
"Hahh.. Hahh..", aku menarik napasku dengan terengah-engah.
Aku sudah berlari secepat mungkin untuk bisa sampai disini.
Darah berlumuran dimana-mana, gedung dan bangunan runtuh menimpa orang-orang malang.
Kueratkan tanganku untuk mencari sahabat-sahabatku.
Akhirnya, aku dapat melihat Lulu di ujung jalan itu.
Aku tersenyum bahagia karena berhasil menemukannya.
Pada saat itu aku tidak akan menyangka bahwa hidupku akan berubah untuk selanjutnya.
Ini adalah kisahku, Adi.
Perjalananku dimulai sejak aku masih di bangku sekolah menengah atas.
...
--Beberapa tahun sebelumnya--
...
Tok.. Tok.. Tok..
Aku mendengar suara pintu rumah yang diketuk dengan halus.
Mungkin itu adalah teman sekolahku yang tadi siang sudah berjanji akan mengajakku bermain bersama di lapangan.
“Adi…Adi, main yuk!”
“Bullseyes”, benarkan pikiranku barusan?
“Eh elo to, sebentar ya gue lagi sibuk nih belajar”, sahutku.
“Wah payah nih, udah sore masih aja belajar”.
“Yah apa boleh buat, demi masa depan loh!”, balasku.
“Hahaha okelah, entar kalo udah selesai langsung ke lapangan aja ya?”, tanya Yanto.
“Sip, tunggu sebentar ya”.
Yanto pun berlalu dan aku menutup pintu untuk melanjutkan kegiatan belajarku yang sempat tertunda tadi, ya, belajar!
Aku adalah salah satu anak yg cukup pandai di skolah, selalu mendapatkan posisi 3 besar.
__ADS_1
Cukup untuk membuat orangtuaku bangga padaku.
Dan aku berniat untuk melanjutkan pendidikanku disebuah universitas yang lumayan ternama di Indonesia ini tahun depan.
30 menit kemudian kututup buku pelajaranku dan beranjak menuju lapangan untuk bermain sepakbola.
…
Malam hari itu
Aku berbaring diatas sebuah ranjang yg terbuat dari bambu, ranjang yg dibuatkan oleh ayahku.
Ya, kalian benar. Ayah ku adalah seorang perajin bambu, dia lah yg membuatkan ranjang ini untukku.
Sembari berbaring akupun berpikir, “kenapa hidupku selalu dipenuhi oleh keberuntungan? Kenapa tidak pernah sekalipun aku mendapatkan kesialan?”
“Karena kau berbeda!”
Aku terkejut, dan kaget!
Tiba-tiba saja terdengar suara yang menyahutiku.
Ternyata, dia adalah kakakku.Aku berkata dalam hati, “Bagaimana dia bisa tahu? Aku kan berkata dalam hati?”
“Cari tahu lah sendiri”
Ia berkata lagi dengan senyuman tipis yang sinis, dan terciptalah sebuah kesimpulan didalam benakku, kakak dapat membaca apa yang ada didalam pikiranku!
…
Malam itu aku tidak dapat tidur dengan nyenyak, lalu aku pun terus memikirkan kejadian tersebut.
“Bagaimna dia tahu, apakah Ia benar-benar bisa membaca pikiranku? Bagaimana mungkin hal itu nyata?”
Dan 1 pernyataan yang paling membuatku bingung.
“Karena kau berbeda!”
Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang dibenakku, mengitari seluruh otakku.
Apa yg berbeda? Selain keberuntungan yang kumiliki?
“Aku akan bertanya pada kakak!”, ucapku dalam hati.
“Sudah kubilang bukan? Cari tahulah sendri!”
Apa? Aku dapat mendengar suara kakak, tapi dimana?
__ADS_1
Aku segera beranjak dari ranjangku dan melihat sekeliling ruangan.
“Tidak ada! Apakah suara tadi hanya halusinasiku saja? Ah tidak, itu bukan halusinasi, itu benar-benar terjadi”, kataku meyakinkan diri.
“Hahhaa kau benar, ini bukanlah halusinasi, ini adalah telepati. Pasti kau pernah mendengar tentang hal itu bukan?”, tanya kakak kepadaku.
“Ya, tapi bagaimana bisa?”, tanyaku.
“Jangan membuatku jengkel, cari tahu sendiri!”
Suara kakak agak bergema didalam kepalaku, mungkin sepertinya ia benar-benar telah menjadi jengkel kepadaku.
“Tapi dimana aku bisa tahu? Dimanakah aku bisa mendapatkan jawabannya?”
“Jawabannya ada ditempat itu! Kau memiliki kemampuan terpendam yang luar biasa”, jawab kakak.
Tempat itu?
Dimanakah tempat itu?
Kakak tidak ingin memberitahukannya padaku. Jadi, aku harus mencari tahu sendiri.
Apakah benar jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku terdapat disana?
Mungkin ada sesuatu yang membuat kakak tidak ingin memberitahukan segala hal tentang ini.
.
.
.
.
.
NB#
Iseng-iseng buka folder lama ternyata masih ada cerita ini, daripada disimpan sendiri mending kutaruh disini supaya suata saat nanti dapat kubaca lagi kalau hilang di folder.
Ini cerita yang dulu kubuat untuk menghindari gabut saat 'Kelas Kosong' pada masa SMA.
Jadi tolong dimaklumi kalau untuk segi cerita dan penulisan masih dirasa kurang memadai.
Terimakasih!
Mowns.
__ADS_1