
...
3 Bulan telah berlalu semenjak aku mendapatkan Bless milikku sendiri.
'World', itulah nama Bless milikku.
Sampai sejauh ini, aku hanya dapat mengendalikan cuaca, seperti mendatangkan hujan, menghentikan hujan, dan mengendalikan angin.
Saat ini yang kutahu adalah kemampuanku dapat mengendalikan cuaca di bumi.
Tidak terlalu spesial, tapi aku percaya bahwa kemampuan Bless milikku adalah lebih dari itu, berkaca dari nama Bless ku yang cukup mengintimidasi.
Aku sudah mencoba untuk mengendalikan elemen-elemen yang ada di bumi, tapi sejauh ini tidak ada percobaan yang berhasil.
Aku tidak akan menyerah, aku akan terus mencoba untuk membuka kemampuan baru dan mengendalikan kemampuanku tersebut dengan baik.
Aku dan Gio tetap berhubungan satu sama lain dari waktu ke waktu.
Gio berkata bahwa kemampuannya adalah kemampuan untuk mengendalikan zat, jadi selama suatu benda memiliki zat, Gio dapat memanipulasinya.
Kedengarannya mirip dengan kemampuan milik kak Anton yang dapat memanipulasi benda, tapi kemampuan Gio berbeda.
Kemampuan Gio memiliki lebih banyak kebebasan.
Misalkan, ada sebuah batu kali biasa, Gio dapat mengubah bentuk batu itu menjadi bentuk lain.
Bahkan kemarin Gio bercerita bahwa dia berhasil membuat sebuah sepeda, bukan membuat sebenarnya, tapi menyusun sepeda dengan kemampuan miliknya.
Asalkan terdapat benda-benda yang dibutuhkan seperti, karet, besi, dan busa.
Gio dapat membuat sepeda itu.
Dia bahkan berkata jika mungkin suatu hari nanti dia akan dapat membuat motor, mobil, dan bahkan pesawat terbang selama dia dapat memahami sistem dan cara kerja dari benda yang akan dia buat tersebut.
__ADS_1
Tentunya selama dia memiliki zat atau benda-benda yang dibutuhkan untuk membuat benda-benda tersebut.
Sebentar lagi aku akan segera lulus dari sekolah menegah atas.
Aku sudah berkata kepada orangtuaku bahwa aku mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di sebuah kampus di Amerika Serikat sana.
Kakek Tony juga sudah bertemu kepada kedua orangtuaku sebagai perwakilan dari kampus tersebut sekaligus untuk mengurus data-data yang dibutuhkan untuk administrasi.
Sekarang, aku hanya tinggal menunggu hari kelulusanku tiba.
...
Hari demi hari pun berlalu sampai akhirnya tiba hari dimana aku akan pergi ke Amerika.
Karena aku dan Gio akan berasa di Amerika secara resmi, maka kami akan berangkat dengan menggunakan pesawat terbang komersil.
Sesampainya kami di bandara, kami dijemput langsung oleh kakek Tony.
Lulu juga akan pergi ke kampus yang sama dengan kami, dan juga tinggal bersama kami.
Semua sudah diatur oleh kakek Tony dan kakek Larsson.
Dengan kami tinggal bersama, kami dapat berlatih bersama dan juga dapat dengan berkumpul bila ada hal yang mendadak membutuhkan keberadaan kami semua.
Sepertinya kami akan langsung berangkat menuju kampus dan ke rumah yang akan kami tempati selama kami tinggal di Amerika.
Walaupun aku sudah bertemu dengan Lulu sebelumnya akan tetapi aku belum berkenalan dengannya secara pribadi.
Akhirnya kami sampai pada rumah yang akan kami tempati disini setelah mengurus seluruh administrasi kami di kampus.
Lokasi rumah ini persis ada di depan kampus kami.
Hal ini dapat membuat kami mengatur waktu kami dengan lebih efektif.
__ADS_1
"Hai Lulu, perkenalkan namaku Adi", ucapku pada Lulu.
"Dan aku Gio!", sambut Gio.
"Aku sudah tahu nama kalian semua sebelumnya, tapi baiklah perkenalkan namaku adalah Lucille Wisdom"
"Panggil saja Lulu atau Wisdom, keduanya tifak masalah"
Lulu menjawab dengan dingin, lalu ia berkata lagi, "Kalau sudah tidak ada apa apa, aku akan langsung ke kamar atas"
"Ingat, jangan sekalipun kalian menginjak ruangan yang berada di lantai atas rumah ini".
Setelah mengatakan semua hal itu, Lulu langsung pergi dan beranjak menuju ke kamarnya yang berasa di lantai atas.
Sementara itu, aku dan Gio hanya dapat terdiam dan mematung dengan sedikit mulut yang terbuka menganga.
'Diem-diem ternyata bawel juga dia', ucapku dalam hati.
...
.
.
.
#NB :
Jadwal update seminimalnya sehari sekali, kalau ada yang ke skip akan diganti ke hari besoknya.
Makasih!
Mowns.
__ADS_1