
"Kamu tidur disini kan?" Tanya Teddy mereka sudah masuk ke unit Apartement nya Teddy, Mama nya Cinta sudah beristirahat sementara Bang Haris pergi untuk menemui teman nya yang bekerja tak jauh dari Apartement Teddy.
"Aku..?" Tanya Cinta
"Iya kamu, Sayang. Tidur disini yah." Pinta Teddy lalu meminta Cinta untuk duduk di dekat nya.
"Ada Mama Cint, aku ga mungkin macem-macem sama kamu." Teddy tertawa melihat Cinta yang sedang berpikir saat ini.
"Ishh bukan itu." Cinta memukul lengan Teddy dengan gemas.
"Lalu?" Tanya Teddy dengan merangkul bahu Cinta, Cinta pun mendekat ke arah Teddy, duduk mereka begitu dekat saat ini.
"Aku masih kerjaan malam ini, aku pasti gak akan tidur, dan mama pasti gak suka." Jawab Cinta berbohong sedikit tentang pekerjaan nya,
__ADS_1
"Kamu bisa pakai kamar ku, aku di sofa ini." Jawab Teddy dengan tangan yang Cinta rasa lepas dari pinggang nya. Cinta pun menoleh dan mengkerutkan dahi nya.
"Apa yang kamu pegang?" Tanya Cinta pada Teddy, Teddy tertawa dan menyembunyikan tangan ke balik punggung nya
"Bukan apa-apa," Teddy terus tertawa saat Cinta berusaha melihat apa yang sedang Teddy sembunyikan, Teddy terus saja menghindar dan tertawa, membuat Cinta semakin penasaran. Bahkan wajah yang begitu dekat membuat Teddy bisa mencuri ciuman singkat di bibir Cinta.
"Kaliaaaannn ini." Teriak kecil Mama Cinta membuat Cinta dan Teddy langsung merapihkan posisi nya. Cinta gugup saat Mama nya melihat apa yang dia lakukan tadi, sementara Teddy mengucap syukur dalam hari nya. "Aman" Teddy memasukan benda kecil yang sembunyikan dari tangan nya ke pinggiran sofa, membuat barang yang disembunyikan nya semakin masuk dalam lipatan sofa,
"Kalian secepat nya harus nikah deh, Mama gak mau punya cucu sebelum kalian nikah." Keluh Mama Cinta membuat Cinta tersenyum tipis, Teddy tertawa dan langsung pindah dari duduk nya mendekati Mama yang saat ini tengah berbicara Serius.
"Teddy mau Mah, Teddy setuju. Gak baik kalo Teddy berduaan sama Cinta, Teddy laki-laki normal." Jawab Teddy dan Mama Cinta pun tertawa, Mama suka pada sikap Teddy yang terus terang seperti ini, toh keluarga mereka sudah saling kenal baik jadi tidak ada masalah bila mereka menikah secepatnya, apalagi mengingat Cinta dan Teddy jauh dari keluarga, pasti banyak kemungkinan yang akan terjadi, Pikir Mama Cinta singkat.
"Boleh kan Mah?" Tanya Teddy
__ADS_1
"Harus...Suruh keluarga mu datang ke rumah, Ted. kita bicarakan di rumah." Jawab Mama dengan senyum dan Cinta langsung memotong nya.
"Mah.."
"Kenapa Cint?" Tanya Teddy pada Cinta, Cinta tahu teddy kesal saat ini.
"Cinta belum siap nikah, Mah. Dan apa yang tadi Mama lihat gak seperti yang mama bayangin lah." Jawab Cinta
"Mama lihat kalian berciuman." Jawab Mama Cinta dengan yakin.
"Cuma ciuman doang mah, Kita gak pernah lebih, jadi Mama gak usah khawatir deh." Cinta pun kesal saat ini, Mama yang mendengarkan jawaban Putri nya juga ikut kesal saat ini.
"Jadi kamu mau nya berbuat lebih seperti apa Cint?" Tanya Mama Cinta dengan mata yang melotot pada Cinta, dan Cinta menyesal telah bicara seperti itu pada Mama nya, Mama nya adalah wanita daerah yang pasti berpikiran kolot dan Cinta menarik nafas nya berat.
__ADS_1