TAMTAMA 2019

TAMTAMA 2019
Tertangkap Polisi


__ADS_3

Bu Pandu ahirnya mengatakan bahwasanya untuk sementara Ajeng tak diperkenankan untuk datang kesini dahulu, takut menimbulkan masalah baru, yang mungkin kakak Ajeng akan lebih marah dari pada ini, juga akan mengakibatkan celakanya Darma.


Tak berselang lama, Ajeng menelpon Sintya, dan mengatakan kehawatirannya kepada Darma. Namun Sintya meneangkannya , dengan mengabarkan tentang keadaan Darma yang baik baik saja, dan telah mereka obati lukanya.


Kemudian Sintya melanjutkan ucapananya tentang Anjuran Bu Pandu, yang menyuruh Ajeng, untuk saat ini tidak datang ketempat Bu Pandu dahulu, guna mengantisipasi kakak Ajeng yang mungkin akan marah lagi.


Mereka pun kembali manjalankan bisnisnya. Mereka melanjutkan tanpa kehadiran Ajeng, untuk beberpa hari, hanya saling chat dan telpon bila ada orderan masuk. Dan yang bertugas mengantarkan Paket Sintya dan Darma.


Keadaan itu lancar dan tak ada masalah hingga seminggu mereka menjalankan Bisnis mereka.


Ajeng dan Darma melakoni hubungan Pacaran mereka, sedikit terganggu dengan keadaan itu. Mereka berdua hanya saling telpon dan Vcall, disaat saat tertentu.


Hingga suatu ketika Ajeng yang sudah Rindu berat dan ingin bertemu Darma, kemudian meminta Darma menjemputnya.


Ajeng mengatakan bahwasanya Iptu Krisna sedang bertugas di Luar Kota dan akan kembali beberapa hari kedepan.


Darma tak mau melewatkan kesempatan tersebut, karena memang Darma juga dirundung Rindu berat.


Darma yang sedang mengantarkan kiriman Orderan, bersama Sintya kemudian mampir kerumah Ajeng untuk menjemput dirinya.


Ajeng dan Darma senang, dengan keadaan itu, namun tak menunjukan kemesraannya dihadapan Sintya.


Dan melanjutkan untuk mengirim sisa Pesanan pelanggan.


" Jadi, apakah kalian berdua sudah jadian, ? " tanya Sintya.


Ajeng dan Darma seakan berpura pura kebingungan dengan pertanyaan Sintya.


Mereka berdua tak ada yang menjawab pertanyaan Sintya.


" Woy, aku ini ngomong lhoo." ucap Sintya kesal.


" Apaan sih, tapi gak usah pake ngegass." jawab Darma.


" Lelaki, cemen ada kesempatan , tak kau pergunakan dengan Baik." ucap Sintya.


" Sudah, kami sudah menjalin hubungan kok, kami resmi pacaran dan semoga hubungan kami ini bukan sekedar hubungan cinta, monyet saja. Kami berniat untuk menjlin hubungan sampai dimana kita lulus kuliah, dan melanjutkan hubungan kami kejenjang yang lebih." ucap Ajeng.


" So sweat, aku senang ahirnya kalian, sudah jadian, jadi aku tak pusing pusing dengan curhatan kalian berdua, yang saling suka namun tak berani menyatakan." ucap Sintya.


" Terima kasih, nona Sintya yang baik, untuk mengucapkan rasa terima kasih kami, aku akan mentraktirmu makan, setelah ini." ucap Darma.


" Woyy,, ada duit, kamu mau mentraktirku segala." ucap Sintya.


Setelah menyelesaikan tugas, mereka kemudian menuju kesebuah RM yang lagi viral, Bakso beranak.


Mereka bertiga nampak menikmati kebersamaan mereka, yang jarang untuk makan bersama pada saat itu, juga tak berjumpa dengan Ajeng dari beberapa hari lalu, membuat Darma dan Ajeng menunjukan kemesraan mereka di depan Sintya. Dan mengundang kekesalan Sintya.


" Kini, aku seperti kambing congek, dihadapan kalian." ucap Sintya kesal.


" Maaf, kan kami nona manis yang baik hati, mohon dimaklumi, kita kan sedang menghilangkan kerinduan kami." ucap Darma.


Karena waktu sudah sore, kemudian mereka kembali k rumah Bu Pandu.


Seribanya di kantor mereka, yang mana Rumah Bu Pandu sekarang menjadi Kantor mereka saat ini.


Bu Pandu kaget dengan kedatangan Sintya dan Darma bersama Ajeng.


Kemudian beliau bertanya kepada Ajeng apakah tak membahayakan untuk dirinya juga Darma. Ajeng pun menjelasakan bahwasanya kakaknya sedang tugas ke luar kota dan akan kembali mungkin satu minggu kemudian. Bu Pandu lega mendengarnya, namun pada kenyataanya Bu Pandu lebih khawatir dengan Darma juga Bu Pandu sedikit cemburu bila Ajeng kembali dan dapat dipastikan akan lebih mendekatkan Mereka berdua.


Walau memang kenyataan itu, yang harus Bu Pandu terima, karena memang mereka saling mencintai satu sama lain, dan tak mungkin bagi beliau memiliki Darma.


Seminggu yang lalu, Rana , Rani , Sintya dan Ferik, menginap di rumah Bu Pandu, juga telah disetujui oleh Kedua orang tua mereka masing masing dan juga Kedua orang tua mereka, telah berkunjung di Rumah Bu Pandu yang berubah menjadi kantor mereka. Mereka Para orang tua Rana Rani Sintya dan Ferik, telah bertemu dengan Bu Pandu mereka pun, senang dengan kegiatan positif yang mereka cetuskan. Juga telah membeli beberapa produk yang mereka jual, sebagai penglaris, atau sebagai penyemangat untuk mereka.


Ajeng pun, berniat menginap bersama mereka, untuk beberapa hari sebelum Kakaknya pulang.

__ADS_1


Mereka pun berkumpul dan merekap, keuntungan Bisnis mereka. Dan hasilnya fantastis. Dalam waktu satu minggu mereka mampu mendapatkan hasil, Rp. 47.000.000,-. Dan setiap harinya meningkat orderan mereka.


Bu Pandu kemudian meminta masing masing mereka untuk membuat rekening tabungan. Agar memudahkan untuk membagi keuntungan juga lebih efisien, untuk tabungan mereka masing masing.


Mereka nampak sedang berunding guna melakukan perbaikan kinerja Bisnisnya, agar lebih kondusif.


Seperti biasa, Darma meninggalkan mereka menuju Angkringan dimana tempat untuk Darma bertemu dengan ketiga wartawan juga nongkrong bersama Aldi dan Angga.


" Ma, ini tolong susun berita tentang Iptu Krisna dan keempat temannya yang sudah selesai." ucap Rafli.


Darmapun kaget mendengar itu, setelah menerima file berita itu , Darma sedikit membaca dan menyusunnya.


" Mohon maaf, kak. untuk Berita ini bisa tidak, apabila ditahan sementara, kalian sudah maksud dengan maksudku. " jawab Drama.


" Baiklah, kalo itu maumu, namun apa tak sebaiknya itu, sebagai awal untukmu menjatuhkan Iptu Krisna yang selama ini telah mencelakaimu, juga dapat memperlancar niatmu memacari Ajeng. " ucap Jelita.


" Aku ada rencana, lain, yaitu berita ini sebagai Alat untuku,atau Kartu As,ku memperalat dirinya, yang mana mau tak mau harus mengikuti perintahku." ucap Darma.


" Cocok, cerdik kamu,Ma. Bukan kamu tak berani, namun mengalah dahulu, kemudian membalikan keadaan. " ucap Rafli.


Karena sedikit longgar kerjaan mereka, mereka pun nongkrong sampai malam, sambil ngobrol ngobrol, kemudian Jelita dan Rafli, mengatakan bahwasanya mereka berniat untuk menikah dalam waktu dekat. Jadi memungkinkan Darma sedikit longgar juga beberapa hari ini Darma dan temannya akan menerima hasil kelulusan.Darma pun dipaksa mereka harus datang kepernikahan mereka.


" Baiklah, kak, pantas saja, kalo saya perhatikan kakak kakak ini sedikit aneh ahir ahir ini. Sebenarnya kaliaan menjalani hubungan belum lama bukan." tanya Darma.


" Sudah, hanya kita tak begitu menunjukan kemesraan, karena kami takut, membuat Rizky kesal, karena Rizky beberapa bulan ini ditinggal nikah pacarnya." ucap Jelita.


" Oh,iya ya. katanya beliau mau nyusul, kok gak datang datang, dan selamat untuk kalian ya kak." ucap Darma.


" Biarin, saja, sedikit kami ceritakan kami bersahabat dari awal masuk SMA, dan lama kelamaan kami menjalin pershabatan kami terjebak cinta segitiga. Yang agak lucu memang. Singkat cerita kami bertiga memutuskan kesepakatan untuk tidak boleh saling jatuh cinta di antara kami masing masing tak lain hanya sebatas sahabat. Namun karena kita berdua lebih banyak bersama, juga memang aku lebih suka dengan Rafli ketimbang Risky. Jadi kita menjalani hubungan tanpa sepengetahuan Risky. Dan ahirnya tibalah hari ini , untuk kami berterus terang dengan Risky. Mungkin Risky marah jadi dia tak mau menemui kami. Tapi biarlah kami tahu sifatnya, besok mungkin besok kami sudah baikan." ucap Jelita bercerita.


" Em, begitu! Syukurlah kalo tak menimbulakan keretakan bagi persahabatan kakak. " ucap Darma.


" Baiklah, sudah malam, mari kita pulang, jadi untuk beberapa hari ini, kamu kami liburkan, namun entah dengan Risky mungkin ada beberapa pekerjaan untukmu." ucap Rafli.


Merekapun bergegas berpisah dan kembali kerumah masing masing.


Darma memutuskan untuk meminta maaf dengan mereka, dengan membawakan beberapa minuman juga, ia menghindar untuk tidur dirumah Bu Pandu, karena mungkin Bu Pandu yang mengajak berhubungan badan lagi. Sebagai Lelaki dewasa, dan masa puberitasnya Darma sebenarnya menikmati keadaan itu, namun disisi lain, takut akan ketahuan dengan Ajeng dan teman temanya. Juga skandal ini, secepatnya harus segera diahiri niatan Darma.


Darma kembali kerumah Bu Pandu berniat mengambil mobil, karena motornya yang diberikan padanya masih ditempat Bu Nesty, dan Mobil itulah kendaraanya sekarang.


" Darma sayang, kok gak balik balik, Ibu, sudah kangen." chat WA Bu Pandu, yang belum Darma buka dari tadi.


Darma pun membalas,


" Maaf, Bu , hari ini libur dulu ya Bu, aku mau pulang Bapak mencariku karena seminggu ini pulang sebentar sebentar juga jarang tidur , dirumah." alasan Darma.


" Baiklah, maaf kan, Ibu ya Ma, membuatmu tertekan dengan permintaan Ibu, yang tak wajar ini." balas Bu Pandu.


" Tolong bukain, pintu Buk, mau ambil Kunci mobil." chat Wa Darma.


Bu Pandu, membukakan pintu dan menyodorkan kunci mobil kepada Darma.


" Bu aku pulang dulu ya, besok pagi kesini lagi." ucap Darma.


" Baiklah, besok kesini siang siang gpp, besok kita Free, hari minggu, hari senin mulai kembali mengirimkan orederan. Juga senin kita terahir menerima orderan, karena rabunya kalian sekolah menerima hasil Kelulusan." ucap Bu Pandu.


" Baiklah , Bu. " ucap Darma kemudian mengeluarkan mobil dan segera menuju rumah Angga dan Aldi.


Setelah membeli beberapa Minuman dan cemilan juga Rokok. Darma menuju tongkrongan mereka di Gardu Pos ronda yang biasa mereka nongkrong.


Dan benar mereka masih disana, juga mengetahui kedatangan Darma.


Angga dan Aldi bersama teman mereka yang biasa nongkrong disana, Agus dan Rudi.


Angga dan Aldi yang masih marah, hanya diam saja saat Darma datang mengahampirinya. Agus dan Rudi nampak menyambut kedatangan Darma.

__ADS_1


" Ayok, mabok nganti isuk, cah lanang nesunan ki koyo banci. " ucap Darma mengatai Angga dan Aldi sambil memukul mereka.


" ***, kowe yaa, lagakmu, kowe seng banci dolanmu lhoo karo, cah cah wedok." balas Aldi dan membalas memukul.


Mereka pun, melupakan kejadian kemaren dan sekarang mereka bersama sama, minum minuman keras, sambil ngobrol.


Sebenarnya mereka juga habis minum, namun cuma satu botol untuk berempat.


" Ayo, lanjut sampai pagi." ucap Angga menuangkan Minuman di masing masing gelas mereka.


Hingga ahirnya mereka, mabuk semua.


Saat mereka asyik minum, sambil joget joget dan bercanda dialunkan lagu dangdut koplo, mereka seakan terbang dalam mabuknya, dan mereka seperti tak menunjukan beban hidup mereka.


Enjoy.


" Woy, Darma, anjing loe, dimana Ajeng? " ucap Iptu Krisna bersama 2 temanya, sambil menarik Darma dan mendorongnya di sudut tembok Gardu Pos ronda.


Keadaan itu, membuat Aldi ,Angga , Agus dan Rudi yang terpengaruh minuman mabuk , saat melihat Darma di cekik Iptu Krisna, langsung melawan Iptu Krisna dan dua temannya.


Karena mereka berenam tergabung dalam Taekwondo , mereka tak kesulitan menghajar Iptu Krisna dan dua temannya. Juga mereka memang telah lama ingin menghajar mereka, karena kesongongan mereka sebagai anggota polisi.


" Asal kalian tahu, kami tak takut dengan kalian, kami hanya sungkan dengan seragam, kalian. Karena kalian tak berseragam, mari kita selesaikan dengan cara laki laki. " Ucap Angga.


" Ini, bukan urusan kalian, ini urusan ku dengan, Darma. " ucap Iptu Krisna.


" Urusan Darma , jadi urusan ku juga, bila kalian ingin memukul Darma jadi kami siap mati untuknya melawan kalian." Ucap Aldi.


" Sombong, sekali mulutmu ,nak." ucap Iptu Bagus dan menghampiri Aldi dan mendorongnya.


Aldi seakan mau memukul Iptu Bagus,namun dilerai oleh Darma.


" Mari kita selesaikan baik baik." ucap Darma.


Namun tiba tiba Iptu Krisna, Iptu Bagus dan Iptu Hendro bergerak bersama menyerang Darma, Aldi dan Angga.


Perkelahianpun tak terhindarkan lagi, mereka saling pukul memukul, satu sama lain. Dimana Iptu Bagus melawan Aldi, kemudian Iptu Hendro melawan Angga dan Iptu Krisna melawan Darma.


Agus dan Rudi yang melihat keadaan itu, takut akan terjadi sesuatu, mereka segera memanggil warga untuk melerai mereka.


Namun perkelahian itu, membuat ketiga polisi tersebut babak belur, mereka tak bisa menandingi skil beladiri, Angga , Aldi dan Darma. Mereka ketiga Polisi itu, terlihat jatuh tersungkur, dan Aldi dan Angga ingin menambah pukulannya saat Iptu Bagus dan Iptu Hendro tersungkur.


Namun beberapa Warga datang menghampiri mereka lalu melerai mereka.


Merekapun dikumpulkan di rumah RT setempat, Orang tua dari Angga Darma dan Aldi juga ikut berada disana,


sebab keajiaan perkara hanya di ujung kampung mereka dan tak jauh dari rumah mereka.


Selang beberapa Anggota Polsek datang, tanpa bosa basi mereka bertiga diblandang ke kantor polsek setempat.


Aldi, seakan mengumpat kepada mereka ketiga polisi yang mereka hajar.


" Banci, kalian, kalo laki gak mungkin melibatkan anggota kepolisian." Ucap Aldi yang di borgol tangannya dan dibawa kemobil tahanan, diikuti Darma dan Angga yang juga diborgol.


Kejadian itu membuat geger warga sekitar, banyak antusias warga yang berdatangan melihat kejadian itu.


Dan saat mereka dibawa kemapolsek, Orang tua mereka, nampak shock. Kemudian bergegas menyusul mereka di mapolsek, menggunakan mobil yang dibawa Darma, sesuai arahan Agus dan Rudi yang mengetahui duduk perkaranya.


Yang mana Agus, Rudi dan Pak RT diminta menjadi saksi kejadian tersebut.


Sampai, di Kantor Polisi mereka yang masih di borgol, dimasukan kedalam ruangan dan dihujani hantaman dan tijuan dari Polisi yang menangkapnya.


" Mau, jadi jagoan kalian " ucap Polisi dan menendang mereka satu persatu.


Setelah mengumpulkan saksi dan juga korban dan memintai keterangan mereka.

__ADS_1


Angga, Darma dan Aldi dinyatakan bersalah.


__ADS_2