TAMTAMA 2019

TAMTAMA 2019
Bu Pandu


__ADS_3

" Apakah kamu hari ini ada acara Ma,"


tanya Bu Pandu.


" Tidak, Bu." ucap Darma.


" Bisa antarkan kami kerumah neneknya, Tikka, tapi kalo kamu mau pulang dulu ya gpp, nanti kesini lagi," ucap Bu Pandu.


" Kalo sekarang saja gmn Bu,


kalo sudah dirumah, mungkin aku akan sibuk. bantuin ibuku," ucap Darma.


" Ya sudah tunggu, kami ganti baju, kalo mau makan dulu atau minum ambil sendiri, biasa saja disini."


ucap Bu Pandu.


Darmapun masuk, dan menuju dapur rumah Bu Pandu,


Bu Pandu juga menyuruh Tika untuk segera mandi dan berganti baju.


Di dapur itu, Darma duduk kursi di meja makan sambil menuangkan segelas Air dan meminumnya sambil menunggu, Bu Pandu dan Tika mandi, dan berganti baju,,


dan melihat TTS, di ujung meja, kemudian mengambilnya dan mengisinya,


5 menurun, 5 kotak B____,


akan dilakukan?


Belum,


Saat darma sedang , asyik mengisi TTS,


Bu Pandu datang menghampirinya , dengan keadaannya yang masih berbalut Handuk saja, karena sehabis mandi,


beliau menghampiri Darma dan mengambilkan beberapa kue dan air dingin, dari dalam kulkas,untuk Darma, serta berkata, " sudah kalo mau makan minum ambil saja, gak usah malu malu,, "


ucap Bu Pandu lalu meninggalkan Darma.


Seketika Darma tercengang, saat keadaan tadi, dimana Bu Pandu yang hanya berbalut handuk saja memungkinkan bagi dirinya melihat badan dan sedikit bagian payudaranya, yang telihat menjulang karena sebagianya tak terbalut handuk.


Darma seakan panas dingin saat itu, bagaimana tidak diusianya sekarang , melihat seperti itu membuatnya, seakan memunculkan birahi lelaki dewasa.


Darma pun coba menenangkan dirinya sambil makan kue juga meminum air es,


Namun setiap saat setiap waktu, memunculkan bayangan kejadian itu,dalam benak Darma, uuuhh ggrrrr.


Setelah selesai, Bu Pandu mengajaknya segera untuk pergi ke rumah nenek Tika.


Wah , ternyata Bu Pandu , kalo dandan biasa tak pake seragam guru, wow, bgt,


Bu Pandu masih terlihat cantik, elegan, walau diusia yang tak muda lagi. Takhayal Aldi dan Angga selalu terobsesi dengan Bu Pandu yang mengatakan mirip artis Yeyen.


Darmapun segera melajukan motornya menuju rumah nenek Tika, dan Bu Pandu memberi arahan menuju rumah nenek Tika,, perjalanan cukup jauh, mungkin ditempuh kurang lebih 1 setengah jam perjalanan.


" Ma, mungkin nanti agak lama,


apakah tak mengganggumu besok,


nanti capek, kalo tidak, setelah sampai kamu pulang duluan saja, Ibu danTika biar naik Ojek saja." ,ucap Bu Pandu.


" Alahh tanggung Bu,


sudah biasa saya, Buk, mungkin dengan ini seperti ku, merefresh pikiran, supaya besok saat lomba aku dapat lebih fresh,


juga," jawab Darma.


Tibalah, di rumah, Nenek Tika,


Bu Pandu dan Tika, langsung masuk rumah, nenek Tika.

__ADS_1


Darma sambil menunggu Bu Pandu berjalan jalan sekitar tempat itu mencari warung untuk membeli sebungkus rokok,


dan kembali, menuju rumah nenek Tika.


Sesampai rumah nenek tika , Darma dikagetkan suara triakan marah , Bu Pandu.


Namun Darma diam saja tak berbuat apa apa dan meneruskan menghisap rokoknya, duduk di bangku dibawah pohon ceri , depan rumah nenek Tika.


Walau , dalam batin Darma bertanya tanya , akan keributan yang terjadi dirumah itu, sehingga membuat Bu Pandu, sampai berteriak,marah sekencang itu.


Namun, karena bukan hak, Darma,mencampuri urusan mereka dan menurutnya Darma hanya seorang ojek, jadi Darma pun hanya diam saja.


Karena merasa sedikit jenuh menunggu, mungkin Bu Pandu masih agak lama, Darma kembali kewarung untuk ngopi,dan akan kembali kalo Bu Pandu sudah selesai dengan urusannya.


Namun baru beberapa langkah , mau sampai di depan Warkop, Hpnya berdering telpon dari Bu Pandu.


" Darma kamu dimana, ayok kita pulang " ucap Bu Pandu dengan suara agak serak seperti habis nangis.


" Iya, buk, " jawab Darma kemudian berlari menuju rumah nenek Tika,


sesampainya disana Bu pandu terlihat sudah siap mengenakan Helmnya, mengajak darma segera pulang, dan terlihat Suami Bu Pandu di depan pintu rumah menyaksikan kepergian mereka.


Darma pun melajukan motornya dan tak bertanya apa apa tentang kejadian yang menimpa Bu Pandu,karena juga terlihat Tika yang masih menangis dalam rangkulan Bu Pandu dan mencoba menenangkannya.


Sampai, di pom bensin karena , motor mereka kehabisan bensin,


Bu Pandu meminta Darma untuk beristirahat di kantin SpBu, dan memesan makanan. Disitulah Bu Pandu menceritakan semua kejadian yang Beliau alami.


" Sebenarnya, pernikahan kami, selama beberapa tahun belakangan ini sudah tak harmonis lagi, karena memang Nenek dan Kakek tika yang ingin memiliki Cucu Laki laki, sebagai penerus keluarga mereka yang nota bene bersuku Batak. Kejadian itu di perparah,saat mengandung anak kedua ku, saat itu Ibu mengalami kecelakaan,hebat hingga mengharuskan Dokter mengoperasi dan mengeluarkan janin dalam kandungan Ibu, dan dapat dipastikan aku tak dapat memiliki Anak lagi. Yang sebenarnya sih Bisa, namun karena Ibu masih trauma , Ibu meminta untuk menunda kehamilanku. Oleh sebab itu, Bapaknya Tika, juga atas desakan orang tuanya, memutuskan untuk menikah kembali tanpa sepengetahuan kami, dan sudah mempunyai Anak laki laki, buah pernikahan keduanya, yang berusia 3 tahun,


Kemudian tempo lalu, Bapak tika, mengatakan ada tugas keluar kota, namun ternyata , itulah sebagai alasannya untuk mengahiri pernikahan kami.


Siang tadi Bapak Tika, menelponku, dan berkata, Akan segera mengurus perceraian. dan juga mengatakan sekarang dia tinggal dirumah orang tuanya dan telah menikah lagi dan memliliki seorang Anak laki laki,


Saat aku, ke rumah nenek tika, tadi,, mereka memberiku pilihan,


Akupun Menolak,


wanita mana yang mau dimadu,,


dan akupun sudah tak sudi, mempertahankan pernikahan ini, Atas penghianatan ini,


aku mampu bekerja dan menghidupi Tika sendirian, juga Harta peninggalan orang tuaku juga banyak, jadi persetan dengan mereka.


Eh, maaf ya Ma, aku kok malah curhat, denganmu,, " ucap Bu pandu.


" Tak apa bu, kalo itu perlu, guna membuat hati dan perasaan ibu, nyaman,,


bahwasanya , peluh yang dipendam maka akan menjadi borok dalam hati, mungkin akan menimbulkan hal hal yang tak kita inginkan,,jadi alangkah baiknya dituangkan." jawab Darma.


" Baiklah terima kasih Ma, sudah mau mendengarkan peluh kesahku, mari kita pulang, ini juga sudah malam, perjalanan pulang juga masih sangat jauh,, besok kita harus bersiap siap juga, untuk mengikuti Lomba," ucap Bu Pandu.


" Apa sebaiknya Ibu, ijin saja, kan bisa Pak Dadang yang mendampingi kami, karena keadaan ibu yang begini. " ucap Darma.


" Tidak, aku baik baik saja, juga aku ingin melihat kalian dalam perlombaan itu, mungkin akan keseruan keseruan yang kalian ciptakan. ucap Bu Pandu.


" Baiklah, mari Bu," ucap Darma dan mengajak Bu Pandu dan Tika segera pulang.


Beberapa saat kemudian mereka sampai, kerumah Bu Pandu, terlihat Tika yang terlelap tidur di atas motor karena terlalu lama dalam perjalanan.


karena Tika yang dibangunkan tak kunjung bangun , maka Darma berinisiatif langsung menggendong Tika,lalu membawanya masuk ke kamarnya,dengan diarahkan Bu Pandu menunjukan kamar Tika, kemudian Darma membaringkan Tika pada tempat tidurnya.


Saat Bu pandu naik ketempat tidur untuk menyelimuti Tika, ketika mau turun beliau tersangkut selimut Tika, dan seakan mau terjatuh. Mengetahui hal tersebut dengan sigap Darma menangkap Tubu Bu Pandu, namun malah tubuh Bu Pandu menubruk Darma, dan membuat mereka sama sama terjatuh, dimana tubuh Bu Pandu menimpah diatas tubuh Darma,


keadaan tersebut membuat Darma dan Bu Pandu diam seketika, kemudian tersadar Bu Pandu bangun dari tubuh Darma,


" Maaf Ma," ucap Bu Pandu.


" Gak a papa Bu ,ini kecelakaan." ucap Darma.

__ADS_1


Lalu, Darma segera pamit untuk pulang,, karena sudah malam, juga keadannya yang masih memakai celana sekolah,


terima kasih ma, telah merepotkanmu, ucap bu pandu dan memberikan sejumlah uang,


Darma pun menolak, namun bu pandu memaksa dan berkata, untukmu beli rokok,


Darmapun , segera pulang,


sampai dirumah pun Darma dimarahi Ibu dan Bapaknya, karena pulang malam, dan belum berganti pakaian yang masih memakai seragam,


Ibunya mengatakan kalo pulang sekolah tu pulang dulu, baru main, jangan karena ada motor jadi kluyuran terus,,


kemudian Darma menjelaskan bahwasanya ada latihan besok Lomba, jadi pulangnya agak malam,


ki, dikei duit meneh karo pak kepala sekolah,, ucap darma dan menunjukan uang pecahan 100ribuan,,


Di tabung buat bayar sekolah, ora dinggo mabok karo ngrokok,wae, ucap bapaknya


Iyo, pak, iki tak wekne ibu, gen ditabung ibu, tapi, separo yo buk, ini buat peganganku,, ucap darma.


malam sebelum tidur , Darma yang sedang membaca buku bukunya, guna mencari referensi, mungkin soal soal didalam buku bukunya , akan keluar dalam perlombaan esok.


terbayangkan sosok Bu Pandu, dari saat Bu Pandu yang hanya berbalut handuk dan memperlihatkan bentuk tubuhnya,


juga saat Bu Pandu , menubruknya hingga membuat Darma seakan merasakan sesuatu, karena saat tubuh bu pandu yang nempel ditubuh Darma,dan dapat dipastikan buah dada Bu Pandu menempel di tubuh Darma,


hal itulah yang membuat, darma merasakan hal aneh,( gejolak seksual,)


maklum karena memang Darma adalah pria dewasa, maka keadaan tersebut membuat naluri kedawasaannya


,memungkinkan muncul.


Kemudian Darma mencoba, fokus pada bukunya dan menghilangkan bayangan keadaannya bersama Bu Pandu,, agar tak mengacaukan dirinya dalam perlombaan esok, namun bayangan Bu Pandu tak juga hilang, gejolak seksual dalam pikiranya, juga tak kunjung sirna, dan masih menghantui pikirannya.


Beberapa saat ,kemudian


Ahirnya, muncul sebuah pemikiran, dalam benak Darma, yang mana juga menurut buku yang pernah ia baca,


pada sebuah buku, menuliskan bagaimana cara meredam gejolak seksual,,


Duduk dengan tenang. Ambil napas dan rasakan dengan penuh kesadaran keberadaanmu.



Alihkan perhatiaan dari seputar alat kelamin ke dalam pikiranmu, jika ketegangan bersumber dari fantasimu. Beri kesempatan pada kemampuan rasionalmu.


Pikirkan bahwa reaksi kimia akan berhenti dengan sendirinya.


Syukuri bahwa sebagai laki-laki, Anda normal bila memiliki potensi seksual semacam itu.


Yakinkan diri bahwa sekaranglah kesempatan untuk melatih kecerdasanmu dalam mengendalikan diri, khususnya seksualitas.


Pandanglah penismu yang sedang ereksi dan katakan dengan ramah; "Hi, anak kecil. Jangan nakal, ayo istirahat dulu!"


Jika kau berhasil, layaklah untuk berbangga diri. Berilah penghargaan kepada diri sendiri. Anda cerdas dengan belajar dan menjadi "Tuan bagi diri sendiri."



setelah, mempraktekan , cara cara atau metode tersebut, Gejolak seksual yang menghantui darma, itu pun perlahan lahan, mereda, .


Hingga ahirnya darma terlelap dalam tidurnya.


Pagi, suara Adzan subuh, membangunkan Darma, kemudian Darma segera beranjak,


dan mencoba sholat subuh dan berdoa untuk dimudahkan, dalam perlombaan,,


kemudian lanjut, olah raga ringan, dengan


berlari memutari kampungnya, lalu melatih tinjuannya dengan memukuli, karung berisikan pasir, yang digantung,di dahan pohon, yang memang karung berisikan pasir, sudah lama, darma gunakan untuk berlatih,selama ini.

__ADS_1


__ADS_2