
"Cepat mandi!"terdengar suara nenek menyuruhku mandi.Membuyarkan pandanganku yang menatap daging yang sedang di potong nenek dan ibu.
"Iya nek"ucap Dara menekuk kedua alisnya tanda tak suka.
Melihat pandangan nenek yang semakin melihatku tajam,aku langsung bergegas ke kamar mandi.
"Kenapa nenek begitu marah,dan bau anyir ini begitu menyegat"gerutu Dara heran memulai ritwal mandinya yang hanya membutuhkan waktu tak lebih dari lima menit.
Setelah selesai Dara keluar dari kamar mandi,dia tak mendapati nenek dan ibunya di dapur.Dara melihat-lihat tempat dimana tadi nenek dan ibunya memotong daging.Sudah tak tercium bau anyir yang menyengat lagi.
"Dara,cepat bersiap sebentar lagi kita akan makan!"perintah Ibu kepadaku tanpa melirik diriku sebentar saja.
Aku bergegas pergi ke kamarku,bersiap-siap memakai pakaian ku,takut mereka marah menunggu ku terlalu lama.
Kuhampiri meja makan disana telah ada nenek,ayah,dan juga ibu.Tanpa ada Isah di sana,aku tak tahu dia sekarang sedang dimana?,mungkin dia di rumah kecil kakek.
__ADS_1
Jiwaku selalu terguncang bila mengingat peristiwa yang terjadi malam tadi.Apa lagi Isah dia telah kehilangan kakek nya.
Aku takut bila sosok bertudung itu tahu tentangku,dan ingin membunuhku sama seperti dia membunuh kakek dengan begitu keji,karena aku melihat semua kejadian nya dengan amat sangat jelas.
Lamunan ku buyar,nenek menyuruhku untuk segera makan.
"Dara ayok cepat makan!" suruh nenek tajam kepada ku.
"Iya nek"ucap Dara menghindari tatapan Neneknya melihat makanan yang tersaji di meja makan.
"Nek ini daging apa yah?"tanyaku penasaran kepada nenek.
"Sudah nenek bilang ini daging ayam Dara,kamu harus menghabiskan semua yang telah kamu tuangkan di piringmu".Ucap nenek dengan penekanan di setiap katanya.
"Iya nek"ucapku pasrah
__ADS_1
Aku sudah tak berselera lagi melihat daging yang agak aneh di mulutku.Aku makan dengan pelan-pelan,ayah dan juga ibu mereka makan dengan begitu lahap.Seperti tak pernah menemukan yang nama nya daging ayam.
Pandangan ku mengarah pada memar di kening nenek,aku baru ingat semalam aku melempar batu mengenai kepala sosok bertudung itu.Dan nenek juga mendapati luka,di waktu aku melempar batu ke kepala sosok bertudung itu.
Dan juga kapan nenek sempat membeli daging di pagi hari yang bisa di bilang masih lumayan gelap.Entah apa yang ku rasakan secara tiba-tiba perutku terasa bergejolak.
Dengan tiba-tiba aku berlari menuju kamar mandi.Nenek yang melihatku memanggilku.Berteriak dengan keras agar aku segera kembali ke meja makan.
Aku tak menghiraukan nya,tubuhku langsung berjongkok berusaha memuntahkan makanan yang berada di perutku.
Entah mengapa dengan tiba-tiba diriku ingin memuntahkan makanan itu.Aku melihat ke sekeliling, kamar mandinya kembali bau anyir seperti tadi.
Aku berdiri mengambil air untuk menyiram muntahan ku.Saat akan menyiram-nya....
Degg
__ADS_1
Aku sekilas melihat muntahanku yang tadinya nasi bercampur air kecoklatan.Sekarang berubah menjadi merah semerah darah,disertai dengan bau anyir yang sangat menyengat.