
Aku terus berpikir,bagaimana cara agar aku tak meminum cairan merah berbau anyir itu.Apa aku harus membuangnya? tapi,itu mana mungkin bisa terjadi ada Nenek,Ayah dan Ibu,melihat terus ke arah ku tanpa berkedip.Apa aku harus meminum nya? dan pasrah dengan semua yang akan terjadi.
"Cepat Dara,minumlah !"
Aku mendengar nenek berbicara,untuk segera meminum cairan berbau anyir itu.Dia memandang ku tajam,tak sabar melihat momen ketika,aku menegak cairan yang di berikan nya.
Apa aku harus meminumnya ? terus ku berpikirkan,bagaimana cara agar aku tak meminum cairan itu.aku melihat Nenek,Ayah,dan Ibu mereka terlihat tak sabar melihat aku meminum cairan berbau anyir itu,dan Isah yang terlihat khawatir dan takut melihatku.Aku berpikir dan terus berpikir,bahwa sekarang akan ku kuputuskan,bahwa aku akan..
Aku melihat Nenek menyuruh Dara meminum cairan di cawan kecil itu.Yang bisa ku pasti kan bahwa itu adalah darah,dari Iblis-Iblis yang menjadi satu.
__ADS_1
Aku takut bila Dara akan meminum darah itu.Dara terlihat diam memegangi cawan kecil itu,aku tahu dia tengah berpikir bagaimana cara agar dia tak meminum darah di cawan kecil itu.
Dara sempat melirik ku,sekarang aku tak bisa membantu Dara.
Nenek menegur Dara agar segera meminum nya,dia terlihat begitu tak sabar melihat Dara menjadi bagian dari dirinya.Ku kira Dara tak akan meminum darah,di cawan yang di pegang nya.Namun perkiraan ku salah,salah besar.Aku melihat Dara meminum darah itu dengan sekali teguk.Mengapa Dara meminum darah itu,dia bisa membuang nya.
Oh tidak...sekarang Dara akan menjadi bagian dari mereka.Tak ada lagi Dara yang mempunyai Indra ke 6, hanya ada Dara si Iblis. Aku ingin sekali menangis,namun aku tak bisa menangis,yang ku bisa hanya lah diam,dengan pandangan datar seperti,yang biasa ku lakukan.
"Ayo sekarang kita pulang !" ajak nya terlihat senyum menyeringai bahagia di bibir nya.
__ADS_1
Mereka berdiri,melangkahkan kaki nya berjalan pulang.Dara terlihat berjalan antara Nenek nya dan Ayah nya.Dia terlihat diam,tanpa melirik diriku sedikit pun.
Kami menaiki mobil dengan hening,tanpa adanya percakapan,tanpa adanya lirikan Dara kepada ku,tanpa adanya Dara yang duduk di samping ku.
Nenek menyuruh Dara,untuk duduk di sebelah nya,meninggalkan ku,yang duduk sendirian.Dara mendudukkan dirinya di sebelah Nenek,dia masih terlihat diam dengan bibir membungkam tanpa membuka mulutnya sebentar pun.
Lama kami berada di dalam mobil dengan keheningan,selama perjalanan Dara tak sekali pun membuka mulut nya,dia diam memandang lurus kedepan tanpa adanya lirikan seperti biasa kepada ku.Dia diam entah memikirkan apa,aku tak lagi peduli,karena dia sudah menjadi bagian dari mereka.
Namun hatiku berkata lain,aku memandang Dara dengan sedih,tak ada lagi harapan yang ku punya sekarang.
__ADS_1
Mobil yang berlaju kini berhenti di pekarangan rumah Nenek,aku turun dalam diam,mendudukan diriku di ruang tamu.Aku mendengar Nenek berbicara kepada Dara, menyuruh mengikuti mereka pergi ke gudang.
Dara,Nenek,dan kedua orangtua nya mereka pergi ke arah gudang.Dara melewati ku begitu saja dengan masih diam tanpa mengeluarkan suaranya.