
...
Kami semua masuk ke dalam ruangan History Club itu dan Lulu berkata kepada kami, "Supaya kalian dapat masuk kedalam ruangan ini, kalian harus mengalirkan energi Bless kalian ke gagang pintu ruangan ini"
"Hanya Blessed lah yang dapat masuk ke ruangan ini. Kita akan menggunakan ruangan ini sebagai basecamp kita".
"Oke jelas, lalu anggota yang lain mana?", tanya Gio.
"Mereka akan datang kesini jika mereka sedang tidak sibuk"
"Sementara itu, kalian dapat membaca-baca buku yang ada disini"
"Banyak buku tentang sejarah Bless dan hal lain yang berkaitan dengan Bless"
Sebenarnya, hal itu lah yang pertama kali aku sadari semenjak aku masuk ke dalam ruangan ini.
Banyak sekali lemari yang berisi buku-buku di berbagai sisi ruangan.
"Baik, tapi sebelumnya aku ingin bertanya sesuatu. Aku dan Gio sudah saling mengetahui kemampuan Bless kami masing-masing"
"Bolehkah kami berdua mengetahui apa kemampuan Bless milikmu?", tanyaku.
Aku cukup penasaran dengan kemampuan Bless milik Lulu.
Lulu adalah cucu dari sang Extractor Larsson Wisdom, jadi dapat dikatakan bahwa Lulu sama dengan Hercules, keturunan dewa.
__ADS_1
"Walaupun aku keturunan dewa, tapi kemampuanku hanyalah kemampuan Bless biasa, sama seperti manusia yang lainnya", jawab Lulu.
Apa? Apakah Lulu dapat membaca pikiranku?
Aku hanya berkata dalam hati tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Hah? Ditanya apa jawabannya apa, hei Lulu, coba sedikit lebih spesifik lagi", kata Gio.
Lulu hanya tersenyum, mengambil sebuah buku dari salah satu lemari, dan kemudian langsung duduk di sofa yang ada di ruangan ini.
"Kayaknya itu cewe sedikit ga waras deh di", sebut Gio.
Gio mungkin tidak tahu bahwa Lulu sebenarnya baru saja berbicara kepadaku.
Aku yakin sekali bahwa Lulu dapat membac pikiranku ini.
Lulu melihatku, lalu tersenyum sebelum ia kembali membaca buku yang baru saja ia ambil dari lemari.
Tanpa pikir panjang lagi, aku juga mengambil sebuah buku dari salah satu lemari itu.
Aku mengambil sebuah buku yang berjudul "Sejarah Bless dan Cara untuk Membangkitkannya karya L. L. W".
Aku membaca buku itu sampai lupa waktu dan mentari pun mulai terbenam.
Latar belakang dan sejarah dari Bless dibuku ini kurang lebih sama dengan apa yang diceritakan oleh kak Anton dan kakek Tony.
__ADS_1
Garis besarnya sama.
Tapi aku mendapatkan ilmu baru tentang cara untuk membangkitkan kemampuanku yang lain.
Hal ini adalah sesuatu yang kubutuhkan saat ini.
Di buku ini tertulis bahwa selain dari keinginan pemilik Bless, diperlukan juga tekad dan latihan terus-menerus sampai akhirnya kita dapat membuka kemampuan dari Bless kita yang lain.
Aku sudah menemukan cara yang tepat untukku berlatih, yaitu dengan mencoba untuk terus menerus mengendalikan angin dan air sesuai dengan keinginanku.
Aku tidak berani untuk mengendalikan cuaca seperti mendatangkan hujan atau menghentikannya atau bahkan perubahan cuaca yang lain dikarenakan aku takut bahwa hal tersebut dapat membuat bencana.
Sebagai contoh kecil, misalnya, banjir dan gagal panen.
Hujan yang berlebihan dapat menyebabkan banjir dan gagal panen, kekurangan air juga dapat menyebabkan gagal panen dan kekeringan.
Jadi lebih baik aku berlatih dengan skala yang lebih kecil.
Jika sebelumnya aku tidak dapar mengendalikan elemen, sekarang aku sudah dapat mengendalikan mereka tapi dalam skala yang kecil saja.
Seperti mengendalikan air kecil, udara, membuat api dari tangan kosong, dan mengendalikan tanah dengan syarat hanya dapat dalam skala kecil.
Aku sudah semakin dekat untuk dapat membuka kemampuan Bless ku yang lain.
...
__ADS_1