Tanjung Merah

Tanjung Merah
28


__ADS_3

Aku meminum cairan di cawan kecil itu dengan sekali teguk.Ku lihat Isah,dia terlihat kecewa dan terkejut dengan apa yang ku lakukan.Berbeda dengan Nenek,Ayah dan Ibu mereka terlihat senang.


Biarlah dia kecewa terlebih dahulu padaku,dan biarlah Iblis-Iblis itu berbahagia sebentar saja,sebelum mereka kecewa.


Hehe yang sebenarnya terjadi itu,aku menahan cairan anyir itu di mulut ku,tanpa menelan nya.Ughh ini sungguh tak enak,mulut ku kebas dan pegal menampung cairan di mulut ku begitu lama,selama perjalanan pulang aku terus menampung cairan itu. Mulut ku terasa pegal dan tak enak menjadi satu.


Lama dalam perjalanan dengan mulut penuh menampung cairan anyir tadi.Mobil yang di tumpangi ku akhir nya berhenti,di pekarangan rumah Nenek.

__ADS_1


Sekelebet aku melihat Isah,dia menundukan kepala nya dengan raut wajah sedih.Aku ingin berbicara kepadanya bahwa aku tak meminum cairan itu.Namun Nenek memanggil ku menyuruh ku mengikuti nya ke gudang,kata nya gudang nya jangan pernah di buka,eh dia sendiri yang sekarang membuka nya.


Aku melewati Isah begitu saja tanpa melihat atau pun melirik nya.


Aku masuk,kini dalam gudang terdapat Nenek,Ayah,Ibu dan Aku.Mereka semua pada awalnya diam,kemudian Nenek angkat bicara.


Mereka berdua menghalangi jalan ku dengan memberitahu mu bahwa kami adalah seorang Iblis." ucap Nenek dengan desisan di ujung kata nya di menunjuk-nunjuk tubuh ku.Astaga Isah akan di bunuh,jika mereka bisa membunuh Isah.Aku harus memberitahu Isah dia pasti akan di bunuh oleh Nenek.

__ADS_1


"Dan setelah membunuh si tua bangka itu kami mencincang tubuh nya,memasak dan kita memakan nya.Hahaha si Dara itu dia sempat curiga dengan ku dan berbicara dengan Isah,bahwa Nenek yang membunuh nya dan semua itu memang benar adanya.Jika Isah bisa di bunuh,maka dia akan di bunuh bersama Kakek nya ." terdengar tawa Ibu.


Astaga benar dugaan ku,pagi itu aku...aku memakan daging kakek.Aku merasa mual mengingatnya di tambah aku masih menampung cairan anyir tadi di mulut ku.Mereka masih tertawa dengan senang nya.


"Dan sekarang kamu menjadi bagian kami tapi tak seutuhnya,karena kamu belum menjalankan ritual selanjutnya,yang di lakukan oleh Nenek.Karena itu pemilik tubuh ini akan sesekali kembali ke dalam raga nya walau tak seutuh nya sama seperti kami.Kita semua akan menjalankan ritual itu dua hari lagi.Di mana gerhana Bulan akan muncul satu hari lagi,dan di hari itu kita menjadi pemilik tubuh ini seutuhnya.Tapi jika pemilik tubuh yang sekarang sedang kou tempati ini belum kami ubah menjadi dirimu,maka pada malam gerhana bulan itu kita semua akan hancur.


Namun itu tak akan pernah terjadi,karena kami telah menyingkirkan Dara si pemilik tubuh yang sekarang sedang kau tempati.Hahaha bodoh nya si Dara itu,Kakek tua bangka dan si Isah itu sudah memperingati nya,tetapi dia tak pernah mengerti." Ucap Ayah,dia tertawa tebahak bahak dengan Nenek dan Ibu.

__ADS_1


__ADS_2