Tanjung Merah

Tanjung Merah
29


__ADS_3

Sekarang aku tahu semuanya,aku harus memberitahu Isah tentang ini.Tapi yang tak pernah ku mengerti adalah apa hubungan dari semua ini,mengapa semuanya terasa seperti sebuah pazel.Aku masih belum mengerti dengan semua yang ku tahu selama ini.


Aku harus bisa menyelamatkan Nenek,Ayah dan Ibu sebelum ritual itu di jalan kan.Aku memandang mereka dengan takut,mereka masih saja tertawa jahat, dengan terbahak-bahak.


"Aduh perut ini terasa sakit,aku senang sebentar lagi ritual itu berjalan." Ucap Ibu dengan senyum jahat nya.


Aku ingin sekali keluar dari gudang ini,rasanya begitu pengap dan sesak,aku ingin cepat-cepat memberitahu Isah.

__ADS_1


Dan menyambung-yambung kan pazel yang selama ini aku temukan.Aku merasa harus bisa memecahkan sebuah misteri ini,mengungkapkan semuanya yang selama ini terkubur dengan dalam.


"Sekarang ayo kita keluar,ada yang perlu kita urus sebelum ritual itu berjalan.Dan kou tetaplah di sini awasi Isah,aku takut jika dia mangacaukan ritual itu,jangan sampai dia mengikuti kami." Ucap Nenek menunjuk diri ku dengan wajah garang nya.


Aku hanya bisa mengangguk kan kepala ku saja,cairan anyir itu masih berada di mulut ku.Bisa kalian bayangkan begitu lamanya aku menahan cairan anyir itu di mulut ku dengan tempo begitu lama.Rasanya mulut ku pegal dan kebas serta rasa mual yang semakin menggerogotiku.


Kami semua keluar dari dalam gudang pengap itu.Aku mengantar mereka ke depan rumah,Nenek,Ayah dan Ibu mereka pergi masuk ke dalam mobil Ayah,mereka pasti merencanakan sesuatu sebelum ritual itu.

__ADS_1


Di ruang tamu aku melihat masih ada Isah,dia masih duduk termenung.Dengan sesekali dia terus menerus melihat ku,dari pertama aku mengantar Nenek,Ayah dan Ibu sampai aku berjalan setengah berlari ke arah kamar mandi.


Dengan segera ku muntah kan semua cairan merah anyir di dalam mulut ku,ughh rasanya sungguh tak enak,rasa mual semakin menyerang ku.Ku lihat cairan merah itu,kemudian menyiram nya.Aku berkumur-kumur menggosok gigiku sebersih mungkin,aku tak ingin jejak cairan itu menempel di rongga mulut ku dan gigi ku.


Aku diam termenung,sekarang Dara menjadi bagian dari mereka,tak ada lagi harapan untuk mengubah Desa ini kembali seperti dulu.Aku melihat pintu gudang terbuka,mereka keluar dari dalam gudang itu termasuk Dara.Aku tak tahu apa yang mereka bicarakan di dalam sana.Mereka pergi ke depan rumah,Dara melewati ku seperti tadi,dia tak melihat diriku sedikit pun.


Aku mendengar suara mobil ayah Dara melaju meninggalkan pekarangan rumah,mungkin mereka pergi termasuk Dara.Merayakan kemenangan mereka dan kekalahan ku.

__ADS_1


Namun aku salah,aku melihat Dara dia tak pergi bersama mereka,di berjalan setengah berlari ke arah kamar mandi,seperti menahan sesuatu.Aneh mengapa dia bersikap seperti itu,harusnya sekarang dia duduk di depan ku dan mengolok-olok diri ku.Seperti yang di lakukan Ayah nya kepada ku dulu setelah dia menjadi seorang Iblis.


Setalah ku rasa mulut ku bersih,aku berjalan menghampiri Isah.


__ADS_2