TAMTAMA 2019

TAMTAMA 2019
Broken Heart


__ADS_3

Bu pandu juga ke 5 temannya sudah berada disana dan sudah memposisikan pada formasi, untuk berduel dalam sesi latihan,, seperti sebelumnya,,


kemudian Darma berlari menuju tempat duduknya pada Tim B,


" Maaf semua saya terlambat," ucap Darma.


" Belum , terlambat kita juga masih menunggu soal dari guru guru yang lain." ucap Bu Pandu.


" Bu, sambil menunggu soal, dari guru lain,


bolehkah kami merubah Formasi tim,


dan bu pandu mulai memberikan soal ibu yang sudah, siap, untuk iseng iseng aja menjajal kemampuan kami, karena di posisi kami Ajeng dan darma yang paling unggul, jadi kami ber 4 berniat melawan Ajeng dan Darma." ucap Ferik.


" Baik silahkan ,ide yang sangat bagus. " ucap Bu Pandu.


mereka sejenak merubah posisi Mereka,,


dimana Ajeng Dan Darma yang hanya berdua Melawan Ferik , Sintya , Rana dan Rani,


" Ya tak seimbanglah." ucap darma dan Ajeng bersamaan,,


" Berani tidak ." ucap Sintya,


" Iya,, cuma ingin tahu seberapa cerdas kalian." ucap Rana


" Okeh, siapa takut, jangan salahkan kami kalo Nanti kalian tak kami beri kesempatan menjawab." ucap Darma


" Sombong kau,, Darmaa." ucap Rani dan Ferik bersamaan.


" Ayo mulai Bu! " ucap Sintya kesal.


Baik, kita mulai ya, mohon simak dengan baik baik ya, Ucap Bu pandu,,


setelah Bu pandu, memberikan beberapa pertanyaan, ada 6 soal , yang mana Ajeng dan Darma bergantian menjawab lebih cepat, dibandingakan Ke empat temananya , dalam duel tersebut,,


Ahirnya bu Pandu sejenak menghentikan,, dan berkata,


" Sepertinya, ini tidak seimbang,dari beberapa pertanyaan yang saya sampaikan, dan Ajeng dan Darma ,


selalu Unggul, dalam menjawab


apakah tetap akan dilanjutkan."


ucap Bu Pandu.


" Lanjut Bu, ucap Ferik."


Bu Pandu pun melanjutkan membaca kan soal berikutnya,


setelah bu pandu baru selesai membacakan soalnya, Ferik langsung mengetuk meja dengan penanya, seakan sudah memiliki jawaban,


" Silahkan Ferik " ucap Bu Pandu.

__ADS_1


Ferik, pun terlihat, kebingungan karena ferik mencoba mendahului pencet bel, supaya temannya menjawab, dan mereka ber4 tak memberikan jawaban samapai hitungan 10detik,


dan dilempar pada Darma dan Ajeng, mereka pun menjawab dengan tepat,,


Ferikpun jadi bahan olokan temannya,


dan kemudian Ferik mengakui keunggulan mereka, Ajeng dan Darma.


" Huu hu hu." sorakan dari mereka, menyoraki Ferik.


" Baik, jadi, benar Posisi Tim A dan Tim B, sudah Pas, dimana diantara Tim A dan B, ada yang lebih unggul , yaitu Darma dan Ajeng,


jadi kemungkinan besar masing masing Tim dapat berkontribusi besar dalam perlombaan."


ucap Bu Pandu.


Selang beberapa menit kemudian , ada beberapa Guru guru masuk dalam ruangan itu,


seluruh Guru di SMA itu , ingin melihat tahap per tahap dalam sesi latihan mereka, yang juga merasa penasaran dengan kepandaian mereka ber 6, dan telah menyusun sebuah Soal, sebagai latihan mereka, yang sudah tersusun sesuai mekanisme perlombaan dari Tahap 1 sampai Ahir,,


dan sesi latihan itu dimulai,,


masing masing Tim terlihat menunjukan kemampuan terbaik mereka,, dan berkonsentrasi penuh serta berhati hati dalam menjawab,, soal soal, yang diberikan.


Dan Antara Tim A dan Tim B, terlihat menunjukan hasil terbaik mereka dan sama sama menghasilkan Poin yang sama,,


hingga di Tahap ahir, dalam tahap debat,


penjabaran Ajeng lebih unggul dari pada penjabaran Darma,


Penjabaran mereka berdua sama dan tak ada yang mana lebih unggul karena, penjabaran tersebut , sama sama menunjukan proposisinya masing masing, dan memliki bobot yang sama,,


jadi tak bisa menentukan keunggulan dari mereka ber2.


yang sama sama cerdas dalam menyampaikan penjabarannya.


Hasil ahir penilaian Juri, atau guru guru, mereka serii, yang mana awalnya Tim A, ajeng dkk, lebih unggul 10 poin,,


namun berubah saat Juri juri, menentukan penilaiannya.


Mereka mengatakan , hasil duel antara Tim A dan Tim B dinyatakan


SEIMBANG.


Dan mendapatkan tepuk tangan dari guru guru disitu juga teman temannya, ternyata banyak dari teman mereka yang menyaksikan mereka di luar ruangan kelaa itu.


Kemudian Bapak kepala sekolah menyampaikan kebanggaan kepada mereka ber6,,


yang merasa bahwa mereka akan membawa kemenangan untuk sekolah ini,,


dan juga menyampaikan janjinya yang akan memberikan Hadiah menarik untuk mereka,,


untuk sebagai Dp hadiah,, besok minggu pagi Kepala sekolah meliburkan sesi latihan dan mengantinya acara doa bersama dengan menyediakan hidangan untuk mereka mereka dan seluruh siswa sekolah ini.

__ADS_1


sebagai rasa sukur juga berdoa bersama untuk menghadapi lomba LCC.


Merekapun, menerima ucapan selamat juga ucapan penyemangat, dari semua guru yang menyaksikan duel latihan , mereka yang dirasa cukup, baik, dimana masing masing tim, mampu menjawab, soal soal, yang telah guru guru, susun,,


dengan baik dan benar,,


dan mengahiri sesi latihan tersebut,


kemudian mereka beranjak pulang,,


dan bersiap untuk esok pagi untuk acara doa bersama,, yang mana perlombaan akan dimulai beberapa hari lagi.


Mereka ber6 berjalan bersama sambil becanda , untuk bergegas pulang,


sampai di depan pintu gerbang,


Terlihat kakak Ajeng yang berniat menjemput Ajeng,,


Karena, melihat Ajeng yang berjalan beriringan dengan Darma, membuat kakak Ajeng murka,, dan langsung mencekik Darma, dan berkata,,


" Aku tak suka, kamu beteman dengan adikku, juga urusan kita belum selesai,


jadi aku tegaskan jangan macam macam dengan ku. " kata Kakak Ajeng.


melihat kejadian itu, Ajeng seketika melerai dan menarik kakaknya, untuk mengajaknya segera pulang.


Darma hanya, diam saja, tak, terpancing emosi, atas perlakuan Kakak Ajeng, yang mana menurut Darma kakak Ajeng yang Gila, malas untuk meladeninya,,


Aldi yang mendengar Darma di pukul, oleh kakak Ajeng seketika berlari, menuju Darma berada , dususul beberapa temannya, dan Sampai di tempat Darma namun Kakak ajeng dan Ajeng sudah melajukan mobilnya,,


" Anjing, berani beraninya, dia lakukan ini padamu,sumpah, gua pingin banget lhhoo, Jajal kekuatannya,, apakah sebesar bacotnya." ucap Aldi kesal.


" Udah, ah, aku tak apa apa, cuma didorongnya saja,aku juga malas meladeni orang gila seperti dia, aku tengsin juga ada Ajeng,mungkin kalo tidak ada Ajeng,


mungkin aku juga akan terpancing emosi tadi. " ucap Darma.


" Sudah , terima tantangan nya saja, Ma,, biar tak songong dia, pastinya kamu juga dapat mengalahkannya, karena dia hanya gede bacot doang. " ucap Angga temannya.


" Sudah, santai aja, broo, mari ngopi aja, kita,karna hanya buang tenaga,saja


, mengurus Orang Gila seperti, dia,,


perlu kalian ketahui,,bagaiman pun dia akan jadi calon kakak ipar gue ,coyyy!!!"


ucap Darma,,


" Woy, yang benar looe,, apa kalian sudah pacaran? Anjiiir loooe! "


ucap Aldi.


" Ayok lahh,, ngopi,, ngrokok aja kita,


, aku baru dapat salam tempel dari Pak Indra kepsek. "ucap Darma.

__ADS_1


" Wuihh,, aje gilee,, traktir yooo." ucap Aldi dan Angga.


__ADS_2