Temen Tapi Menikah

Temen Tapi Menikah
Bab 38


__ADS_3

Della tengah bersiap menunggu kekasih nya Dion, saat suara bell berbunyi Della dengan berlari kecil membuka pintu rumah, sedikit kecewa di hati nya, karna yang datang adalah Teddy.


"Pagi Dell." Sapa Teddy dengan mengangkat tangan nya


"Hei Tedd..." Della membalas sapaan dari Teddy


"Cinta udah bangun?" Tanya Teddy dan Della tersenyum, lalu Della berjalan menuju pintu pagar untuk lebih dekat bicara pada Teddy.


"Emang loe ga ada kabar-kabari sama Cinta?" Tanya Della lalu membuka pintu pagar besi, Teddy mengkerutkan dahi nya.


"Gak...Cinta lagi marah sama gw." Jawab Teddy jujur dan Della tersenyum di satu sudut bibir nya.


"Cinta udah jalan ke Bandung, kemaren malem bareng Ellen dan Abi." Della memberikan informasi yang valid untuk Teddy

__ADS_1


"Kok gitu...Kenapa gak bilang gw?" Tanya Teddy dengan kesal, suara kesal nya begitu terasa, Teddy bahkan lupa dengan siapa dia bicara saat ini.


"Mana gw tau...Emang gw yang mahluk nya." Jawab Della dengan asal, dia tidak peduli dengan jawaban nya yang terkesan tidak baik, toh Teddy juga bicara seenak nya, pikir Della saat ini.


Baru saja Della berkata itu, satu mobil berhenti di dekat rumah, senyum Della pun mengembang, Dion sudah tersenyum pada nya, walau pun posisi Dion masih berada di dalam mobil, tanpa pikir panjang, Della langsung mendekati mobil yang terparkir, meninggalkan Teddy yang sedang kesal karna ulah Cinta.


"Cantik banget." Puji Dion membuka pembicaraan dengan Della


"Emang nasib." Jawab Della membuat Dion tertawa, Tawa itu seperti mengejek Teddy yang sedang kesal, dan Teddy sudah seperti obat nyamuk bakar yang keberadaan nya berada di sudut ruangan, ada tapi tidak diperhatikan.


"Tapi tunggu yang lain yah, biar kita konvoi" Usul Della kemudian, Dion hanya mengusap tangan kekasih nya, apapun yanh di minta oleh Della pasti akan diri nya lakukan.


"Tedd..." Akhirnya Dion memanggil nama nya, Teddy hanya tersenyum

__ADS_1


"Jalan bareng yah." Ajak Dion berbasa-basi. Teddy pun langsung mendekat ke arah mobil Dion


"Gak deh." Jawab Teddy, Dion langsung berpikir sebegitu sombong nya Teddy, bahkan untuk mengajak nya berteman pun Teddy terlalu kaku.


"Cinta nya udah jalan duluan, Sayang. Teddy nya gak di kabarin" Della menjawab untuk Dion, tapi terdengar mengejek Teddy saat ini.


"Waduh gawat...Bahaya itu." Kali ini Dion ikut berkomentar mengejek Teddy secara tidak langsung, Teddy tersenyum kecut.


"Gw cabut." Pamit Teddy, Teddy bahkan tidak ingin berkata-kata lagi, hati nya kesal sekali.


Didalam mobil Teddy memikirkan kata-kata Dion tadi. " Bahaya " dan itu semakin membuat nya kesal.


Teddy mempertimbangkan jalan yang akan di tempuh nya saat ini, kembali ke Apartement menemui wanita yang ditinggalkannya atau menemui Cinta di Bandung.

__ADS_1


Dengan mempertimbangkan segala hal akhir nya mobil itu Teddy kemudikan ke arah Bogor, Teddy akan menemui Cinta dan itu harus. Cinta harus menjelaskan banyak hal pada nya, dan Teddy akan menuntut hak nya itu.


Jalanan menuju Bogor saja sudah padat, Teddy mengumpat dan berkali-kali memukul klakson mobil nya dengan kesal, memaki mobil-mobil yang membuat nya harus ikut memperlambat laju mobil nya.


__ADS_2