TAMTAMA 2019

TAMTAMA 2019
Laporan BAP


__ADS_3

Laporan BAP.


" Darma , Angga dan Aldi ,yang Ajak Duel Anggota Polisi. Dijerat Pasal Melawan Petugas


Jumat, 10 Mei xxxx 22:21 WIB


Tak Terima Ditegur Anggota Polisi Tiga pemuda Ini Malah Ajak Duel Polisi."


Darma ,Angga dan Aldi dilaporkan oleh anggota Patroli Polda Metro Jaya setelah insiden ajak duel di kampung Cibuntu. Darma, Angga dan Aldi dilaporkan atas tindak pidana melawan petugas.


"Karena memang melanggar Pasal 212 KUHP, di mana isinya tentang ancaman kekerasan terhadap pejabat bertugas dengan ancaman 1 tahun (penjara)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Semarang, Sabtu (10/5/2020).


Pasal 212 KUHP berisi tentang


"Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah" .


Yusri melanjutkan, laporan Iptu Krisna telah diterima Polsek Semarang Utara. Polisi telah menahan Tersangka Darma, Aldi dan Angga , sesaat terkait kejadian tersebut.


"LP sudah jadi, pelapor sudah diambil keterangan dan juga ada satu saksi anggota di sana, rencana dari Polsek Sematang Utara akan segera memanggil terlapor untuk diperiksa," imbuh Yusri.


Yusri menyebut pihaknya juga nantinya akan memeriksa lebih lanjut apakah ketiga pemuda tersebut dalam kondisi mabuk atau tidak.


"Nanti kita coba dalami, karena akan segera dipanggil yang bersangkutan, akan kita cek apa kemungkinan mabuk yang jelas kita periksa, termasuk periksa urine,"


Mereka bertiga pun langsung dimasukan Sel tahanan.


Dan Agus dan Rudi juga Pak RT, telah disilahkan kembali pulang karena Pihak kepolisian sudah cukup untuk meminta keterangan mereka sebagai saksi.


Mereka segera mengajak Orang tua dari Darma Angga dan Aldi untuk pulang, dan membicarakan rencana selanjutnya dirumah.


Disisi lain Iptu Krisna,Bagus, dan Hendro masih dirawat dan belum dimintai keterangan Oleh Pihak Kepolisian.


Merekapun di bodoh bodohkan, karena tak sanggup melawan bocah bocah. oleh rekan sesama Polisi. Mereka bertiga nampak malu, atas ucapan dari rekan rekan Polisi.


" Pantas, mereka mengatai kalian, Banci.


seharusnya kalian tak memanggil kami, kalian kan Anggota Polisi , bisalah menggunakan Pistol kalian , guna menakuti. " ucap Seseoran Polisi kemudian meninggalkan mereka.


Dan mereka bertiga nampak kesal, namun hanya diam saja,juga mereka sedang diobati oleh Tim Medis Kepolisian, yang memang mereka mengalami babak belur, disekujur tubuh mereka.


Jelita dan Rafli berniat meliput, kejadian tersebut bersama rekan rekan sesama wartawan.


Mengetahui Itu, Darma dan kedua temannya, Jelita dan Rafli kaget, kemudian menanyai Darma kronologinya.


" Baiklah, kamu tenang saja, aku akan membuat mereka bersujud dikakimu, Ma. Dengan Kartu As mereka, kita bisa membalikan keadaan ini." ucap Jelita.


" Terima kasih kak, " jawab Darma lesu karena juga telah dihajar Anggota Polisi yang menangkapnya.


Anggota kepolisian yang menangani kasus ini, pun sedikit bingung.


Bisa juga menahan mereka dengan dakwaan melawan Polisi, saat ditegur karena mabuk mabukan.


Namun disisi lain, Ketiga Iptu itu, kok bisa bisanya kalah berkelahi denga bocah bocah seusia mereka. Jadi bila memperkarakan ini juga akan membuat mereka para ketiga Iptu, malu. Juga membuat nama kesatuan Kepolisian akan Malu besar dengan kejadian tersebut.


Pagi hari, mereka di keluarkan untuk mengikuti sarapan pagi, bersama tahanan lain.Darma , Aldi dan Angga, di dalam sel, nampak sedikit kesakitan akibat dihajar oleh beberapa Anggota Polisi yang menangkap mereka, dan berjalan agak lunglai menuju tempat makan di tahanan.


Sesui hukum Rimba di dalam sel, nampak beberapa penghuni sel yang lebih dulu disana nampak menghampiri mereka.


" Woy, bocah , disini aku Ketuanya, jadi kalian harus nurut dengan ku." ucap Condet.


mereka pun hanya berdiam diri, tak membalas perkataan dari Condet yang mendatangi mereka bersama kawanannya.


Condet pun marah dan menggebrak meja sambil memukul Aldi.


Aldi dengan sigap menangkis pukulan Condet.

__ADS_1


" Sialan, berani kalian dengan saya, saya adalah pembunuh bayaran dan saya sudah banyak membunuh orang. " ucap Condet dan kawanan mereka bersiap menghajar mereka.


Darma Angga dan Aldi yang sudah saking kode dengan kedipan mata mereka.


Kemudian berjalan keluar halaman tempat makan tahanan,seakan mencari tempat untuk mereka. Condet dan kawanannya kesal dan berniat menghabisi mereka.


" Sini kalo, kalian memang pembunuh bayaran coba kalahkan kami, " ucap Aldi.


" Kalian pembunuh bayaran hanya mengandalkan Senjata kalian untuk membunuh." timpah Angga.


" Kami dengan tangan ini, bisa membunuh kalian hanya dengan beberapa pukulan."


" Setan, punya nyali kalian." ucap Condet dan meminta kawanannya mundur seakan Condet akan menghajar Darma Aldi dan Angga.


" Ngapa kalian mundur takut, 10 orang kalian semua majulah." ucap Aldi.


Beberapa Polisi yang menangkap Aldi Angga dan Darma , melihat kejadian itu, sebenarya mau melerai mereka dan memberi mereka hukuman, namun salah seorang Polisi menahan ingin tahu kehebatan Aldi Angga dan Darma yang mampu mengalahkan Anggota Mereka.


Mereka bersama sama menonton perkelahian itu.


Condet berjalan menghampiri mereka bertiga dan langsung memukul Aldi yang dirasa paling songong atas ucapannya diantara mereka bertiga.


Namun ketika mau memukul Tangan Condet langsung dipuntir Aldi dan disertai pukulan di dada Condet.


Seketika Condet terpental jatuh dan muntah Darah.


Melihat Condet Jatuh terpental kesepuluh kawanan Condet segera maju menyerang Aldi, Angga dan Darma.


Mereka bertiga melakukan hal yang sama, menangkis pukulan dari mereka dan membalas dengan satu pukulan saja mereka semua terkapar. Yang mana Aldi dan Angga meninju mereka tepat didada mereka dan kawanan Condet yang dipukul Aldi dan Angga langsung mutah darah.


Namun berbeda dengan Darma ia meninju mereka tepat di leher bagian samping, dan seketika kaku dan pingsan.


Melihat kejadian itu Beberapa Anggota Polisi yang menyaksikan perkelahian mereka segera menahan mereka bertiga.


Dan menyuruh kawanan Condet dan tahanan lainnya, menolong para tahanan yang dihajar oleh Aldi, Angga dan Darma.


Seketika mereka Para Anggota Kepolisian berdiskusi. juga bersama ketiga Iptu Krisna, Bagus, dan Hendro.


Dan hasil diskusi tersebut ialah:


Mereka bertiga dibebaskan, namun dengan syarat wajib lapor, atau tahanan luar. Juga mendamaikan Ketiganya dengan Ketiga Iptu. Dan tak akan mengalami hal serupa dikemudian hari.


Anggota Kepolisian , takut akan membuat mereka membocorkan Nama baik kesatuan karena telah menghajar Tiga Anggota Polisi dengan Duel satu lawan satu. Juga keributan di sel tahanan akan diketahui oleh Atasan mereka.


Mereka, dibebaskan dan harus wajib lapor karena kedua belah pihak telah melakukan damai. Begitulah isi pembatalan penahanan , BAP nya.


Siang sekitar Jam 11 siang mereka, di antarkan Pulang oleh Beberapa Anggota Polisi yang salut dengan kehebatan bertarung mereka.


Mereka bertiga, diturunkan oleh Pak Polisi yang mengantarkan mereka di Rumah Darma.


Dan dirumah Darma terlihat banyak orang, saat ketiganya masuk Rumah, mereka yang berada di rumah Darma pun semua kaget.


Mereka semua mengerumuni Ketiganya.


Bu Pandu, Tika, Rana, Rani , Sintya , Ferik, terlihat juga berada disana.


Karena mereka bertiga juga mengalami luka akibat di hajar Polisi.


Angga dan Aldi diajak Orang tua mereka untuk pulang.


Darma seketika gletak di lantai beralas tikar depan TV. dan Ibunya membuatkan jamu gosok, untuk Darma.


Sintya duduk disamping Darma sambil mengelap beberapa luka memar Darma , mengunakan lap basah.


Dan Bu Pandu dan teman lainnya, juga duduk di sekitar tempat Darma berbaring.

__ADS_1


" Sebenarnya apa yang terjadi, " ucap Sintya dan mengelap luka memar Darma.


Darmapun segera menceritakan detail kronologinya.


" Terus kalian tahu, dan datang kemari." ucap Darma.


" Ajeng, bilang pembantunya telpon , kakaknya dirawat, kemudian Ajeng segera menyusul kakaknya, dan pagi tadi ia menelponku , kalo kamu di tahan polisi, kita seketika bersiap terus kemari, menemui ibumu, dan mengajak menemui mu, eee, malah kamu sudah balik." ucap Sintya.


" Ya, sudah kami baik baik saja, kami juga sudah berdamai dengan mereka." ucap Darma.


Kemudian Ibu Darma, membawakan minuman juga cemilan untuk Tamu tamunya. Juga membwakan obat untuk Darma. Ketika Ibunya berniat mengolesi, ramuan untuk luka Darma, namun dipinta oleh Sintya.


Setelah mengetahui, cerita mengenai Darma dan tak ada hal hal yang mungkin terjadi selanjutnya, Ibu dan Bapak Darma lega. Kemudian meninggalkan mereka.


" Mari silahkan, alakadarnya, " ucap Ibu Darma dan permisi meninggalkan mereka.


" Ya, sudah kalo, memang antara kalian dengan kakak Ajeng sudah berdamai, jadi tak akan terjadi hal serupa dikemudian hari." ucap Bu Pandu.


" Makanya jangan mabok, saja,pikirannya cuma mabuk saja." ucap Sintya gemes dan menekan pada luka memar Darma saat mengolesi Ramuan.


" Aduh, sakit, cumii. " ucap Darma kesakitan , dan membuat mereka tertawa.


Karena mereka, mendengar Ibu Darma yang sedang memasak kemungkinan besar Ibu Darma berniat masak untuk mereka. Kemudian Bu Pandu mengajak mereka membantu Ibu Darma memasak dan hanya meninggalkan Sintya yang sedang mengolesi ramuan untuk luka Darma.


" Darma, kamu sudah telpon Ajeng, Sin." tanya Darma.


" Tadi, dia chat aku, bilang sudah, dirumah bersama kakaknya , juga telah aku beritahu keadaanmu." ucap Sintya.


" Aku, sebenarnya takut kehilangan Ajeng, Namun aku juga takut akan bahayanya." ucap Darma.


" Entah, aku juga bingung, memikirkan kisah kalian, Kita serahkan Pada yang kuasa bagaimana CaraNYA menyatukan cinta Kalian." ucap Sintya.


" Ya, sudah silahkan, istirahat sejenak , aku bantu mereka, mungkin Ibu mu, repot repot kedatangan Kami." ucap Sintya.


Mereka, bermain dirumah Darma hingga Sore.


Bu Pandu mengatakan, Bisnis mereka di Off dulu, karena Darma yang sakit , jadi tak ada yang bisa mengantarkan barang, juga hari Rabu harus menerima kelulusan.


Kemudian Bu Pandu mengajak mereka pulang dan mengantarkan mereka masing masing.


" Mohon, minta kunci mobil sama ibuku, Bu Pandu." ucap Darma.


" Kita dijemput Bu Nesty, Mobilnya biar di sini dulu, nanti Ibu sekalian ngambil montor yang berda di rumah Bu Nesty. " ucap Bu Pandu dan pamit.


Mereka semua bepamit dan segera pulang.


Setelah, mereka pulang, Ibu Darma mencoba mengolesi ramuan ke sekujur tubuh Darma, sambil memarahi Darma dan ditimpahi Bapaknya juga memarahinya.


Darma pun, hanya terdiam dan mendengarkan ocehan Bapak dan Ibunya.


Hari pembagian kelulusan tiba, Darma sudah pulih, namun karena perintah bapak dan ibunya yang tak boleh kemana mana 2 hari Darma hanya berdiam diri di Rumah.


Darma dan Ibunya segera berangkat kesekolahan, karena tak bertemu beberapa hari denga Aldi dan Angga , Darma menyusul mereka dan mengajak mereka berangkat bersama.


Aldi dam Angga yang, juga dilarang pergi pergi, kegirangan saat di Darma menyusulnya.


Sepanjang perjalanan Ibu mereka bertiga bersama sama , memarahi mereka.


Karena tingkah mereka yang teramat bandel.


Sampai di, sekolahan para orang tua murid masuk ke ruang kelas mereka masing masing.


Darma , Aldi dan Angga menunggu hasil kelulusan , sambil bercanda.Terlihaf Darma clingukan mencari keberadaan teman mereka, dan yang paling utama mencari Ajeng.


Dari kejauhan, terlihat Ajeng bersama Ferik dan Sintya, Darmapun lega melihat Ajeng disana. Walau dari kejauhan, cukup melunturkan kerinduannya.

__ADS_1


Setelah, mereka menerima Hasil kelulusan , Darma menjadi Lulusan terbaik, se SMA/K kota Semarang.


Semua siswa senang dan mereka semua berniat konfoi merayakan kelulusan mereka.


__ADS_2