
...
Kami semua menaiki mobil yang dimiliki oleh pak Goethe.
Beliau tidak berkata apa pun sepanjang perjalanan dan kami pun tidak ada yang menanyakan hal itu kepada pak Goethe.
Kami bertiga sibuk untuk menenangkan perasaan gugup dan mempersiapkan diri kami.
Tempat kami berada saat ini tidak jauh dari Brooklyn College, di Statue of Liberty.
Sepertinya kami akan membuat artifak kami disini.
Perjalanan kami kesini tidak memakan waktu lama, hanya berjarak 12 KM dan menghabiskan waktu 40 menit.
Statue of Liberty adalah salah satu dari landmark yang dibangun untuk menekan energi dari medan gelap yang muncul ke atas bumi.
Artifak kami akan dibuat menggunakan energi yang berasal dari medan gelap atau dapat juga disebut dengan Dark Field ini.
Kami mengikuti pak Goethe berjalan mendekati patung tersebut.
Melihat banyaknya orang dan turis di tempat ini, aku bertanya pada pak Goethe.
"Kalau ramai seperti ini apa tidak apa-apa kita membuat artifak di tempat ini pak?".
Pak Goethe menjawab dan menaikkan dagunya.
"Hehe, tenang saja, mereka semua sudah jatuh di bawah ilusi bapak", katanya sambil berkedip.
Kami akhirnya sampai di bawah kaki patung itu.
Pak Goethe menoleh keatas untuk melihat patung itu, kemudian kepada kami.
"Kalian semua sekarang pergilan berjalan ke belakang dan sentuh patung ini, coba kalian rasakan energi yang terdapat disana".
Lulu bergerak lebih dulu, diikuti oleh Gio dan aku.
__ADS_1
Dibelakang patung liberty, kami saling bertatapan dan mengangguk.
Tangan kami menyentuh patung itu secara bersamaan.
Kami tidak dapat melihat pak Goethe dari sudut ini, akan tetapi kami masih dapat mendengarkan instruksi yang diberikan oleh beliau.
"Pejamkan mata kalian, cobalah untuk merasakan energi sekecil apa pun yang muncul".
Aku menutup mataku dan mencoba untuk fokus sekuat mungkin.
Aku tidak tahu sudah berapa menit berlalu sampai akhirnya aku dapat merasakan sesuatu.
Perasaan hangat yang berasal dari telapak tanganku.
Semakin lama, telapak tanganku menjadi lebih panas.
Semuanya hanya berkumpul ditelapak tanganku, yang menyentuh patung itu.
Pak Goethe terdengar memberikan instruksi beliau yang berikutnya.
Aku berkeringat, telapak tanganku menjadi lebih panas lagi.
'Sial!', pikirku, 'Ini panas sekali!'.
Sebisa mungkin aku mencoba untuk bertahan.
Disaat aku hampir menyerah dan melepaskan tanganku dari patung itu saking panasnya, aku mendengar pak Goethe kembali berkata.
"Jika sudah terasa cukup, kalian bisa coba untuk memasukkan energi yang ada pada telapak tangan kalian ke dalam tubuh kalian".
Aku langsung mencobanya, dan ternyata berhasil!
Aku dapat merasakan sesuatu menjalar dari telapak tanganku menuju ke dalam tubuhku secara perlahan.
"Kalian harus dapat merasakan energi dari telapak tangan kalian itu menyebar ke seluruh tubuh kalian, terutama ke arah jantung kalian. Itu yang paling penting", lanjutnya.
__ADS_1
Energi tersebut sudah memasuki tubuhku.
Aku merasakan energi itu menjalar ke seluruh organ tubuhku, dengan jantungku yang menyerap energi terbanyak.
Anehnya, bukan perasaan panas yang kurasakan ditubuhku.
Ini terasa dingin!
Energi panas yang kurasakan pada telapak tanganku tadi terasa dingin saat memasuki dan menjalar di dalam tubuhku.
Perlahan aku juga dapat merasakan perubahan yang terjadi di sekitarku.
Udara menjadi lebih dingin juga, angin berhembus lebih besar, dan gemuruh petir dapat mulai terdengar.
"Jika energi tersebut sudah berada di dalam tubuh kalian, coba kalian keluarkan kembali energi itu ke telapak tangan kalian. Lakukan dengan cepat!".
Kami dapat mendengar suara pak Goethe juga suara petir menyambar yang semakin besar.
DUAAAAAR!!~
Saat aku sudah berhasil mengumpulkan energi tersebut kembali ke telapak tanganku, aku mendengar suara petir yang sangat besar!
Seperti berada tepat diatas kami!
Bersamaan dengar suara besar tersebut, aku dapat merasakan telapak tanganku seperti tersetrum!
Ada sesuatu yang muncul?
Ada benda yang muncul!
Dari bentuknya yang kurasakan, ini berbentuk seperti sebuah bolpoin!
Jantungku berdegub dengan cepat dan napasku terengah-engah.
...
__ADS_1