Tanjung Merah

Tanjung Merah
11


__ADS_3

"Iya benar aku cucu dari kakek"ucap Isah


"Itu artinya kamu juga tahu semua yang selama ini aku pertanyakan"ucap Dara terkejut.


"Iya,dan sekarang kita harus kembali,sebelum orang tua mu dan nenek,sampai di rumah"ucap Isah menunjukan ekspresi takutnya.


Dara selama ini tak pernah melihat ekspresi wanita di hadapannya selain pandangan datar.


"Tapi ada yang harus ku tanya kan dan aku harus tahu sekarang,semua jawaban yang aku pertanyakan dalam hatiku"ucap Dara tak ingin pulang sebelum dia tahu semuanya.


"Kamu akan tahu pada waktunya"ucap Kakek itu.


"Benar,sekarang yang perlu di lakukan kita harus segera kembali"ucap Isah.


"Tapi"ucap Dara masih ragu.


"Jika sekarang kamu tahu,jiwamu akan terancam Dara,kamu akan mati,aku tak mau kamu"teriak Isah spontan menghentikan ucapannya.

__ADS_1


"Tak mau apa Isah dan mengapa?"tanya Dara keras kepala,dia tak ingin pergi sebelum tahu semuanya.


"Ikuti kata-kata Isah,sekarang kamu harus percaya kepada dia,dan jangan kembali kesini lagi,jiwamu bisa terancam,kamu bisa mati"ucap Kakek itu menatap Dara.Dia melirik Isah yang terdiam termenung.


"Ayo Dara sebelum terlambat,ke ingin tahuan kamu bisa membuat jiwamu mati"ucap Isah penuh keyakinan.


Dara berpikir keras,dia melihat keyakinan dari mata Isah,sekarang yang harus di percayai Dara adalah Isah dan kakeknya.


"Baiklah aku percaya padamu"ucap Dara yakin menganggukan kepalanya.


"Ayo cepat pergi!"perintah kakek itu.


Sambil berlari sesekali juga Dara melihat kebelakang.Dia merasa di ikuti dari belakang entah oleh siapa.


Sambil berlari Isah berbicara kepada Dara dengan panik.


"Dara jika kita telah sampai di rumah nenek mu,kamu harus bersikap kepadaku saat kita pertama kali bertemu,jangan sekali-kali kamu memanggil namaku,bersikaplah seperti tak terjadi apa-apa".Ucap Isah panik mereka telah sampai di pekarangan rumah nenek Dara.

__ADS_1


Dara akan bertanya kepada Isah namun dari belakang dia mendengar suara mobil,Dara menoleh ke belakang dia melihat itu mobil ayah nya.


Lilis,Hendra,dan nenek Dara keluar dari dalam mobil.


"Dara kenapa kamu sendirian di depan rumah"ucap Hendra dan yang lainnya menghampiri Dara.


Dara melirik ke mana-mana dia tak melihat Isah bersamanya.Kemana perginya Isah pikir Dara.


"Dara sedang menunggu kalian"ucap Dara,dia ingat ucapan Isah barusan yang mengatakan bahwa dia harus bersikap seolah tak terjadi apa-apa.


"Kalian dari mana?"tanya Dara melihat Ayah,ibu,dan neneknya.Dara merasa ada sesuatu dalam diri kedua orang tuanya dan neneknya.


"Kami pergi ke suatu tempat"ucap nenek Dara dengan tatapan kosong nya,namun bila di perhatikan lebih dalam tatapan itu bukanlah tatapan kosong tetapi sebuah tatapan seperti burung yang terkurung dalam sangkar emas dan putus asa.


Aku melihat tatapan nenek dan kedua orang tuaku. Tatapan mereka seperti burung yang terkurung dalam sangkar emas dan sudah putus asa.


Kami berjalan beriringan memasuki rumah,aku melihat Isah duduk di ruang tamu.Tatapan kami beradu isah memandangku seperti waktu pertama kali kami bertemu.

__ADS_1


Aku diam melihat Isah tanpa menegurnya seperti apa yang di katakan dia kepada ku.


__ADS_2