Temen Tapi Menikah

Temen Tapi Menikah
Bab 34


__ADS_3

Sepasang mata membulat sempurna saat melihat adegan live dua orang yang sedang berciuman dengan penuh hasrat nya, mata siapa lagi yang membulat saat ini, selain mata Ellen yang tiba-tiba terbangun dari tidur nya.


"Wwwoooyyy nyeettttt....ada gwwwww" pekik Ellen, Cinta dan Abi langsung menghentikan ciuman yang sudah terjadi 3 kali itu, Cinta dan Abi tidak sadar ada yang memperhatikan kelakuan nya mereka saat ini, Abi langsung menoleh ke arah suara Ellen dan tertawa, dan Cinta menutup wajah nya dengan telapak tangan untuk mengurangi rasa malu nya.


"Mata gw ternoda dehhhh..." Keluh Ellen ikut tertawa bersama Abi


"Kok bisa-bisa nya loe bangun, Len." Tanya Abi dengan terus tertawa, lalu merebahkan tubuh nya sembarang di dekat Ellen.


"Bagus gw bangun, kalo kagak...Loe bakal Khilaf" Jawab Ellen lalu memukul lengan Abi.


"Cinttt...Biasa aja napa!" Protes Ellen yang masih melihat Cinta terus menutup wajah nya.


"Gw malu...." Jawab Cinta jujur dan Ellen terkekeh

__ADS_1


"Malu sama gw. Bi." Ellen berkata pada Abi, mengikuti gaya bahasa Cinta, dan Abi mengacak-acak rambut Ellen


"Gw yang salah, Len. Gw ga bisa nahan perasaan gw lagi." Ungkap Abi, Abi paham saat ini Cinta pasti memikirkan mengenai ciuman mereka yang tertangkap basah oleh Ellen.


"Santai aja kali, Cint. Loe kaya sama siapa aja deh." Protes Ellen, dan Cinta mulai berani untuk menunjukan wajah nya.


"Sorry yah Len." Cinta pun bangun sofa lalu duduk di bergabung bersama Abi dan Ellen, Cinta duduk di lantai sambil memeluk lutut nya.


"Gak tau...Mungkin kita kebawa suasana aja." Jawab Cinta datar, ditanya seperti itu oleh Ellen, Jujur Cinta belum paham dengan perasaan nya sendiri, Sementara Abi hanya tersenyum mendengar jawaban Cinta


"Ya udah sih, Len. Loe lagi norak nanya model gitu." Ucap Abi, Abi pun bangun dari rebahan nya.


"Loe tidur deh. Gw mau turun ke bawah." Pamit Abi dengan mengusap kepala Cinta, Cinta hanya bisa diam dengan terus memeluk lutut nya

__ADS_1


"Lanjutin tidur loe Len. Anggap aja yang tadi loe liat cuma mimpi." Ucap Abi pada Ellen, Abi pun berdiri lalu pergi meninggalkan kamar nya, Abi segera turun menemui Ibu nya yang masih saja sibuk, lalu duduk di bawah kaki sang ibu.


"Udah mau pagi, Bu. Ibu gak tidur?" Tanya Abi lalu memijat betis kaki ibu nya


"Ini pertama kali ibu punya acara besar, Bi. Banyak yang ibu takutin." Jawab Ibu Abi dengan tersenyum


"Apa yang bikin ibu takut?" Tanya Abi penasaran dengan jawaban Ibu nya


"Takut makanan nya kurang, takut ga bisa ngejamu besan, takut gak bisa ngejamu keluarga dan tamu-tamu yang sudah di undang, takut nanti ini, takut nanti itu." Jawab Ibu Abi dengan panjang lebar tanpa jeda sedikit pun, Abi hanya bisa terus memijat kaki ibu nya, mendengarkan semua yang di khawatirkan oleh ibu nya itu.


"Nanti kalo Abi nikah, Ibu gak usah repot-repot seperti sekarang yah." Ucap Abi yang ikut prihatin dengan segala keluhan ibu nya.


"Ibu gak repot Bi. Gak ada orang tua yang merasa direpotkan oleh anak-anak nya, cuma ibu itu kan gak ada pengalaman, jadi ibu takut sendiri." Jawab Ibu Abi dengan lembut

__ADS_1


__ADS_2