
"Kamu pasti bisa Dara,anggaplah mereka manusia seperti biasanya dan bukannya Iblis seperti yang kamu tahu saat ini." Ucap Isah menyakinkan Dara untuk menganggap keluarga nya seperti biasanya.
"Tapi Isah, aku takut mereka Iblis yang berwujud manusia.Ba...bagaimana bila mereka mencelakaiku dan tahu bahwa aku telah tahu siapa mereka sebenarnya," ucap Dara ketakutan memegang kuat tangan Isah.
Dalam pikirannya kini berkecamuk kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan menimpa nya.
"Itu tak akan terjadi Dara,aku akan terus menjaga dan memantau mu.Dara ambilah tasbih ini kalungkanlah kepada leher mu ini akan menjaga mu." Ucap Isah menyerah kan tasbih milik Kakek nya kepada Dara.
"Terima Kasih Isah," ucap Dara mengalungkan tasbih itu kepada lehernya.
"Sama-sama, tapi ingat Dara jangan pernah kamu melepaskan tasbih itu dari lehermu.Sembunyi kan Tasbih itu jangan sampai mereka melihat nya."
"Baik aku akan menyembunyikan nya di balik bajuku." Ucap Dara memasukan Tasbih itu ke dalam baju nya.
__ADS_1
Isah melihat Dara dengan sayang,beberapa hari lagi dia akan melihat Dara ketakutan dengan melihatnya.
"Baiklah sekarang aku akan pergi Isah" ucap Dara memeluk Isah kemudian dia pergi keluar dari rumah kecil kakek Isah.
Dara sempat melihat Isah tersenyum miris memandang nya.Dia tak tahu kenapa Isah memandang nya seperti tak akan bertemu lagi.
"Semoga saja Nenek,Ayah,dan Ibu,mereka tak mencurigai tentang aku yang menemui Isah di rumah Kakek." Ucap Dara di sepanjang jalan menuju rumah Nenek nya.
Dara berjalan dengan tergesa-gesa,tak mempedulikan jika dia akan terseleo.
Dara akan memikirkan keputusan terakhir matang-matang,dia tak ingin salah melangkah.Dia ingin menyelamatkan kedua orangtua dan Nenek nya.
"Huh Dara kamu harus bisa bersikap selayak nya tak pernah terjadi apa-apa." Gumam Dara melihat rumah Nenek nya yang tinggal beberapa langkah lagi.
__ADS_1
"Dara kamu dari mana?" tanya Hendra memandang Dara dengan Datar.
Dara yang mendengar Hendra berbicara kepadanya terkejut.Baru kali ini Ayah nya ingin berbicara dengan nya setelah sekian lama dari Pemakaman itu.
Dara merasa senang tapi dihati Dara juga terdapat rasa tak senang karena yang berbicara dengan nya saat ini bukanlah Ayah nya melainkan seorang Iblis.
"Itu Yah ehmm aku tadi keliling Desa buat cari sinyal iya sinyal.Soalnya di rumah Nenek sinyal nya gak ada." Dara mengucapkan nya dengan tersenyum paksa melihat ke arah Hendra dengan sedih.
Sekarang Dara merasa takut serta canggung bila berdekatan dengan Hendra.Tak lagi seperti dulu ketika dia merasa nyaman dan senang.
"Iya,kalo gitu nanti sore kamu bersiaplah kita akan ke suatu tempat." Ucap Hendra dengan sambil melihat leher Dara yang terdapat Tasbih pemberian Isah.
Aku melihat Ayah dia terus memandang bagian leher ku yang terdapat Tasbih.Seketika aku merasa gugup takut bila dia tahu, berpura-pura menggaruk leher ku yang tak terasa gatal.
__ADS_1
"Ehmm Ayah,Dara ke dalam dulu yah Dara ingin tidur badan Dara sakit-sakit." Alibi Dara pergi ke kamar nya beralasan ingin tidur.
"Hmm ya" ucap Hendra sedikit melirik tajam ke leher Dara.