menjadi sekolah Favorit,, dan banyak dari siswa sekolah ini, maju dan memenangkan dalam segala bidang perlombaan, dibeberapa tahun lalu."
" Pada dasarnya, bukan berkat dari kita sebagai guru, namun siswa siswa itulah.
hingga dapat memenangkan dalam berbagai perlombaan, karena memang berkat usaha mereka sendiri. Bukan karena kita sebagai guru mereka.
Bahwasanya memang kita kurang bersungguh sungguh dalam membimbing mereka.Sebab pemikiran kita yang, terlalu ciut,menganggap, Upaya kita sebagai guru yang sudah mengajar serta membimbing mereka di dalam atau diluar keras,
membuat mereka mampu melakoni dalam perlombaan tersebut, tanpa ada bimbingan lagi. Yang memang itu salah besar. Dengan pemikiran kita itu,
juga membuat kita kurang, Open,
kepada mereka mereka,sehingga membuat sekolah kita, dalam rentang waktu 2 tahun terahir,
tak mampu mencetak juara. Dalam segala bidang perlombaan."
" Dan berkat ucapan Darma, Ahirnya menyadarkan saya, yang mana saya sebagai Kepala sekolah di 5 tahun ini, telah Gagal,dalam berkontribusi untuk sekolah ini."
" Oleh sebab ini, saya pribadi mengajak semua guru untuk mulai saat ini kita rubah pola pikir kita dan cara kita sebagai guru atau pembimbing, siswa siswi sekolah SMA N 1 ini, agar lebih, Open dengan semua siswa/i.
agar kejadian di tempo lalu tak terulang lagi,dan mampu menciptakan siswa/i lulusan terbaik juga Siswa/i berkompeten, sehingga dapat mengharumkan nama sekolah kita ini.
yang di ahir ahir ini kita gagal."
" SMA N 1, YES YES YES."
Kata kepala sekolah mengahiri penjelasannya.
Begitulah, ahirnya antara guru dan murid saling bekerja sama untuk meraih kemenangan perlombaan yang mana sebelumnya, hanya keinginan biasa tanpa adanya keinginan untuk menang.
karena atas ucapan Darma,
membuat para guru pun ahirnya, berniat, meraih kemenangan itu.
***
Setelah pesanan mereka tiba, dan masing masing mereka , mulai melahap makanannya.
Sambil merencanakan misi dalam perlombaan nanti.
" Darma, harusnya kamu tak menahanku, saat kita, akan menjawab soal, biar Tim A kalah Poin, telak, dari kita, saat pertanyaan menjebak dari Pak Dadang. "
kata Sintya.
__ADS_1
" Benar, mungkin tadi kita lebih unggul 50 poin dari tim A," timpah Rana
" Bukan aku menahan, cuma ingin tahu dengan jawaban mereka,,
Karena pada dasarnya Pertanyaan pertanyaan menjebak, seperti yang di bacakan pak dadang akan sering muncul,
Pada Tahap II,
karena berisi soal soal jebakan, salah salah, kita malah kena, kurangan Poin.
Jadi pada Tahap II kita harus lebih waspada.
bahwasanya Ajeng Ferik dan Rani, sudah punya jawaban namun, mereka ragu , karena takut kehilangan poin, jadi saranku agar lebih tenang."
ucap Darma
" Benar, kami pada soal cerita tersebut, yang memang menjebak, dengan rentan waktu yang hsnya 60 detik, membuat kami sedikit ada keraguan dalam menjawab. seperti takut akan kehilangan poin."
jawab Ajeng
" Aku, tahu maksudmu, dengan menahan mereka, dan menatap kami, seolah memberi kode kepada kami untuk segera menjawab, bukan,
dan juga menyuruh kami untuk menghilangkan semua keraguan ,itu.
Kamu cerdas, Ma,
aku bangga dengan mu." ucap Rani,
" Halah, itu cuma akal akalan Darma, saja,
tapi, tapi, tapi
dan dibalas sorakan dari semua temannya
" Tapi apa!? "
tapi benar, deh, kamu Cerdik.
aku juga salut dengan mu Maa."
ucap Ferik.
" Huuuuu huuuu.!!." sahutan dari teman temannya.
Merekapun, mulai memperlihatkan keakraban mereka,, satu sama lain..
yang memang sebelumnya sudah akrab namun, karena berbeda kelas dan jurusan maka keakraban mereka dulu sedikit memudar.
Di hari hari berikutnya, merekapun terlihat, sering berkumpul bersama, disela sela jam istirahat,
kadang dikantin, di aula dan di perpustakaan dan tempat lainnya.
mereka selalu menyempatkan diri untuk berkumpul dan saling bertukar pikiran, demi satu tujuan yang sama, yaitu menjuarai perlombaan nanti.
Keadan Darma yang sibuk berkumpul dengan mereka berlima.
membuat, teman teman Sekelas Darma atau Geng Darma , mengejeknya,,
namun Darma tak menghiraukan,,
Dia mengatakan kepada temanya. Tunggu Lomba ini usai, kita Sparing guys, sepertinya Otot ototku sudah pada kaku."
ucap Darma.
Yang mana geng Darma rata rata anak taekwondo semua.
" Gimana tak kaku."
" Berdekatan dengan Ajeng setiap hari."
" Wow "
ucap teman teman Darma.
Yang memang Ajeng adalah Wanita idaman di Sekolah Ini,, sikapnya yang lembut, kalem dan juga Cantik,, membuat dikalangan Siswa pria mengidolakannya, juga berlomba lomba ingin memacarainya,,
maklum dimasa masa puberitas,
dikala SMA, itulah puncaknya.
" Ah, biasa saja, Aku tak begitu tertarik dengan Ajeng,,
karena aku tuh sebenarnya tertarik pada Ferik ", " hahaha tertawa." ucap Darma
Semua ikut tertawa.!
Darma dan temannya terlihat asyik bercanda, karena saat itu, jam kosong , karena guru mata pelajaran yang, absen,
Hingga ahirnya, Ajeng dan Rani datang ke kelas mereka,, karena menjadi Asisten Guru.
Seketika, mereka mendadak diam dan tenang,, seperti mati kutu.
" Pucuk dicinta ulam pun tiba." ucap Aldi kepada Darma, karena baru saja diomongin Ajeng, seketika ia datang.
" Selamat siang semuanya." ucap Ajeng
"Selamat siang Ajeng." ucap mereka siswa laki laki, seakan menggoda Ajeng.
" Karena Bu Nesty berhalangan , maka saya diminta beliau untuk menyampaikan tugas, tugas itu ialah
membuat sebuah karangan cerita,,
Bahasa Indonesia, dengan Tema,
Masa SMA,
yang mana cerita terbaik akan di Post di Mading,, jadi diminta untuk mengarang dengan baik.
dan adakah pertanyaan." ucap Ajeng,,
__ADS_1
" Tanya Ajeng, boleh tidak Kalo judul nya , I LOVE U Ajeng, boleh," kata Seorang Siswa Pria, menggoda dan menimbulkan tawa semuanya.
Dan berbagai godaan candaan, dari siswa laki laki,,
menyahut satu per satu.
Ajeng hanya tersenyum,, dan melanjutkan penjelasannya,
" Baiklah, kalo tidak ada pertanyaan ,
ini Lembar kertas Folio,nya. dan bila nanti sudah mohon ketua kelas, untuk mengumpulkannya.
Mohon ketua kelas, bisa membagikan lembar Kertas Folio ini."
ucap Ajeng.
Dan Darma sebagai ketua kelas bergegas bangkit dari kursinya dan menghampiri Ajeng untuk menerima lembar kertas folio tsb.
ketika Darma maju menghampiri Ajeng,
" Darma 1990,
Ajeng Rindu itu berat, biar aku saja.
Goda ", teman sebangku Darma,
dan menimbulkan derik tawa semua hingga membuat heboh,,
Darma, seketika mengangkat tangannya, seolah menenangkan mereka,
ketika teman temannya, sudah tenang seketika Darma ,
bersujud dihadapan Ajeng menerima tugas , yang dibawa Ajeng,,
seperti seorang pria yang akan melamar wanitanya.
Dan keadaan itu pun membuat, semua teman teman sekelas heboh,
cuit cuit, dan seakan memberikan alunan sebuah lagu untuk darma dan ajeng,
Ajeng terlihat malu, dan menyodorkan tugas yang dibawanya, kepada Darma,
kemudian menarik Tangan Rani seraya mengajak Rani untuk segera meninggalkan ruang kelas itu,
karena Malu.
kawan kawan darma berlari menghampiri Darma, dan memukulinya, seolah, tak percaya dengan tingkah darma, juga mereka seakan Iri, dengan Darma yang mempunyai kesempatan merayu Ajeng..
" Anjing loo kucaii "
" Gila loo woyy "
makian ( candaan ) terus dilontarkan teman temanya, kepada Darma.
Sudah woy,, sakit Cumiik, ucap Darma.
dan membagikan satu per satu lembar Folio itu,
mereka sekelas pun, mengerjakan Tugas mengarang itu, namun dengan seenak jidat mereka, Karena jam kosong tak ada guru, jadi mereka terlihat santuy,, dalam mengerjakan Tugas itu,
Disela sela Darma mengerjakan tugas mengarangnya,
" Sudah Pacarin aja, tu si Ajeng", ucap Aldi teman sebangkunya juga teman karib Darma,,
" Halah,, Macarin Ajeng sama saja cari matii," ucap Darma
" Lhooo, kok bisa ". tanya Aldi
" Inget gak kamu, waktu itu, di kejuaraan taekwondo, tingkat nasional ,
yang mempertemukan ku di babak semi final, dengan bintara Akpol, yang juga aku kalahkan, itu.
Dia itu adalah kakak Ajeng,"
ucap Darma.
" Bener dulu woy,"tanya Aldi
" Beneran cumii, dan sempat menemuiku beberapa ,waktu lalu.Dia bersama kawan kawannya, yang sama sama dari kesatuan Akpol, menunjukan ketidak terimaanya atas kekalahnnya atas diriku.
Hingga Dia mencoba menantangku untuk pertandingan ulang!
Namun aku hanya membiarkannya,, tak menghiraukan tantangannya, karena menurutku Dia Gila." kata Darma.
" Iya, tah,, harusnya looe jabanin aja, biar gak songong gitu, karena skill mu lebih unggul dari mereka,, jadi hajar saja sampai keok." Ucap Aldi
" Ah, pusing ngladeninya mah," ucap Darma
" Trus kok kamu bisa tahu kalo dia, kakak Ajeng." tanya Aldi
" Dulu waktu SMP , aku pernah main kerumah Ajeng untuk tugas kelompok, dan bertemu dengan kakaknya itu.
Aku pun Kaget waktu, itu, yang harus melawan Dia di semifinal." jawab Darma.
" Pengen Coba jajal, aku dengan Nya, walau hanya sparing,, saja,, jangan karena Dia Akpol, bisa songong gitu,, dia kira kite takut apa yak!? " ucap Aldi.
" Sudahlah,, yang penting tak menyenggol kita duluan, kalo nyenggol , yaa ,kita Bacok." ucap Darma,
" Siap, broo,, kita tunjukan, kepada mereka, kami tidak takut, dengan gertakan mereka."ucap Aldi.
Kemudian Bell berbunyi tanda, Pulang sekolah,, dan tugas teman temannya dikumpulkan kepada Darma, dan Darmapun membawa tugas itu menuju kantor, untuk meletakkanya di meja Bu Nesty.
" Minggu besok aku ijin lah,, gak ikut latihan lomba, aku ingin sparing denganmu lhoo kupleeekk."
ucap Darma
" Okeh, siapa takut,, mungkin ini kesempatanku, karena jarangnya kau berlatih, jadi kemungkinan besar aku akan mengalahkanmu, jadi otomatis aku jadi juara tingkat nasional. karena berhasil mengalahkanmu." ucap Aldi, dan menunjukan kesombongannya,
" Sombong kau kisanak,, gua, patahin kakimu baru tahu rasa." kata Darma,
__ADS_1
" Ya sudah, Aku mau nongkrong sama anak anak, kalo loe sudah selesai susul kami. " ucap Aldi dan meninggalkan Darma.
" Ocee," ucap Darma, dan kemudian masuk ke kantor dan meletakkan tugas dari Bu Nesty. Terus menuju kelas tempat latihan, untuk mengikuti sesi latihan lanjutan seperti biasa , karena waktu yang masih tersisa 2 minggu lagi untuk perlombaan.