Telepati : a Blessing or a Curse

Telepati : a Blessing or a Curse
Chapter 17 - World


__ADS_3

...


Larsson Wisdom dan Lucille Wisdom adalah pemilik dari langkah kaki tersebut.


Itu adalah pertama kalinya aku bertemu dengan manusia, ah bukan, dengan mahkluk yang menurutku paling cantik yang pernah aku lihat semasa hidupku.


Selebritas dan para pesohor-pesohor itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kecantikan yang dimiliki oleh Lulu.


Aku tidak dapat mengalihkan pandanganku darinya, mataku hanya tertuju padanya.


"Di.. Adi.. Wanita itu kelihatannya serem ya di", bisik Gio padaku.


"Bukan serem, misterius, elegan", gumamku.


"Hah? Serah lo aja aja deh", balas Gio.


Kakek Tony dan sang Extractor, Larsson Wisdom, sudah selesai berbincang-bincang.


Lalu Extractor itu berkata, "Jadi, dua anak itu yang akan diberikan Blessing?".


"Ya, mereka berdua. Salah satunya adalah cucuku, dan satu lagi adalah adik dari Andre. Jadi hati-hatilah, jangan sampai kau mati".


"Hehe kau kira aku lemah seperti si kutu buku itu? Levelku berbeda, tolonglah", balas sang Extractor.


"Kalian berdua, perkenalkan, namaku adalah Larsson Wisdom. Dan ini adalah cucuku, Lulu"


"Lulu disini sudah mendapatkan Blessingnya kemarin, dan dia disini hanya untuk menemaniku saja sekalian bertemu dengan calon teman faksinya"


"Mungkin nanti kalian akan dapat berkenalan dan mulai belajar bersama untuk mengendalikan Bless milik kalian masing-masing"


"Baiklah, lebih baik kita mulai sekarang. Duduk dan pejamkan mata kalian", pinta kakek Larsson.


Kupejamkan mataku sesuai dengan instruksi kakek Larsson.


Lalu aku dapat merasakan sebuah tangan di atas kepalaku, aku yakin itu adalah tangan milik kakek Larsson.


Lima menit berlalu, kemudian sepuluh menit pun terlewatkan.

__ADS_1


Perlahan-lahan, aku dapat merasakan suatu energi yang terkumpul di kepalaku itu.


Energi itupun mulai merambat masuk ke dalam kepalaku, lalu mulai turun dan masuk ke dalam jantungku.


Hal tersebut itulah yang dapat aku rasakan saat ini.


Tubuhku berkeringat, tanganku bergetar, kepalaku pusing .


"Tahan, sebentar lagi kita akan selesai ", ucap kakek Larsson.


Kugigitnj jariku dengan erat, aku harus dapat menahan semua rasa ini.


Aku mendengar suara erangan Gio.


Gio, semoga kamu selamat dan dan dapat bertahan atas ujian ini.


Aku kembali merasakan perubahan yang terjadi di tubuhku.


Terdapat rasa hangat yang berasal dari jantungku dan menuju ke seluruh tubuhku.


Dan kemudian semuanya menjadi gelap, lagi. Sepertinya aku kehilangan kesadaran lagi.


...


Setelah sadar, aku membuka mataku secara perlahan dan melihat bahwa Gio masih belum sadar dan belum membuka matanya.


Hanya terdapat Gio, kakek Larsson, dan aku di ruangan ini.


Kak Anton, kakek Tony, dan Lulu mungkin menunggu diluar ruangan.


Kemudian, Gio membuka matanya dan langsung menatapku sembari menganggukkan kepalanya secara perlahan.


"Ahem, oke, ritualnya sudah selesai. Coba sekarang kalian bicara dalam hati dan sebut kata 'Bless', maka kalian akan dapat menemukan informasi dan hal yang berkaitan dengan Bless milik kalian masing-masing", kata kakek Larsson.


Aku langsung mencobanya. 'Bless', sebutku dalam hati.


Lalu aku langsung dapat melihat tulisan yang muncul dan melayang-layang didalam pandangan mataku.

__ADS_1


Ah, sistem?


"Gio, apa yang lo liat?", tanyaku.


"Substance? Zat? Itu Bless ku? Guna nya Bless ini apa?", Gio bertanya kepada kakek Larsson.


"Kalian harus mencari tahu akan hal itu sendiri. Bless kalian akan terpampang disana, dan kemampuan kalian pun juga akan terpampang disana setelah kalian berhasil menggunakan kemampuannya satu-persatu"


"Kalian juga dapat melihat bahwa disana ada kolom dengan angka, jika angka disana sudah mencapai 100, maka kalian sudah dapat melalukan Skill Awakening. Untuk mengevolusikan kemampuan kalian, dan menjadi setengah Dewa", jelas kakek Larsson.


"Sekarang kalian kembali pulang lah kerumah dan jalani hidup kalian seperti biasa"


"Lulus dari sekolah dan datang lah kembali kesini, untuk menjadi Blessed yang sesungguhnya dan bertemu dengan Whiteblessed yang lain", perintah kakek Larsson.


Kami semua berjalan keluar ruangan itu dan bertemu kembali dengan kak Anton, kakek Tony, dan Lulu.


Kami bersepakat untuk kembali dulu saat ini dan kembali lagi kemudian dalam beberapa bulan.


Aku dan Gio akan menghadiri kampus di Amerika sini nanti, juga bersama dengan Lulu.


Kak Anton berkata bahwa dia nantinya akan tetap di Indonesia sembari mencari info tentang kak Andre, tapi dia akan langsung datang kesini kapankun kemampuannya dibutuhkan.


Sebelum kami di teleportasikan dan pergi, aku melihat ke arah Lulu kembali.


Aku ingin cepat-cepat datang kembali kesini.


Untuk menggunakan kemampuanku dengan ahli, mencari info tentang kak Andre, dan juga untuk melihat Lulu kembali.


Semoga beberapa bulan ini berjalan dengan cepat.


...


'Bless', aku kembali melihat ke sistem dan membaca Bless yang kumiliki.


Yang tertulis di pojok kiri atas sana adalah kata 'World'.


...

__ADS_1


__ADS_2