TAMTAMA 2019

TAMTAMA 2019
Bertemu Wartawan


__ADS_3

Juara 1 LCC, tahun 2016 adalah


Ajeng dan Darma


SMA N 1


Juara 2 ICC ,


Rana, Rani, Ferik dan Sintya


SMA N 1


dan pada


juara 3


Raka, Siwi, dan Diana


dari SMA N 5


Serta sorakan dan tepuk tangan dari hadirin semua, seakan pecah.


" Memang terlihat , Aneh, karena Ajeng dan Darma yang berbeda tim di satukan jadi Juara Utama, karena memang juri yang tak mampu memilih siapa yang paling unggul diantara mereka." ucap MC dan melanjutkan.


" Dan mereka semua pemenang, diminta untuk maju keatas panggung untuk menerima penghargaan.


Atas Juara 1, 2 dan 3." ucap MC.


Kemudian Ajeng dan Darma , diminta untuk sejenak tinggal, karena ada yang harus disampaikan oleh Bapak Kepala Dinas pendidikan Kota.


Dan Sintya, Rana , Rani dan Ferik telah kembali dan bergabung dengan Bu Pandu.


mereka nampak menunjukan kesenangan mereka. Sebab mendapatkan hadiah dalam acara bergengsi ini.


Ajeng dan Darma, diminta untuk ikut sesi wawancara bersama Bapak Kepala dinaa pendidikan, untuk diajukan beberapa pertanyaan juga diminta menyampaikan kesan dan pesan dalam perlombaan juga untuk semua siswa sekolah.


Juga Darma dan Ajeng , diminta untuk datang ke Kantor Dinas pendidikan guna menerima penghargaan atas ide membangunnya, tadi. Dari Menteri Pendidikan, yang akan akan datang berkunjung.


Kemudian Ajeng dan Darma, dipersilahkan meninggalkan mereka, dan diberikan ucapan selamat atas prestasinya dari semua Dewan Juri.


Ajeng dan Darmapun bergegas menuju dimana Bu Pandu dan temanya yang menunggu mereka, dan mereka saling berpelukan tanda kegembiraan atas kemenangan mereka.


kemudian segera kembali ke sekolah.


Saat mereka berjalan keluar gedung perlombaan tersebut, mereka dihadang oleh beberapa guru dan siswa dari perwakilan sekolah lain yang ikut dalam perlombaan. dan mengucapkan selamat atas kemenangan,mereka.


Kemudian mereka melanjutkan langkahnya menuju Mobil mereka , segera kembali ke sekolah.


Sampai disekolah, mereka di kejutkan oleh barisan semua siswa yang berbaris di halaman sekolah seraya menyambut mereka.


Karena semua siswa dan guru bersama sama menyaksikan jalannya perlombaan yang disiarkan oleh stasiun TV lokal.


dengan menggunakan proyektor yang dinyalakan di gedung Aula.


jadi memungkinkan mereka tahu bahwasanya Ajeng Darma dan lainnya memenangkan perlombaan tersebut.


Setelah Mereka semua turun,


sorakan serta tepuk tangan meriah menyertainya saat mereka berjalan menuju Gedung Aula, sesuai arahan Pak Dadang, karena sudah dipersiapkan sebuah hidangan untuk mereka.


Mereka yang bejalan menuju gedung Aula , melihat Bapak kepala sekolah dan Bapak ibu guru disana yang sudah siap menyambut kedatangan mereka.


#music


we are the champion


Bapak kepala sekolah dan Juga Bapak ibu guru mencoba meminta piala mereka dan meletakan pada sebuah meja dan, mengajak mereka untuk duduk di salah satu sudut.


Yang mana mereka dan semua siswa sekolah dan guru guru , duduk digedung Aula, dan memanjatkan doa syukur atas


kemenangan mereka dan kemudian dibagikan sebuah kotak nasi dan sebotol air mineral, dan menikmatinya sambil mengobrol.


Semua siswa siswi juga antusias dan senang, atas seringnya acara acara seperti ini.


sambil menikmati nasi kotak dan mengikuti jalannya acara.


Pak Dadang yang bertindak selaku MC,


memimpin jalannya acara syukuran.


dimulai dari,


Bapak kepala sekolah menyampaikan


bahwasanya beliau senang, atas kemenangan Mereka


Ajeng, Darma, Sintya , Ferik, Rana dan Rani.


, yang mampu membawa tropi kemenangan Atas Juara 1 dan 2, yang sangat membanggakan.


Dan atas nazarnya, beliau mengadakan sebuah syukuran ini.


walau tak begitu baik, karena memang acara ini dadakan,,


namun cukup meriah.


dan juga akan memberikan sebuah hadiah menarik untuk mereka berlima.


" SMAN1, yes yes yes."


" Di lanjutkan Darma memberikan sambutan dari perwakilan peserta lomba, dipersilahkan. " ucap Pak Dadang.


" Asalamualikum wr, wb


Terima kasih,

__ADS_1


untuk semuanya,


terima kasih untuk Bu Pandu selaku guru pembimbing Lomba,


dan juga Bapak Ibu guru lainnya, dan Bapak Sekolah yang terus menyemangati kami. Bahwasanya tanpa Beliau Beliau , kami ini hanya seperti Anak burung, yang masih belajar terbang, Dan atas bimbingan mereka yang iklas dan sabar hingga membuat kami, Anak burung yang mampu terbang diatas Awan.


Terima kasih wahai Guruku." sambutan Darma.


" Sambutan selaku guru pembimbing peserta lomba. Bu pandu dipersilahkan. " ucap Pak Dadang.


" Selamat untuk mereka beenam, siswa kebanggaan kita semua, mari kita beri tepuk tangan meriah untuk mereka.


….tepuk tangan.


Bahwasanya bukan dari kami, hingga kalian dapat menempuh hasil maksimal dan membawa kemenangan tersebut.


karena skill dan kemampuan kalianlah sendiri itulah, yang memang kalian sangat berkompeten dan berhak atas kemenangan itu.


Sekali lagi saya ucapkan selamat untuk kalian berenam.


terima kasih." sambutan dari Bu Pandu.


" Sampai di penghujung Acara , dimana Bapak kepala sekolah memberikan sebuah hadiah menarik."


" Di mohon Bapak Kepla Sekolah. untuk maju untuk memberikan Hadiah bagi mereka berenam."


Untuk mereka, Ajeng, Darma ,ferik, Sintya, Rana dan Rani juga dimohon maju untuk menerima penghargaan dari. Bapak Kepala Sekolah."


" Dan sesui, Juara yang didapat


Darma dan Ajeng sebagai juara 1, mendapatkan Uang sebesar 3 juta rupiah,


dan untuk Rana, Rani , Sintya dan Ferik sebagai Juara 2 , mendapatkan Uang sebesar 2 juta rupiah." ucap Pak Dadang.


Dan disambut tepuk tangan dari semua siswa dan guru.


Dan Acara, Syukuran selesai.


Semua disiswa meninggalkan Gedung Aula.


Mereka berenam masih tinggal disana berkumpul bersama dengan Bu Pandu.


" Mohon maaf Bu, Hadiah dari Lomba .


juara 1 , 10 juta dan juara 2 , 7,5 juta.


juga tambahan uang dari bapak sekolah.


membuat kami bingung dengan uang sebanyak itu." ucap Darma.


" Lhoh mengapa Bingung ini kan , Hak kalian. Bagilah kalian masing masing."


jawab Bu Pandu.


" Ini semua juga berkat Bapak dan Ibu Guru serta Bu Pandu yang membimbing kami. Jadi seharusnya Berhak atas hadiah ini." ucap Darma


" Sudah, jadi kewajiban kami sebagai guru. jadi uang hadiah itu, sepenuhnya Hak kalian." ucap Bu Pandu.


" Baiklah, begini, Ajeng, Ferik, Sintya, Rana dan Rani. bila kita belanjakan sebagian uang hadiah ini untuk memberikan Hadiah Untuk kelima Guru dan Bapak kepala sekolah gimana??"


ucap Darma.


" Iya, setuju, nanti kita carikan sesuatu hadiah untuk mereka Guru guru kita, yang berperan besar untuk kemenangan kita."


ucap Sintya.


" Iya kami juga setuju. " ucap Ajeng , Ferik, Rana dan Rani, bergantian.


" Baiklah, terserah kalian saja, terus hadiah apa yang mau kalian berikan untuk Ibu.? " tanya Bu Pandu


" Rahasia." ucap mereka berenam sambil tertawa.


" ha ha ha"


" Ah, kalian ini, baiklah mari kita pulang, ini juga sudah sore, juga mungkin kalian capek juga kan." ucap Bu Pandu mengajak.


Mereka semua pun segera meninggalkan aula dan bergegas pulang.


namun ketika mereka akan pulang,


Semua uang Hadiah di berikan kepada Sintya, diminta untuk membawanya semua, untuk besok dibagi dan dibelanjakan.


Namun Sintya takut karena harus membawa uang sebanak itu, ahirnya mereka meminta tolong untuk bu pandu membawa uang hadiah tersebut.


Bu pandu menerimanya dan menyampaikan kepada mereka sehabis upacar, Hari pendidikan.


yang memang setelah upacara ,


semua siswa pulang karena hari libur.


Bu pandu mengatakan untuk berkumpul dirumahnya, guna membagi dan merencanakan apa yang jadi niatan dari mereka.


Dan mereka berenam, menyetujui dan bergegas pulang.


Darma yang tahu bahwasanya Ajeng yang tak disusul oleh kakaknya,


berkata pada Sintya, yang berjalan bersama keparkiran.


" Woy, Ajeng kamu antarkan pulang too."


bisik Darma kepada Sintya.


" Ya,iyalah..kamu sih, o.on, sudah dikasih kesempatan tak di manfaatkan .", jawab Sintya.


" Dilain waktu sajalah," ucap Darma

__ADS_1


" Kelamaan,, luuuu, " ucap Sintya dan menyalakan motornya meninggalkan Darma.


" Lhoh, Tika, kok sudah disini, siapa yang jemput. " tanya Darma pada Bu Pandu yang menunggunya dipintu gerbang sekolah, dan segera naik ke boncengan motor Darma.


" Tadi aku suruh naik ojek, dan pergi kesini, dan karena kita tadi belum pulang dari lomba maka aku suruh ikut Bu Nesty yang memang Budenya." jawab Bu Pandu.


" Oh, Pantas Bu Nesty dan Ibu, mirip mirip gimana gitu !, ternyata Adik kakak too." ucap Darma sambil melajukan motornya.


" Iya, kami Dua bersaudara. karena Kedua orang tua kami yang sudah meninggal jadi Bu Nesty satu satunya keluargaku."


ucap Bu Pandu.


Sampai dirumah, Bu Pandu. Darma lanjut untuk pulang dan menolak untuk ajakan mampir Bu Pandu.


Sampai di rumah, Ibu dan Bapaknya, bertanya, Jare tonggo tonggo kowe mlebu TV. pas ibu menghidupkan TV sudah selesai.


" Iya, bu lomba di siarne Neng TV,." tanya Ibunya.


" Jarene Intuk hadian 10 juta. lee " tanya Bapaknya.


" Howalah nak Duit kok yoo, doo, retii wae. Iyo, tapi masih dibawa Bu Guru.


sesok dibagikne." jawab Darma.


" Yo uwes lee, alhamdulilah, dinggo bayar utange Ibuk wae yoo, lee. gen ndang lunas." pinta Ibunya.


" Ojo, dinggo dandan omah wae , kae wes podo bocor." pinta Bapaknya.


" Halah, terserah Bapak karo Ibuk wae."


ucap Darma dan bergegas mandi.


Darma yang sadar memiliki sebuah Hp,


yang mana sebelumnya Hpnya yang ia jual untuk membayar sekolah, dan sebagian untuk dia Mabuk bersama teman temanya, membuatnya tak begitu memperhatikan Hp, karena terlalu lama tak memegang Hp jadi tak kecanduan Hp, seperti Anak muda jaman sekarang.


Diapun segera membeli pulsa untuk mengisi paket data guna , browsing mencari buku yang ia cari


" Mahir membuat Aplikasi. "


Karena ia , tertarik membuat sebuah Aplikasi, buku online.


Saat Darma asyik browsing mencari buku dan mempelajarinya. sambil rebahan di kursi ruang tamu sambil rokok di tangannya.


Tiba tiba Aldi dan Angga datang dan mengagetkannya.


" Hayooo, diem diem bae, ngopi ngapa ngopi, habis dapat uang banyak juga, " ucap Aldi.


" Ayo nongkrong , yok." ajak Angga


" Halah, kowe kii, jiiaaaannn cok. tenan."


ucap Darma


merekapun bergegas berangkat dan pergi ke sebuah, Angkringan.


Seperti biasa ngrokok dan Ngopi,


juga Maen Game online,


Karena memang di Angkringan ini menyediakan Free Wifi,


jadi membuat Aldi dan Angga yang pecinta Mobile legend, betah dan sering mengajak nongkrong disitu.


Lain halnya Darma, yang tak begitu suka ngegame, Ia pun hanya Ngopi ngrokok kadang Main catur, kalo ada lawan, karena juga disediakan beberapa bidak Catur, oleh pemilik Angkringan.


Saat Aldi dan Angga asyik dengan Gamenya.


Darma penasaran dengan 3 orang disebelahnya, yang terdiri 1 wanita dan 2 pria.


sepertinya mereka sedang sibuk menyusun sesuatu.


Karena penasaran, Darmapun mencoba menyimak pembicaraan mereka , sambil membaca buku Onlinenya.


Mereka bertiga adalah seorang wartawan dan jurnalis, yang sedang menyusun sebuah Rangkuman informasi dan berita yang masing masing mereka dapatkan di lain tempat saat meliput.


Berita yang mereka susun ialah berita tentang,


skandal korupsi yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara PT. Asuransi Jiwasraya.


Namun mereka kebingungan saat menyusun karena salah satu teman mereka yang bertugas merangkum berita juga membubuhi beberapa kalimat agar menjadi sebuah berita yang Aktual, sedang cuti, karena masalah tertentu, otomatis akan libur untuk beberapa hari, hal itulah yang membuat mereka sedikit kesal dan bingung menyusun informasi informasi dan berita tersebut.


" Oh, shit, sudahlah, nanti kita teruskan." kata seorang lelaki itu dan menutup Laptopnya kesal.


" Gara gara, Diana yang cuti, kita kelimpungan begini, dan susah menyusun susunan berita ini." ucap seorang wanita dari ketiga wartawan itu.


kemudian, mereka bertiga berdiam diri dan menikmati kopi dan makanan ringan yang telah mereka pesan.


Darma yang duduk tepat disamping mereka yang memang darma dan mereka sama sama duduk di tikar lesehan Angkringan itu berjejer, kemudian memberanikan diri menawarkan bantuannya untuk menyusun pekerjaan mereka,


" Maaf, kak, boleh saya bantu untuk, menyusun Informasi dan berita Kakak."


ucap Darma.


kemudian karena mereka ber tiga terlihat bengong dan tak percaya atas ucapan Darma, yang mungkin Darma yang hanya iseng iseng kepada mereka,


Ahirnya Darma mencoba meyakinkan mereka , dengan kemampuan dirinya yang merasa mampu untuk menyusun laporan itu.


" Maaf kak, bukan sok sokan atau terlalu ikut campur dengan pekerjaan kakak kakak sekalian, hanya sharing saja, mungkin saya dapat menyusun laporan itu, karena juga saya yang suka baca dan tulis novel, yang susunannya hampir sama," ucap Darma.


Mereka bertiga pun sejenak , saling pandang seakan berdiskusi. Dan mereka memberi kesempatan kepada darma untuk membuktikan kemampuannya.


" Baiklah, dek, kalo memang adek bisa, mohon bantu kami, kalopun nantinya tak cukup maksimal setidaknya ada tambahan ide pemikiran , untuk menyusun laporan ini." ucap salah satu wartawan itu.


" Ijin kak, membuka laptopnya," ucap Darma

__ADS_1


" Iya silahkan." jawab mereka.


Darma pun coba membaca sejenak informasi yang disusun oleh ketiga wartawan tsb.


__ADS_2