Telepati : a Blessing or a Curse

Telepati : a Blessing or a Curse
Chapter 16 - Larsson dan Lucille Wisdom


__ADS_3

...


Perlahan-lahan, semua yang kami lihat mulai memudar, dan akhirnya kami kembali ke ruangan di perpustakaan tadi.


"Gimana jalan-jalannya, seru ga?", ucap kak Anton.


"Kakek tahu, banyak yang ingin kalian tanyakan, nanti akan kakek jelas kan semuanya satu-persatu", potong kakek Tony.


"Banyak! Banyak sekali kek yang ingin kami tanyakan", kata Gio.


"Pertama-tama , tempat yang kami lihat saat awal itu tempat apa?"


"Lalu, cahaya apa dan darimana cahaya itu berasal?"


"Dan terakhir, kenapa Pharaoh itu dapat melihat kami? Bahan dapat berkata sesuatu kepada kami?".


Gio bertanya tanpa henti.


Tapi pertanyaan Gio tersebut juga sama dengan apa yang sedang aku pikirkan saat ini.


"Pada proyeksi pertama, tempat itu adalah tempat kelahiran kakek, dan cahaya kemerahan yang muncul ditempat itu adalah keadaan dimana kakek mendapatkan skill awakening kakek, proyeksi. Medan gelap tersebut akan mengeluarkan cahaya kemerahan yang mengarah ke langit"


"Tiap kakek memakai skill proyeksi, kejadian itu akan selalu muncul. Setiap kemampuan awakening memiliki syarat dalam pengaktifan nya masing-masing"


"Dari kejadian pertama dapat disimpulkan bahwa kejadian yabg kedua adalah kejadian dimana sang Pharaoh mendapatkan skill awakening miliknya"

__ADS_1


"Kenapa dia dapat berbicara pada kalian? Karena itu adalah skill awakening yang Ia dapatkan".


Kakek menjawab pertanyaan kami satu-persatu dengan lengkap.


Tinggal satu saja keingintahuanku yang belum terjawab, yaitu kenapa kakek menunjukkan proyeksi tentang skill awakening sang Pharaoh kepada kami.


Lalu, kak Anton berkata, "Saat kalian sudah menjadi Blessed yang sepenuhnya dan dapat mengendalikan kemampuan kalian dengan sempurna, kalian akan mendapatkan benda kecil berwarna ini yang berasal dari potongan jiwa kalian masing-masing"


"Bentuk asli benda ini sebenarnya hanyalah sepergi logam silver silinder kecil biasa, tapi kalian dapat re-model menjadi seperti bolpoin milik kami berdua"


"Kegunaan dari benda ini adalah untuk mengalirkan sebagian energi kecil dari medan gelap kepada pemilik benda. Baik untuk awakening yang pertama kalinya maupun untuk me-recharge energi seorang Blessed supaya pengguna tetap dapat menggunakan skill awakening milik mereka".


Kata kak Anton panjang lebar.


"Kita akan bertemu dengan nya besok, sekarang kira hanya datang untuk cek lokasi saja karena besok kita akan bertemu dengan nya disini, di ruangan ini", jawab kakek Tony.


"Sekarang ayo kita pergi dan beristirahat, gue sama kakek Tony udah nyiapin hotel buat kalian. Istirahatlah yang cukup karena besok kalian akan membutuhkan banyak energi", tambah kak Anton.


Kami keluar dari ruangan di gedung perpustakaan tersebut dan menyebrang jalan untuk menuju ke hotel.


Lokasi hotel ini tidak terlalu jauh dari gedung perpustakaan tersebut, hanya selisih 2 blok saja.


Aku dan Gio pun terlelap dengan perasaan yang berdebar-debar malam itu.


Aku tidak akan menyangka bahwa hidupku akan mulai diputarbalikkan 180 derajat pada keesokan harinya.

__ADS_1


...


Pagi pun tiba, kami semua bersiap untuk checkout setelah mendapatkan sarapan.


Kami semua berjalan kembali ke gedung perpustakaan dan langsung pergi menuju ke arah ruangan yang kemarin.


Jika kemarin aku tidak merasakan ada suatu keanehan, sekarang aku baru sadar, bahwa perpustakaan ini kosong, tidak ada satu orang pun disini.


Kemarin kami datang pada malam hari.


Jad wajar saja bila tidak ada orang di gedung ini, karena kukira memang sudah tutup.


Walaupun tidak terlihat adanya kehadiran manusia lain selain kami berempat disini, tapi kondisi gedung ini sangat rapi dan terawat.


"Extractor yang akan kita temui nanti adalah kenalan kakek, bisa dibilang teman kakek juga karena kakek telah mengenalnya dari waktu kakek kecil", suara kakek Tony memecah kesunyian ruangan ini.


Tidak lama setelah itu, kami mendengar ada langkah-langkah kaki yang mendekat, suara dua langkah kaki dengan langkah kaki yang satunya terdengar lebih ringan.


"Oh Alacartè, kamu sudah sampai rupanya", sebut seseorang yang baru datang itu.


"Wisdom! Sudah lama tidak berjumpa! Kau juga, Lulu", balas kakek Tony.


Larsson Wisdom dan Lucille Wisdom, adalah pemilik langkah kaki tersebut.


...

__ADS_1


__ADS_2