Telepati : a Blessing or a Curse

Telepati : a Blessing or a Curse
Chapter 11 - Gio dan Tony Alacartè


__ADS_3

...


3 Hari Kemudian Semenjak Hari Itu


Sudah tiga hari berlalu semenjak aku mendengar pernyataan bahwa para Dewa dan Dewi adalah Extractor.


Mungkin kata Extractor kurang tepat bagi mereka dimasa lalu, karena mereka tidak menarik kemampuan siapapun dan mereka sendirilah yang menjaga medan khusus tersebut.


Karena memang pada saat itu tidak dibutuhkan bantuan manusia dan dapat melakukan semua itu sendiri-sendiri.


Dan Dewa-Dewi pada masa inilah yang dapat disebut dengan sebutan Extractor.


Sekarang, hanya tinggal tersisa empat, yang merupakan tumbal dari kesepakatan para Dewa dan Dewi di masa lalu.


Itulah yang dapat aku pikirkan saat ini.


“Mungkin kurang tepat pernyataanmu itu, anak muda”, mendadak kakek tua itu bersuara dan memotong lamunanku.


Sudah selama tiga hari ini aku menetap di tempatnya.


Ia berkata bahwa ada yang ingin dia lakukan selama tiga hari dan Ia memintaku untuk tetap disini sampai pada saat dia kembali.


Ternyata, dia sudah kembali dan waktunya tepat bersamaan dengan saat lamunanku itu.


“Mereka bukanlah tumbal, tetapi mereka sendirilah yang menginginkan untuk tetap hidup seperti itu dan menjadi Extractor seperti saat ini”, lanjut kakek itu.


Akupun bertanya, “Apa maksudmu kek?”

__ADS_1


“Sebelum itu, ada yang ingin kuperkenalkan padamu anak muda”, katanya seraya memanggil seseorang dari balik pintu.


Seorang anak laki-laki, yang sepertinya mungkin sedikit lebih tua atau bahkan seumuran denganku.


“Perkenalkan, namaku Gio, aku juga seorang Blessed yang masih mentah dan sama sepertimu. Aku cucu dari kakek ini, kakek Tony”, dia memperkenalkan diri dengan sangat ramah.


“Salam kenal, aku Adi. Aku ditolong oleh kakekmu, Tony, pada saat Darkblessed menggila”.


Hoo ternyata nama kakek itu Tony, mungkin jika Gio tidak memberitahukannya aku tidak akan mengetahui nama kakek itu.


Karena kakek tua itu memang tidak pernah memberitahukannya kepadaku.


Aku juga percaya bahwa dia tetap tidak akan menjawabnya jika hal ini kutanyakan.


“Aku sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menarik kemampuan intiku, tetapi pada saat kakek datang dan menceritakan apa yang terjadi lalu jtu, sepertinya akupun dibutuhkan untuk saat-saat seperti ini”, balas Gio.


“Tapi ngomong-ngomong, kenapa kak Andre bisa diculik oleh mereka? Apa yang sebenarnya sudah dilakukan oleh kak Andre?”, tanyaku.


“Andre itu adalah seorang Blessed yang memiliki wadah yang paling besar untuk menampung sesuatu, sebuah kemampuan yang sangat luar biasa. Walaupun kemampuannya tidaklah terlalu mengagumkan bagi sebagian orang, tetapi dia memiliki wadah yang paling besar untuk dapat memanfaatkan kemampuannya melebihi batas akhirnya”, jelas kakek Tony.


“Memang apa sebenarnya kemampuan kak Andre kek?”


Sebelum aku sempat bertanya tentang apa kemampuan kak Andre, ternyata Gio sudah mendahului pertanyaan yang akan kulontarkan.


‘Tidaklah terlalu mengagumkan bagi sebagian orang? Wadah besar dengan kemampuan untuk melebihi batas?'.


Kemampuan apakah itu?

__ADS_1


Karena jika ditilik dari pernyataan sang kakek berarti bagi sebagian orang kemampuan kak Andre itu bukanlah suatu kemampuan yang luar biasa. Akan tetapi bagi sebagian orang yang lain, kemampuan itu sangat mengesankan.


“Maaf anak-anak muda, aku tidak bisa menjawab hal itu sekarang, belum saatnya kalian mengetahui kemampuan Andre. Jika kita sudah sampai di Amerika dan kalian sudah mengeluarkan kemampuan kalian, mungkin akan kubawa kalian ke Dungeon, perkumpulan blessed disana”.


“Kalian akan menemukan jawaban yang kalian cari disana, mungkin”, lanjut kakek Tony.


Aku Dan Gio pun segera bergegas untuk bersiap-siap.


Aku juga sudah memberitahu kepada keluargaku dan teman-temanku bahwa aku akan diajak bertamasya oleh teman dari kak Andre.


Aku berkata seperti itu supaya tidak ada yang curiga.


Kak Andre, kak Anton, semoga kalian semua tidak apa-apa.


...


.


.


.


NB#


Cringe ga?


Mowns.

__ADS_1


__ADS_2