
...
Saat ini kami sedang berada di Mesir.
"Gio, apa lo liat apa yang lagi gue liat saat ini?", tanyaku pada Gio yang sepertinya juga terlihat sedikit kaget.
"Ah.. Eh.. Ya, gue juga liat kok", jawab Gio.
"Piramidanya, masih setengah jadi", lanjutnya.
Gio mengatakan hal yang menurutku tidak perlu Ia katakan, karena akupun juga dapat melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
"Ini beneran nyata kan ya?", tanyaku.
"Seharusnya begitu, apapun yang diproyeksikan oleh kakek adalah kenyataan, dia tidak bisa memproyeksikan kejadian palsu", jawab Gio, "Kecuali manipulasi pikiran, baru dia dapat membuat apapun yang dia mau".
Aku kembali teringat pada saat aku pertama kali bertemu dengan kak Anton.
Dia berkata bahwa seorang Blessed hanya dapat memiliki dua kemampuan, telepati dan manipulasi.
Tapi bagaimana dengan teleportasi kak Anton?
Dia dapat memanipulasi benda tapi tidak dengan mahkluk hidup, mereka hanya dapat di pindahkan dan di teleportasikan.
Begitu juga dengan kakek Tony, manipulasi pikiran.
Dan kemampuan selanjutnya untuk kakek Tony, proyeksi.
Aku kurang paham tentang proyeksi ini, tapi ini seperti sangat nyata sekali.
Bahkan aku dapat memegang pasir disini, merasakan panasnya padang pasir ini.
__ADS_1
Bagaimana jika sebenarnya seorang Blessed memang memiliki hal tersebut, tapi variasi dari kemampuan tersebut?
Telepati, manipulasi dan kemampuan ultima atau variasi dari kemampuan manipulasi yang mereka miliki.
Manipulasi benda, teleportasi.
Manipulasi pikiran, proyeksi.
Lalu apa kemampuan kakakku? Apa kemampuanku nanti? Apa kemampuan Gio?
Saat aku sedang terhanyut dalam lamunanku sendiri tiba tiba Gio berkata, "Apapun yang diproyeksikan oleh kakek, kita harus melihatnya dan memahaminya. Sepertinya ada hal penting yang mau dia sampaikan pada kita".
Apa yang dikatakan Gio benar, sepertinya ada hal penting disini selain dari hanya memperlihatkan proyeksi ini kepada kami.
Saat kami sedang mengamati para pekerja yang sedang membangun piramida tersebut, tiba-tiba saja terdengar suara yang kedengarannya seperti terompet yang sangat besar sekali.
Semua pekerja menghentikan pekerjaan mereka masing-masing dan semuanya berlutut ke arah yang sama.
Aku dan Gio pun ikut menoleh ke arah mereka berlutut.
Pharaoh!
Aku tidak tahu ini Pharaoh yang mana dan yang ke berapa, tetapi dia terlihat sangat gagah dan berwibawa.
Pharaoh tersebut berjalan ke arah piramida tersebut secara perlahan.
Dari kejauhan kami melihat terdapat sebuah lubang kecil dibawah piramida itu.
Setelah sampai dibawah piramida yang kami sebutkan tadi, sang Pharaoh mengeluarkan sesuatu kesana.
Sesuatu yang kecil, berwarna silver.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu, tiba-tiba bumi dibawah kaki kaki bergetar, gempa!
Diiringi dengan cahaya-cahaya yang keluar dengan warna kemerahan dari piramida tersebut.
Cahaya merah yang menembus awan dan menuju ke langit.
Hal selanjutnya yang kami lihat adalah langit yang mendadak saja terbuka.
Dan dari dalam langit tersebut turunlah cahaya biru kecil yang menyinari seluruh tubuh sang Pharaoh.
Adegan yang terjadi pada sang Pharaoh barusan sangat lah indah, sulit untuk dituangkan dalam kata-kata.
Cahaya biru yang menyelimuti sang Pharaoh dipadukan dengan cahaya kemerahan dari piramida tersebut.
Setelah semua itu berlalu, cahaya-cahaya tersebut menghilang, langitpun menutup kembali, dan gempa pun berlalu.
Lalu kejadian yang terjadi selanjutnya membuat kami takut.
Sang Pharaoh, melihat ke arah kami!
Dia melihat ke arah kami sambil tersenyum dan berkata, yang anehnya dapat kami berdua mengerti, "Pergilah, aku tidak suka diusik".
...
.
.
.
#NB
__ADS_1
Chapter pendek dulu 🙏
Mowns.