TAMTAMA 2019

TAMTAMA 2019
Kehebatan Darma


__ADS_3

Pak Indra dan Pak Jatmiko segera memimpin rapat.


Dalam rapat ini, Pak Indra menjelaskan tugas tugas untuk prajurit Denjaka yang berkumpul disitu. Dimana 20 prajurit disana dibagi menjadi dua kelompok dengan tugas yang berbeda.


Kelompok satu ( Rajawali )


Darma, Fino , Ryan , Ahmad, Raka, Nina, Jeny, Leny , Rima dan Komandan Nurmantyo.


Kelompol dua ( Elang )


Danang, Aldi, Angga, Jaka, ziva, monica, moza, Rama, Dita dan Komandan Tanoe.


" Baiklah setelah kita bagi kelompok, dan akan dilanjutkan kepada Komandan Selvi dan Alvia untuk menyusun strategi bersama Tim Rajawali. Sedangkan Komandan Vita dan Sarwenda menyusun strategi bersama Tim Elang." ucap Pak Indra.


Kemudian mereka para prajurit berpindah posisi duduk.


" Untuk Tim Rajawali mari ikut kami di rauangan sebelah." ucap Komandan Selvi berjalan menuju sebuah ruangan dan diikuti oleh mereka Tim Rajawali.


" Selamt siang, disini saya selaku Komandan Tim Rajawali yang akan menyusun rencana demi menjalankan misi misi tugas dari Negara. Apakah kalian siap." ucap Kom. Selvi tegas.


" Siap Komandan." ucap mereka prajurit Tim Rajawali.


" Baiklah, besok hari minggu kita mulai menyiapkan strategi dan latihan. Namun sebelumnya saya ingin kalian memperkenalkan diri." ucap Kom. Selvi.


" Saya Ahmad dan Riyan dari Prajurit TNI-AD."


" Saya Raka dari Brigadir Polisi."


" Saya Fino dari Prajurit TNI-AU ."


" Saya Darma dari perguruan beladiri Taekwondo."


" Saya Leny dan Nina dari Bripda Polwan."


" Saya Rima dan Jeny dari Perwira dasar KOWAL."


" Saya Komandan Batalion ivantri V Nurmantyo."


" Kalo anda aku sudah tahu, tak usah memperkenalkan diri. Selamat bergabung Komandan, saya begitu tersanjung karena bisa bergabung satu tim dengan Anda, namun mohon maaf dikesenpatan ini saya begitu lancang mungkin akan banyak memerintah Anda, komandan." ucap Komandan Selvi kepada Komandan Nurmantyo.


" Siap, komandan Selvi, segala upaya kami akan patuh demi mengemban sebuah tugas." ucap Komandan Nurmantyo.


" Baiklah, saya lanjutkan, mungkin dari kalian sedikit kebingungan dengan Darma, saya pun juga bingung dan tak percaya, namun melihat perjalanannya dalam mengemban tugas, Darma begitu mumpuni dibanding kalian semua, maaf.


Awalnya saya pribadi sedikit kurang percaya namun ketika menjalani tugas bersamanya sayapun mengakui kehebatannya." ucap Komandan Selvi.


" Saya yakin, atas rekrutan dari Pak Indra tak mungkin salah. Karena sebagai mana kita tahu Pak Indra selama karirnya di dalam Ketentaraan Beliau mampu merekrut beberapa Pemuda berkompeten." ucap Komandan Nurmantyo.


" Tepat, sekali. Baiklah sebagai langkah awal, agar tak terjadinya hal hal yang tak kita inginkan seperti tempo lalu, maka untuk kali ini Bapak Panglima TNI. Bapak Baakoro Anwar memilih anggota baru yaitu kalian semua Tim Rajawali dan Tim Elang. Maka saya ucapkan selamat bergabung dan tunjukan dedikasi anda anda semua dalam mengemban tugas dari Negara." ucap Komandan Selvi.


" Siap, laksanakan komandan." ucap mereka anggota Tim Rajawali.

__ADS_1


" Di waktu lalu dalam menjalankan tugas, Saya bersama Darma sedikit mengalami kendala, yang mengakibatkan anggota kita Merry mengalami luka. Juga membuat identitas Darma sedikit kecium oleh pihak musuh. Oleh karenanya Darma dan Jaka diminta untuk bertukar identitas, guna mengelabuhi musuh yang telah mengetahui identitas Darma dan Merry.


Dimana Jaka berangkat ke Australia untuk mengembangkan teknik meretas data melalui komputer ( Hacker ) yang rencana awalnya Darma yang akan pergi kesana. Namun karena kejadian itu rencana awal dirubah. Sebaliknya Darma merubah identitas menjadi Jaka, karena mereka berdua hampir memiliki kesamaan bentuk tubuh,jadi hanya sedikit merubah penampilan Darma sesui gaya Jaka.


Besok Minggu depannya Darma dan Jaka bersiaplah dan ikuti perintah Pak Indra." ucap Komandan Selvi.


" Siap, laksanakan komandan." ucap Jaka dan Darma bersamaan.


" Ok, untuk semuanya karena waktu latihan kita masih seminggu lagi, maka silahkan sedikit bersantai, namun tetap siaga.! untuk intruksi dadakan." ucap komandan Selvi.


Kemudian Alvia membagikan Jam Tangan canggih, seperti jam tangan yang digunakan oleh Dektektif Conan, kepada masing masing Anggota Tim Rajawali.


" Untuk selanjutnya mari kita menuju sebuah tempat, guna menyusun strategi dasar." ucap Alvia mengajak mereka semua berjalan meninggalkan Hotel Horizon menuju sebuah tempat. Merekapun segera mengikuti langkah Alvia dan Selvi.


Darma nampak kebingungan saat, ia keluar dari ruangan rapat tersebut dan berjalan melewati ruangan awal mereka rapat, yang mana Aldi dan Angga juga lainnya sudah tak berada ditempat. Sebab Darma sadar bahwasanya dirinya tak membawa motor jadi bila mengikuti Alvia dan Selvi menuju tempat latihan dirinya mengendarai apa. Selvi yang mengetahui kebingungan Darma langsung menghampirinya di halaman depan Hotel.


" Darma, mari bersamaku dan kendarailah untukku." ucap Selvi.


Darmapun serga meraih mengemudikan motor Ninja 250 milik Selvi. Awalnya Darma kaget dan sungkan harus berboncengan dengan Selvi yang mana Selvi adalah Atasannya. Namun karena permintaan Selvi jadi dapat dipastikan sama saja sebuah perintah, maka Darmapun segera mematuhinya.


Selvi mengarahakan Darma yang memgemudikan motornya, untuk menuju sebuah Pasar tradisional.


Di pasar tersebut ada sebuah kejadian yang sangat tak pantas dimana ada segrombolan preman pasar yang sedang memalak jatah keamanan kepada para pemilik toko dipasar.


Selvi meminta Darma untuk segera berhenti disudut parkiran pasar kemudian diikuti anggota lainnya.


" Darma coba tunjukan kemampuanmu, agar tak menghilangkan keraguan anggota lain terhadapmu." Ucap Selvi memerintah.


Darma mencoba menarik perhatian mereka dengan menjatuhkan uang Lima Ratus Ribu miliknya. Alhasil rencananya berhasil menarik perhatian preman itu.


" Hey, anak muda banyak sekali uangmu." ucap Japrak ketua preman itu yang langsung merampas uang Darma.


" Jangan Bang, itu uang buat biaya sekolah Bang." ucap Darma memelas.


Namun para kawanan preman memutari Darma dan mendorongnya kesana kemari.


Dan saat itulah Darma langsung menunjukan aksinya, dengan meluncurkan sebuah pukulan kepada preman itu, tepat mengenai pinggir lehernya.


Seketika preman yang diterkena pukulan Darma jatuh dan pingsan.


Melihat hal itu kawanan preman lainya mencoba melawan Darma, namun pada ahirnya kawanan itu berhasil Darma lumpuhkan dengan satu persatu, yang hanya dengan satu pukulan saja.


Pukulan pukulan Darma tepat mengarah pada titik leher dan dada.


Hingga membuat Preman preman itu ada yang pingsan ditempat juga muntah darah.


Japra ketua preman tersebut, terkejut dengan sosok Darma yang hanya seorang pemuda / bocah, namun bisa mengalahkan anak buahnya, yang memiliki tubuh lebih besar dibanding Darma. Kemudian Japra mencoba melawan Darma , tapi tiap kali Japra melancarkan sebuah pukulan, Darma segera menepisnya dan langsung menghujani sebuah pukulan diwajah Japra hingga memundurkan langkah Japra.


Japra yang terlihat emosi seketika membuatnya mengambil gagang sapu yang disebelahnya, dan langsung memukulkan ketubuh Darma.


Namun ketika gagang sapu melayang ketubuh Darma,gagang sapu tersebut seketika patah. Tapi tak membuat Darma kesakitan, Malah membuat Darma semakin beringas langsung berlari kearah Japra dan langsung menyekiknya menyudutkan Japra kesebuah pohon.

__ADS_1


" Ampun, ampun, tolong ampuni saya bung." ucap Japra memohon saat menerima cekikan dari Darma.


" Ingat, di atas langit masih ada langit jangan merasa paling kuat." ucap Darma sambil menampar keras kepipi Japra, hingga membuat Japra mengeluarkan darah dari mulutnya.


" Ampun , bung." ucap Japra kembali memohon.


" Aku tak akan mengampunimu, sama sepertimu yang selalu berbuat kasar tak mengampuni para penjual di pasar yang kalian palak. Juga memohon ampun tapi tak kau hiraukan, tooo." ucap Darma juga kembali meninju perut Japra.


Japrapun terlihat lemas dan tak berdaya saat menerima pukulan demi pukulan Darma.


" Berjanjilah padaku, untuk tak mengulangi tingkah kalian memalak, para penjual di pasar, atau aku akan kembali menghajarmu." ucap Darma kemudian melepaskan cekikan dileher Japra.


" Iya, bung kami berjanji tidak akan mengulangi lagi." ucap Japra membangunkan tubuhnya, tapi tiba tiba Japra mencoba menusuk Darma dengan belati miliknya.


Darma dengan sigap menangkap pergelangan tangan Japra dan langsung memuntirnya. Belati yang terjatuh seketika di raih Darma kemudian menggoreskan di leher Japra sedikit menyayat kulitnya.


Japrapun kemudian berteriak kencang kesakitan dengan sayatan belati yang dilakukan Darma.


Kejadian itu membuat banyak mengundang perhartian para penjual dan pengunjung Pasar.


" Mohon, panggil Polisi, biar mereka ditangkap, karena perbuatan mereka ini sangat meresahkan Anda anda sekalian." ucap Darma berjalan meninggalkan mereka.


Namun sebelum meninggalkan tempat itu, Darma menaruh uang Lima Ratus Ribunya kedalam saku jaket Japra.


" Kali ini, kalian aman, karena Mereka tak ada yang mau melaporkan kalian ke Pihak Berwajib. Jadi uang ini silahkan untuk mengobati lukamu." ucap Darma lalu berjalan melintasi kerumunan orang orang yang melihat kejadian itu.


Selvi dan anggota lainya segera menghampiri Darma kemudian langsung tancap Gas meninggalkan Pasar.


Japra dan lainnya ahirnya segera bangun dan berlari meninggalkan Pasar, karena takut akan adanya Polisi yang datang lalu menangkap mereka.


Selvi melambaikan tangannya , seakan memberikan sebuah intruksi untuk bubar. Kemudian Anggota Rajawali sekatika bubar kembali kerumah mereka masing masing.


" Ayo, aku akan mengantarmu pulang,


dan latihan hari ini cukup untukmu. " ucap Selvi kepada Darma.


Darma melajukan motornya menuju rumahnya. Sampai di rumah karena waktu yang hampir malam, Selvi bersedia mampir di rumah Darma atas permintaan Darma.


Sintya dan Ajeng yang baru saja menyelesaikan pekerjaanya,dan berencana untuk pulang. Terkagetkan dengan kedatangan Darma dengan Selvi.


Ajeng sepertinya sedikit cemburu, melihat Selvi yang memang terlihat cantik dan elegan walau diusinya yang lebih tua dari mereka.


" Ku, kira kalian sudah pulang.?" ucap Darma kepada Ajeng dan Sintya juga sambil mengedipkan mata seolah memberi kode tentang Selvi.


" Iya, kami sudah menyelesaikan tugas kami sesuai perintahmu." ucap Sintya kemudian pamit pulang.


" Terima kasih, besok aku ada kabar gembira untukmu jadi besok kembalilah." ucap Darma beralasan, karena takut akan kecemburuan Ajeng.


Setelah Sintya dan Ajeng berjalan pulang, Darma mempersilahkan Selvi untuk masuk ke rumahnya.


Setelah beberapa saat mampir di rumah Darma , Selvi memberikan sebuah Rompi atau Baju Anti Peluru dan sebuah Softgun beserta amunisi dan beberapa belati yang terselip pada rompi itu.

__ADS_1


__ADS_2