
Tanpa Dara ketahui ada seseorang yang sejak tadi melihatnya menangis dengan pilu.
"Kamu harus pergi sebelum kamu sama seperti mereka semua"ucap nya memperhatikan Dara dari kejauhan.
"Aku harus pergi menemui Kakek itu,aku harus tahu semuanya"gumam Dara dengan mata sembab nya berjalan,menuju rumah kecil di mana kakek itu berada.
Dara melirik arloji di tangan nya sudah menunjukan pukul 05.00 sore.
Dia harus cepat-cepat pergi menemui kakek itu,sebelum nenek,ibu,dan ayah nya pulang.Sekarang sudah agak gelap walau waktu menunjukan masih pukul 05.00.
Dara merasa di ikuti dari belakang,namun ketika dia menengok ke belakang dia tak menemukan siapa pun.Dia merasa di perhatikan dengan tajam,dari semua sisi.
Aku melihat penduduk desa ini sedang beraktivitas,dengan sesekali mereka melirik ke arah ku.Aneh kenapa tadi siang aku jarang melihat mereka beraktivitas ,tapi sekarang,mereka sedang beraktivitas walaupun hanya segelintir warga saja.
"Aku harus cepat"gumam Dara mempercepat laju berjalannya dan bisa dikatakan saat ini dia berlari.Karena penduduk desa semakin memperhatikan Dara.
Dari kejauhan aku telah melihat rumah kecil itu,namun tiba-tiba ada seorang anak yang menabraku cukup keras,membuatku menghentikan langkahku.
Aku harus cepat- cepat pergi menemui kakek itu namun ada seorang anak yang menabrak ku.Anak itu menangis dengan keras.Aku melihat seorang ibu-ibu
__ADS_1
berjalan dengan cepat ke arah ku.
"Bu maaf saya gak sengaja,anak ibu yang menabrak saya duluan"ucapku meminta maaf.
"Kamu harus bertanggung jawab"tuntut ibu itu kepadaku memandangku tajam.
"Iya saya akan bertanggung jawab"ucapku menyerahkan uang lima puluh ribu ke tangan ibu itu.Segera aku pergi kerumah kakek itu,meninggalkan ibu-ibu itu yang semakin memandangku tajam.
Aku sudah tak peduli dengan apa yang kulakukan,aku tak peduli bahwa sekarang ibu-ibu itu marah atau membeciku.Yang ku pedulikan sekarang hanya lah kakek itu.
Segera ku getuk pintu yang sudah reyot itu,lalu masuk ke dalam.
"Kakek...kakek ini saya yang waktu pagi kemari dan bertemu kakek.Kakek...kakek dimana"ucap Dara mengebu-ngebu.Dara tak melihat apa pun selain kegelapan yang menyerpa nya,dan hawa dingin yang menyengat.
"Kakek...kakekk!"panggil Dara pelan tak lagi sekeras tadi.
"kakek...kakek dimana!"panggilnya lagi.
Puk... dengan tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya.
__ADS_1
Arrggghhhh
Dara berteriak dengan kaget sampai berlari kecil
"Ada apa nduk? kakek sudah menyuruhmu pergi sebelum semua nya terlambat,sebelum kamu sama seperti mereka"ucap Kakek itu sedikit marah.
"Kakek..kakek dimana"ucap Dara dengan tangan melambai-lambai.
"Kakek ada di belakangmu"ucap Kakek itu dengan lentera di tangannya dan seorang wanita di sampingnya.
Sekarang aku dapat melihat wajah kakek itu,dan seorang wanita yang ku lihat dengan remang-remang.Astaga dia adalah wanita yang tinggal di rumah nenek.
"Kamu...kamu kenapa berada di sini"gugu Dara terkejut.
Wanita itu mendekati Dara,menuntun Dara untuk duduk di ranjang rotan yang reyot.
"Namaku Isah Aisyah,kamu cukup panggil aku Isah,aku cucu dari kakek yang saat ini berada di dekatmu"ucap wanita itu yang memiliki nama panggilan Isah.
"Jadi...jadi kamu cucu kakek"ucap Dara terkejut.
__ADS_1