Tanjung Merah

Tanjung Merah
31


__ADS_3

"Dara kau sangat hebat,aku bangga pada mu," ucap Isah.


"Ya terimakasih Isah,sekarang mereka entah ingin pergi kemana,mereka bilang,mereka akan mempersiapkan sesuatu sebelum ritual itu berjalan." Ucap Dara se serius mungkin.


"Ritual," beo Isah.


"Hmm yah Ritual untuk mengubah ku seutuhnya,mereka bilang aku tak akan berubah menjadi Iblis,jiwa ku bisa setiap saat mengambil alih tubuhku dari Iblis itu.Maka dari itu mereka juga menjalankan ritual itu kepada nenek." Ucap Dara dengan sedih nya ketika mengucapkan kata terakhir.Dara tahu Nenek nya tak akan bisa selamat,karena dia telah menjalankan ritual seperti yang di bilang mereka.


"Dara,apakah mereka tahu bahwa sekarang kau bukanlah seorang Iblis? seperti yang mereka kira." Tanya Isah melihat Dara tepat di kedua mata Dara.


"Ehmm ku...ku rasa tidak,tadi saat di gudang mereka menganggap ku sama seperti mereka." Ucap Dara ragu-ragu.

__ADS_1


"Dara cepat atau lambat mereka akan tahu,dirimu belum menjadi bagian dari mereka.Mereka akan menyadari itu ketika mereka tak bisa menemukan jiwa mu di rumah ini seperti jiwa Nenek,Ayah,dan Ibu mu yang terkurung di rumah ini." Jelas Isah melihat Dara khawatir.


"Jika begitu,apa yang harus ku lakukan Isah?," tanya Dara.


"Apakah kau masih mengenakan tasbih pemberian ku?" tanya Isah.


"Ya aku masih mengenakan nya di leher ku," jawab Dara meraba lehernya,mengambil tasbih pemberian Isah.


Dalam pikiran Isah semua berkecamuk menjadi satu,dia juga masih belum mengerti lebih jauh tentang apa yang akan terjadi,Isah harus mencari tahu semuanya,sebelum terlambat.Malam ini Isah akan pergi,mencari tahu apa yang sedang di lakukan para Iblis itu.Cepat atau lambat para Iblis itu akan tahu semuanya,Iblis-Iblis itu bisa melakukan sesuatu semau mereka.Waktu yang Isah punya untuk mengeluarkan dara dari Desa ini kurang lebih 3 hari lagi.Itu pun Isah harus menunggu keputusan apa yang akan Dara ambil,semoga Dara akan dengan suka rela pergi dari Desa ini tanpa ingin menyelamatkan Desa atau pun Keluarga nya.Itu semua akan percuma,keluarga Dara mungkin sudah terlanjur melakukan ritual penyempurna an,dan Desa ini telah lama hancur,setelah kepergian Dara desa ini akan di kenal dengan Desa tak berpenghuni,atau sebuah Desa yang tak di kenal semua orang.Tapi itu semua hanya perkiraan Isah saja,karena yang akan menjadi kenyataan adalah tergantung keputusan apa yang Dara ambil.


"Isah,kenapa kau diam?," tanya Dara.

__ADS_1


"Ahh tidak,hanya sedang memikirkan sesuatu saja," jawab Isah menggelengkan kepalanya.


"Sesuatu apa?"


"Hmm Dara malam ini aku akan pergi,untuk mengawasi mereka.Kita harus tahu apa yang akan mereka lakukan." Ucap Isah mengalihkan pembicaraan nya.


Isah melihat jika Dara memandang nya sedikit curiga bercampur penasaran.Namun dengan cepat dia mengalihkan pembicaraan,agar Dara tak bertanya terus menerus,sehingga Isah memberitahu Dara.


"Pergi,apa kau yakin?," ucap Dara ragu.


"Ya aku yakin,besok aku akan kembali.Jaga dirimu dengan baik,Iblis-Iblis itu bisa saja melukaimu di luar pemikiran mu.Karena Iblis sama seperti setan bahkan lebih kuat.Selama malam ini jangan pernah keluar dari dalam kamar mu! apa pun yang akan terjadi,dan jangan pernah lepaskan tasbih itu." Ucap Isah mewanti-wanti.

__ADS_1


__ADS_2