
Aku pergi dari hadapan Isah yang masih memandang kosong ke arahku.Di meja makan aku melihat nenek,ayah,dan ibu mereka makan dalam diam.Aku duduk dalam diam tanpa mengucapkan sepatah katapun.Memulai makanan ku yang harus di habiskan tak tersisa dengan canggung nya.
Sampai makanan dalam piring ku telah habis tak tersisa.Mereka,nenek,ayah dan juga ibu masih diam tanpa ada suara yang keluar.Lama-kelamaan aku merasa suasana di meja makan ini sangat terasa dingin bulu kunduk ku berdiri tegak,aku merasa seperti sedang makan dengan arwah saja,tanpa adanya jiwa.
Benar-benar kesan yang sangat canggung dengan hawa yang dingin menurutku,membuat aku yang ingin bangkit dari duduk ku saja merasa takut .Tak tahan dengan semua ini aku memberanikan diri untuk bertanya.
"Ne..nek makanan Dara te..telah habis,apakah Dara bisa per...gi?." ucap Dara terbata-bata memandang semuanya dengan takut-takut.
"Hmm pergilah,nenek juga akan pergi dengan ayah dan ibu mu." ucap nenek dengan dingin.
"Pergi ke mana nek?" tanya Dara secara refleks memandang Lilis dan Hendra penuh tanda tanya.Lilis dan Hendra yang di pandang penuh tanya oleh Dara,mereka hanya diam saja tanpa adanya niatan untuk menjawab.
__ADS_1
"Bukan urusan kamu,ini urusan orangtua." ucap nenek semakin terkesan dingin.
"Hmm kalo gitu Dara pergi nek." Ucap Dara dengan terus melihat Lilis dan Hendra sedih.
Aku pergi meninggalkan meja makan dengan terus memandang ayah dan juga ibu.Mereka semakin jauh dari jangkauan ku.
Aku semakin jarang berbicara dengan ayah dan juga ibu,aku merasa mereka hanyalah orang asing yang tak sengaja berpapasan dengan ku.
Menyusuri jalanan ke tempat rumah kecil kakek.Sesekali kupandangi di sekitar ku,takut jika ada yang melihat dan mengikutiku dari belakang.
Tak memakan waktu lebih dari 30 menit aku sampai ke tempat rumah Kecil kakek.Aku masuk tanpa mengetuk pintu reyot itu terlebih dahulu.
__ADS_1
"Isah!" panggil Dara di rumah kecil kakek yang remang-remang oleh cahaya.
"Dara,aku di sini" sahut Isah di tepat berada di belakang Dara.
Ku hampiri Isah dia duduk di sebuah dipan,tepat di belakang ku,dengan memegangi tasbih peninggalan kakeknya.
"Isah!"panggil ku mendudukan diri di samping nya.
"Dara mungkin ini saat nya kamu tahu,apa yang selama ini kamu pertanyaan dalam benak mu.Aku di sini hanya perantara untuk menyampaikan semuanya kepadamu dari kakek.Aku hanya tahu sebagian kecilnya dan sedikit memutuskan bagaimana nantinya kamu melangkah.Karena itu semua tergantung kamu yang akan memutuskan apa yang akan kamu lakukan di akhirnya." ucap Isah secara tiba-tiba memandang Dara sayu dengan terus memegangi kedua tangan Dara.
"A..apa aku tak mengerti apa maksud,dari ucapan mu yang harus ku putuskan di akhirnya Isah." ucap Dara khawatir mengeratkan genggaman tangan Isah dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Nanti kamu akan mengerti Dara jika kamu telah mendengar semua yang aku ucapkan,tugasmu sekarang adalah hanya mendengar apa yang aku ucapkan kepadamu Dara,semua itu terserah kepadamu yang akan percaya kepadaku atau tidak." ucap Isah