
Satu hari berlalu dan ku lalui dengan tenang tanpa ada kejadian-kejadian aneh apa pun.Nenek,ibu,dan ayah aku merasa mereka sedikit bersikap seperti,nenek,ayah dan ibu yang dulu.Hanya saja pandangan mereka semakin tak ku kenali.
Dan begitupun dengan Isah kami tak pernah bertegur sapa seperti yang dimintanya.
Pagi ini aku terbangun begitu pagi bisa dikatakan ini malam hari, disaat semua orang yang berada di rumah ini pasti belum terbangun.
Aku berjalan ke luar kamarku,kulirik arlojiku ini masih pukul 2 pagi.
Aku berencana untuk melakukan salat tahajud,aku berjalan ke arah kamar mandi dan mengambil air wudhu,sesaat aku terdiam aku seperti mencium bau bangkai di kamar mandi ini.Ku tengok kan kepalaku ke sana ke mari aku tak menemukan apa pun.
Aku tak menghiraukan bau bangkai ini,mungkin saja bau ini muncul dari wc kamar mandi.
__ADS_1
Aku berjalan menuju kamar ku,melewati kamar ibu dan tentu nya nenek juga.Pada saat melewati kamar nenek pintu kamarnya sedikit terbuka,aku merasa penasaran dan lebih membuka kamar nenek lebar-lebar.
Aku melihat ke dalam kamar nenek, tak menemukan siapa pun di dalam sana.Hanya ranjang yang kosong saja tanpa terisi seorang manusia di dalamnya.
"Nenek ke mana"ucap Dara pelan.
Dia berjalan cepat ke pintu kamar Ibu dan ayah nya,membuka pintunya secara perlahan.Dara melihat ayah dan ibunya masih berada di kamar dan tertidur.
Dia menghampiri kamar di mana Isah tidur,dia membuka pintunya secara perlahan menyisakan celah kecil.Dara melihat Isah tertidur dengan menutupi semua tubuh nya termasuk kepala nya.
Secara bersamaan terdengar langkah kaki dari arah luar rumah.Dara berjalan mengintip di celah-celah gorden ruang tamu menuju langsung ke arah luar.Dia melihat seorang bertudung berjalan memegang sebuah kapak.
__ADS_1
Kapak itu mengeluarkan decitan yang beradu antara jalanan berbatu dan ujung kapak yang berkilau.
Dara begitu penasaran terbesit dalam hatinya ingin mengikuti sosok bertudung itu dia merasa takut.Namun rasa penasaran nya begitu besar dibandingkan dengan rasa takut yang bersarang di hatinya.
Dara melirik ke mana-mana,dia takut jika ada yang terbangun.
Dengan cepat aku membuka pintu rumah nenek,aku melirik ke sana kemari kemana sosok bertudung itu pergi.Kuedarkan pandanganku hingga pupil mataku menangkap sosok bertudung itu berjalan,menyusuri setiap rumah warga,di iringi decitan yang terdengar ngilu.
Ku ikuti dia secara perlahan,cukup lama aku mengikuti sosok bertudung itu,dia berjalan ke arah rumah kakek.Dalam hatiku terbesit rasa penasaran dan takut,megapa dan apa alasan sosok bertudung itu berjalan ke arah rumah kecil milik kakek itu.
Sosok bertudung itu membuka pintunya secara perlahan.Dia masuk ke dalam rumah kecil yang di huni oleh kakek,menutup pintunya secara perlahan.
__ADS_1
Aku dapat melihat apa yang di lakukan sosok berjubah itu dari celah-celah kecil,di dinding rumah dengan cahaya remang dari pantulan sinar bulan.
Aku melihat sosok bertudung itu berjalan mengendap-ngendap menghampiri kakek tanpa menimbulakan suara.Dia berjongkok di sisi ranjang kakek berbicara dengan pelan,aku tak dapat mendengar dengan jelas apa yang dia ucapkan.