
...
“Kalian akan menemukan jawaban yang kalian cari disana, mungkin”, lanjut kakek Tony.
Setelah itu sang kakek langsung pergi meninggalkan kami berdua dikamar ini. Yang benar saja, ‘mungkin?’ Tidak kah ada kata lain yang lebih meyakinkan bagi kami?
Memang benar, kebanyakan hal di dunia ini adalah hal-hal yang tidak terduga, tidak ada yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi pada hari esok.
Dan semua hal yang telah aku ketahui sampai saat ini juga adalah hal-hal yang tidak pernah akan bisa aku duga.
Semua orang takut akan hal-hal atau kejadian yang tidak terduga, karena mereka terbiasa menjalani hidup dengan datar dan kebanyakan dari mereka hanya mengikuti arus tanpa berusaha keras untuk melawan arus tersebut.
“Buat apa cape-cape usaha ngelawan arus kalo akhirnya bakalan ikut kebawa arus juga?”
Banyak yang menggunakan pertanyaan tersebut sebagai alasan, padahal mereka belum pernah mencoba sama sekali untuk melawan arus yang ada dihidup mereka itu. Ya, rasa takut adalah musuh manusia yang sangat luar biasa, disamping iri dan dengki.
__ADS_1
“Ohya Gio, sudah sejak kapan kamu tahu cerita tentang para Blessed ini?”, tanyaku pada Gio.
“Jauh sebelum aku dapat mengerti tentang hal-hal seperti ini, aku kira dulu kakek hanya sekedar menceritakan dongeng untukku. Tetapi, ternyata semuanya adalah hal yang nyata. Aku agak terkejut juga pada awalnya”.
“Masih mending, gue malah baru tahu beberapa minggu belakangan ini. Kita ngomong pake lo gue aja ya, lebih pewe gitu rasanya”, kataku.
“Ahahah okelah, gue juga lebih ngerasa nyaman kalo kaya gini. Gue penasaran dimana para Blessed lain selain kita, dan mereka sedang apa pada saat ini”, balas Gio.
“Dulu kak Anton dan kak Andre pernah bilang, kalo semua jawaban dari pertanyaan gue ada di tempat itu. Mungkin kita bisa tahu jika kita pergi kesana sebelum kita berangkat ke Amerika”.
“Ngomong-ngomong, gue disini udah beberapa hari tapi gue masih belom tahu tempat ini dimana. Lo tahu kan sekarang kita ada dimana, Gi?”, tanyaku.
“Kita ada di Merak di, gajauh kan dari Jakarta? Cuman beberapa jam perjalanan doang. Ah gue lupa, kemampuan kakek sangat bagus untuk saat-saat seperti ini”.
“Apa kemampuan kakek lo itu, Gi? Dulu gue pernah dikasih cuplikan tentang kejadian yang terjadi di Mangga Dua waktu gue pingsan disana. Mungkin itu kemampuan kakek Tony, tetapi gue ga yakin juga sih waktu itu”.
__ADS_1
“Kemampuan kakek itu sangat unik dan tidak kalah hebatnya dari kemampuan kak Anton. Kalo kak Anton dapat memanipulasi benda serta teleportasi, kemampuan kakek ini dapat memanipulasi pikiran. Dengan kata lain, dia dapat memindahkan pikiran kita kedalam orang lain seperti kita dapat berada ditempat lain walaupun kita ada disini”.
“Kita dapat mengetahui pikiran orang yang berada di tempat yang jauh dan juga mengendalikan gerakan orang tersebut, dan kita juga tetap memiliki kendali atas tubuh kita disini”, jelasnya.
“Kemampuan yang sangat menarik, tapi apakah orang yang dikendalikan disana tidak apa-apa? Maksudku, apakah ada efek samping bagi yang kita kendalikan pikirannya disana?”
“Tidak ada, mereka hanya akan kehilangan ingatan waktu kita masuk kedalam pikiran mereka. Tetapi jika kita hanya memantau pikiran orang yang kira masuki, mereka tidak akan hilang ingatan. Jadi kita hanya melihat apa yang orang tersebut lihat, jika kita tidak mengendalikan gerakan orang tersebut”, Gio menjelaskan dengan sangat rinci.
Bless itu luar biasa dan Blessed pun sangat beruntung dapat memiliki kemampuan seperti itu.
Kemampuan kak Anton dan kakek Tony memang termasuk kemampuan yang sangat luar biasa dan juga superior.
Ah, superior? Akupun belum tahu kemampuan Blessed yang lainnya, mungkin saja ada yang memiliki kemampuan yang lebih dari mereka atau bahkan kemampuan kak Anton dan kakek Tony itu justru termasuk kemampuan yang inferior diantara mereka.
Tetapi aku setuju sekali dengan pernyataan bahwa kemampuan mereka itu sangat luar biasa.
__ADS_1
...