Tanjung Merah

Tanjung Merah
23


__ADS_3

Aku segera bersiap-siap,aku takut Ayah dan yang lain nya sampai marah kepadaku.Ku bawa apa yang perlu ku bawa kedalam tas kecil ku.Aku merasa akan ada sesuatu jadi aku membawa barang-barang seperti bawang putih dan jenis-jenis lainnya yang katanya bisa mengusir Setan.Tak lupa aku mengganti bajuku dengan sebuah sweater rajut panjang sampai ke leher ku,menutupi tasbih pemberian Isah.


Aku menghampiri Ayah dan yang lainnya disana juga aku melihat Isah,dia sedang berdiri diam di samping kursi yang di duduki oleh Nenek.


"Ayah aku sudah selesai!" panggil Dara kepada Hendra.


"Ya,ayo sekarang kita pergi,ini sudah akan sangat sore,jangan sampai kita terlambat." Ucap Nenek melirik ku tak suka.

__ADS_1


Nenek sering kali melirik ku tak suka,entahlah mungkin aku menyebalkan menurutnya.Dia kan bukan Nenek ku tapi seorang Iblis.Aku tak peduli,ku lirik balik Nenek,semenjak aku tahu Nenek adalah seorang Iblis aku merasa tak se takut seperti kemarin-kemarin.Aku melihat nenek dia seketika memandang ku sangat tajam ketika aku balas meliriknya.Oh yaampun bagaimana kalau Nenek berbuat jahat kepadaku karena aku balas meliriknya,buru-buru ku alihkan pandangan ku Kepada Isah.Dia memandang ku yang aku tak tahu pandangan sejenis apa itu.


"Ayo sekarang masuk ke dalam Mobil!" perintah Nenek yang masih memandang ku.


"I..Iya Nek," ucapku tersenyum menampakkan gigi putih ku.


Kami semua masuk ke dalam mobil Ayah.Ayah dia duduk di kursi kemudi dengan Ibu disamping nya.Nenek dia berada di kursi belakang kursi Ayah dan Ibu.Sementara aku dan Isah,kami duduk di kursi paling belakang.

__ADS_1


Aku terdiam menundukkan kepalaku kebawah membuka-buka aplikasi di handphone ku tanpa tahu tujuan ku ingin apa? aku merasa bosan.Sementara Isah dia hanya diam memandang lurus ke depan.Suasana mobil di dalam terasa pengap ditambah dari tadi tak ada yang mengeluarkan suaranya di dalam mobil.


Oh aku ingat tujuan awal ku jika bertemu Isah,aku harus menanyakan tujuan kemana kami akan pergi.Tapi bagaimana aku harus menanyakan nya kepada Isah.Di depan kami Nenek terus saja mengintaiku.Mengangkat kepalaku saja aku tak bisa apalagi berbicara dengan Isah.


Aku terus memikirkan bagaimana cara untuk berbicara kepada Isah,sambil terus membuka aplikasi yang ada di Handphone ku.Aku membuka aplikasi chatingan di Handphone ku,aku terdiam bagaimana bila aku mengetik di Handphone ku saja dan menunjukkan nya kepada Isah.


Aku mengetik apa yang akan aku tanya kan kepada Isah,dan menunjukan Handphone ku di depannya supaya ia membaca pesan yang telah ku ketik.

__ADS_1


Tapi Isah dia tetap diam,masih melihat ke depan.Aku merasa kesal dengan nya ku coba mencolek paha nya.


Aku terdiam memandang lurus ke depan,Nenek dan kedua orangtua Dara berada di kursi depan,mereka seperti mengintai ku dengan Dara.Ku rasakan ada sesuatu yang mencolek paha ku,aku menunduk melirik ke arah Dara dia yang mencolek paha ku.Aku masih diam dia sekali lagi mencolek paha ku,dia menyodorkan ku Handphone nya.Aku melihat nya di sana dia mengetik kan sesuatu.


__ADS_2