Tanjung Merah

Tanjung Merah
14


__ADS_3

Nafas ku memburu,kulirik Isah dia hanya terdiam.Ku genggam tangannya,kami melangkah masuk ke dalam rumah nenek.


Waktu menunjukan pukul lima pagi,ini sudah sangat pagi dari waktu aku pergi mengikuti sosok bertudung itu.Aku dan Isah mendudukan diri di ruang tamu,kami berdua sama-sama diam.


Aku termenung memikirkan kakek,pasti Isah sangatlah bersedih.Tapi siapa sosok bertudung itu,mengapa dia membunuh kakek Isah dengan begitu keji.


Aku begitu penasaran,baru kemarin aku merasa tak akan ada hal-hal aneh apa pun lagi.Ku kira ke anehan ini akan berhenti tapi malah ada lagi kejadian-kejadian.


Bagaimana kakek sekarang,apakah ada warga yang menemukannya?,aku tak tahu.


Isah dari tadi masih terdiam,aku menepuk bahu Isah pelan.Ketika akan berbicara seseorang memotong ucapan ku yang belum sempat terucap.


"Dara,kenapa pakaian mu kotor?"tanya nenek dengan tiba tiba membuat ku kaget.


"Ta...tadi terjatuh nek"jawab ku gugup.

__ADS_1


Ku lirik nenek dia terus melihatku dengan tajam,sekilas aku mekihat sebuah goresan dan memar di kening nenek.Lalu ku pandangi nenek dengan lebih teliti dan aku melihat goresan dan memar itu lebih jelas di kening nenek.


"Nek..me...mengapa kening nenek memar?"tanyaku takut-takut.Aku melihat nenek semakin melihatku dengan lekat,ku tundukan kepalaku.


"Terpentok pintu"ucap nenek menjawab pertanyaan ku setelah nya berlalu pergi,meninggalkan ku dan Isah berdua di ruang tamu.


"Isah!"panggil Dara


"Dara aku akan pergi,bersikaplah seperti biasa seolah tak terjadi apa-apa,bersikaplah seperti kemarin".Ucap Isah setengah berbisik dia kemudian pergi meninggalkan ku dengan seyum tipis di bibirnya.


Aku terus memandangi Isah dia barusan tersenyum dengan tipis,hingga aku tak melihat Isah lagi dari pandangan ku.


Ku lihat kaki ku yang sedikit bengkak,aku harus mengurutnya agar tak sakit lagi dan agar nenek,ayah,dan ibu tak curiga kepadaku.


Aku mengoleskan balsem ke kaki ku yang terkilir,aku cukup bisa dalam hal mengurut,dulu sewaktu smp aku adalah anggota PMR di sekolah ku.

__ADS_1


Ku bekap mulut ku agar rintihanku tak terdengar ini begitu sangat sakit,perlahan-lahan ku gerakan kaki ku,tak terasa begitu sakit.


Ku langkahkan kaki ku secara perlahan,aku harus membersihkan diri.


Aku berjalan menuju kamar mandi,aku melewati ayah dia sedang menonton tv di ruang keluarga.Ku hampiri ayah,dia masih belum menyadari keberadaan ku.


"Ayah!"panggil Dara


"Ya ada apa Dara"ucap Ayah memadang ku dengan tatapan kosong dan tajam nya.


"Tidak apa-apa hanya memanggil saja"ucap Dara dengan pelan


Aku berlalu pergi meninggalkan Ayah,dia kembali menonton tv.


Aku melihat nenek dan Ibu yang sedang memasak,entah memasak apa aku tak tahu.Ibu dan nenek memotong-motong daging aku tak tahu daging apa yang akan di masak ibu,baunya sangat anyir.

__ADS_1


"Ibu itu daging apa yah,Dara belum pernah ngeliat daging yang seperti itu?"tanya Dara dengan aneh.


"Ini daging ayam"jawab Ibu tanpa mengalihkan tatapan nya kepada ku.Aku penasaran dengan daging itu,aku terus melihatnya.Aku merasa seseorang melihatku dengan tajam.


__ADS_2