
...
“Tapi sekarang, itu bukanlah yang hal penting anak muda. Kau sudah tahu tentang para Extractor itu, bukan? “, tanya pria tua itu.
“Ya, aku tahu bahwa mereka semua itu Immortal. Dan hanya merekalah yang dapat membangkitkan kemampuan inti kita”.
“Hanya itu?”, balasnya.
“Aku juga tahu kalau Extractor yang menarik keluar kemampuan yang dimiliki oleh kak Anton dan kakak ku ada di Amerika. Aku harus berangkat kesana jika ingin membangkitkan kemampuan lain yang masih tersembunyi dalam diriku ini, yang akupun belum tahu apa itu”.
“Ada lagi?”
Kakek tua itu terus bertanya dengan pertanyaan yang singkat, yang membuatku terus mengeluarkan apa yang ada di pikiranku saat ini.
“Hanya itu yang aku ingat, pak tua. Maaf, aku tidak terlalu mengingat hal tersebut”.
“Baiklah bocah kecil, akan kuceritakan kisah lain tentang para Extractor tersebut. Para Extractor yang kau ketahui ada empat bukan? Bagaimana jika kuberitahui bahwa mereka tidak hanya empat? Tetapi ada ratusan”.
“Ratusan?! Lalu kenapa kak Anton hanya memberitahukan bahwa hanya ada empat Extractor kek?”, tanyaku.
“Sekarang memang hanya ada empat. Tetapi dahulu sekali, jauh dimasa lalu, jumlah mereka ada ratusan”, terangnya.
__ADS_1
“Lalu sekarang apa yang terjadi pada mereka?”
“Sebelum kujawab, apa pendapatmu mengenai kehidupan yang abadi? Dengan ingatan yang sama dan tidak akan hilang, dan tak akan pernah dapat kau lupakan”.
Dalam hati aku berkata, “Pertanyaan yang sudah jelas jawabannya”.
Lalu akupun menjawab pertanyaan kakek tua itu.
“Sepertinya hampir semua manusia memiliki impian seperti itu. Pasti tidak akan ada yang menolak jika mereka dapat menjadi seperti itu, menjadi abadi. Mungkin, mereka bahkan berani menukarkan seluruh harta benda atau bahkan mengorbankan orang lain demi memperoleh hal itu, adapula orang-orang yang seperti itu”, jelasku.
“Pendapatmu tidak salah bocah kecil, tetapi apakah kau tahu bahwa mereka yang abadi justru lelah dan ingin untuk menghilang dari dunia ini?”, balasnya.
Hah? Apa yang akan pak tua itu katakan?
“Mereka sudah terlalu sering melihat penderitaan dari para manusia yang ada di dunia ini. Tidak terhitung jumlah kematian dan kemalangan yang telah mereka lihat dan mereka alami, banyak pula dari mereka yang merasa bosan. Jadi suatu hari, mereka semua sepakat tentang sesuatu”.
“Apa itu?”, Tanyaku kepada kakek tua itu.
“Mereka semua berniat untuk melepaskan status keabadian mereka dan menjalani hidup seperti layaknya manusia biasa”, kakek itu membalas pertanyaanku dengan cepat.
“Tetapi kenapa sekarang masih ada empat yang tersisa kek?”
__ADS_1
“Karena ada suatu hal yang tidak mereka sadari”.
Akupun takjub, karena tidak menyangka bahwa akan secepat itu kakek tua itu menjawab pertanyaan yang kukeluarkan.
“Suatu hal? Apa itu?”, semakin banyak pertanyaan yang kulontarkan kepada kakek tua itu.
“Bahwa keseimbangan dunia ini akan hilang, karena tidak ada lagi yang mengendalikan medan khusus”, kakek tua itu menjawab.
Keingintahuanku akan kenyataan semakin menjadi besar dan kukeluarkan pendapatku pada kakek itu.
“Bukankah ada para Blessed? Bukankah mereka dapat menjaga medan khusus tersebut? Contohnya seperti membuat monumen serta bangunan untuk menahan keluar serta mengendalikan medan tersebut?”
Tak lama setelah itu, kakek tua ini mengeluarkan pernyataan yang membuatku tak dapat lagi berkata-kata.
“Dulu, para Blessed itu tidak ada. Hanya terdapat para Extractor yang pada masa tersebut dapat dikatakan sebagai, para ‘Dewa’ dan ‘Dewi’ ”.
"Blessed itu ada karena Extractor membutuhkan bantuan untuk menjaga medan khusus tersebut, seperti yang kau ketahui dunia ini luas".
Pernyataan kakek itu membuatku kaget, ini adalah informasi baru yang kudapatkan.
Aku ingin tahu lebih dalam lagi, dan lebih jelas lagi.
__ADS_1
…