
Aku terus menimang antara pergi menemui Kakek itu untuk menanyakan yang ada di pikiran ku atau kah menghampiri anak-anak itu untuk mengobati rasa penasaran ku kepada mereka.
Hingga pilihanku terjatuh,memilih menghampiri anak-anak itu,aku pikir ini benar anak-anak itu terasa lebih misterius dari pertama aku ke Desa ini.
Kaki ku perlahan-lahan mulai melangkah maju ke dalam pemakaman Tanjung Merah,dimana anak-anak bermain di tanah merah nya.
Aku menghampiri anak-anak yang hanya diam menonton anak lain nya yang sedang bermain.Aku memandang mereka secara intens dari dekat,mereka menonto tanpa mengalihkan pandangan nya kemana pun seakan-akan mereka tak memerlukan kedipan mata.
Aku melihat-lihat anak-anak itu satu persatuan,hingga pandanganku melihat sosok anak laki-laki yang terasa berbeda dengan yang lain nya.Dia sedikit menjaga jarak dengan yang lainnya,dan seperti tak terlalu memfokuskan pandangan nya.
Aku terus memperhatikan mereka yang belum menyadari keberadaan ku.Aku berinisiatif untuk bertanya kepada mereka dengan menepuk pundak kecil salah satu anak di sebelah ku.
"Ade kalian sedang apa disini?"
Mereka tak menjawab,lama mereka terdiam mencoba mencerna keberadaan ku.Mereka semua menatap ku tajam,anak-anak yang bermain,mereka menghentikan permainan mereka semua.
Hati ku seketika bergemuruh melihat pandangan tajam mereka kepadaku.Aku masih merasa penasaran,mencoba untuk bertanya kepada mereka.
"Ade kenapa kalian bermain di sini? ini kuburan bukan lapang bermain".Aku bertanya dengan ragu-ragu kepada mereka.Sejujurnya aku merasa takut dengan pandangan mereka.
"Itu bukan urusan kakak" jawab anak laki-laki salah satu dari mereka,terlihat paling tua dari mereka semua dengan datar.
__ADS_1
"Tapi kakak hanya ingin tahu,mengapa kalian bermain di tanah merah kawasan pemakaman ini?"
Aku bertanya kepada mereka yang hanya di jawab oleh hembusan angin.
"Ade apa kalian tak merasa takut atau apa pun itu? ini sudah hampir sore." Ucapku terus bertanya kepada mereka,dengan menahan rasa takut.
Mereka semua menatapku semakin tajam terlihat tak suka dengan ku yang terus saja bertanya.
Dalam hati ku tertanam rasa takut dengan tatapan itu,tapi tatapan itu juga yang membuat rasa penasaran ku semakin besar.Yang menyebabkan diriku bertanya lagi dan lagi.
Suasana hening menyapa cukup lama ku rasakan bulu kunduku meremang.
Mereka semua dengan tiba-tiba melangkahkan kaki nya meninggalkan ku,tanpa kata.
"Kakak harus segera pergi,sebelum kakak sama seperti mereka"ucapnya.Kemudian pergi menyusul anak-anak yang lain.Meninggalkanku berdiri termenung sendirian di tanah merah kawasan pemakaman.Di temani angin dingin berhembusan mengantarkan kesunyian.
Aku mematung memikirkan perkataan anak laki-laki itu.Satu kata yang berada di benak ku.
Mengapa...
Mengapa...
__ADS_1
Dan mengapa...
Mengapa ucapan ketiga orang yang hampir ku temui satu hari ini mengatakan hal yang sama dengan arti yang sama kepadaku,yang ku tak tahu maksud dan arti sebenarnya.
Aku...aku merasa...aku merasa bingung akan semua ini.
Pertama-tama saat pertama kali aku ke Desa ini,anak anak itu memandang seolah bukan mobilnya tetapi aku.Ke dua wanita itu setiap saat memandangku seperti...entahlah aku tak tahu,dia memandang ku seolah-olah aku adalah harapan terakhirnya.
Ke tiga aku melihat nenek berada di kamarnya dan ketika aku ke dapur aku juga melihat nenek,dan pada waktu itu aku merasa ibu berubah,dia tak lagi menjadi ibu ku melainkan orang kain.
Ke empat saat aku makan aku melihat makananku seperti belatung dan aku merasa mual.ke lima aku bermimpi sangat aneh.
Dan masih banyak lagi yang aku alami.
Sekarang Dara juga merasakan ayah nya berubah,Dara merasa menjadi orang asing jika dekat dengan kedua orang tua nya.
Tak terasa air mata Dara mengalir dengan derasnya,Dara terduduk,menutup wajah nya dengan kedua tangan nya menangis sesegukan.
Dara bingung,dia dilanda dilema kebingungan,tak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang,semua jalan seperti semu.
"Hiks...ayah,ibu...uhuk...uhuk..Dara bingung,hiks..Dara rasa...uhuk...hiks kalian sekarang bukan orang tua Dara lagi hiks..Dara ngerasa asing hikss...uhuk...uhuk.Aku tak tahu hiks apa yang harus kulakukan sekarang uhuk..uhuk"
__ADS_1
Tangis Dara pilu dalam keheningan,dia perlahan bangkit lalu berdiri mengusap pelan air matanya,dia harus kuat.
"Aku harus tahu semua ini"ucap Dara megusap air matanya,melangkah pergi meninggalkan tanah merah Kawasan pemakaman keluar dari Gapura bertuliskan Tanjung Merah dengan keheningan.