
"Beres bos Syarif... Check Mbangking." Abi menunjukan transaksi mbanking yang berhasil pada Syarif, proses jual beli sapi dengan proses yang cepat, karna kedua orang ini sudah saling percaya dan transaksi pun sudah selesai.
"Siap....Nuhun-nuhun, Bi. Tapi nunggu matahari terbit dulu yah Bi, baru sapi nya di anter ke rumah Ibu." Jawab Syarif dengan senyum mengembang, transaksi jual beli di pagi hari, di luar dugaan nya dirinya dengan nominal diatas 10 juta.
"Bonus na naon?" Tanya Abi mengajak Syarif bercanda
"Susu bade?" Syarif langsung teringat pada produk susu olahan nya, susu fresh yang sudah siap di minum
"Abi becanda kok, Rif." Jawab Abi dengan tertawa
"Gak-gak...bentar, Kalo gak di ingetin Syarif ge lupa." Jawab Syarif dan langsung meminta pekerja nya untuk mengambil stock susu di dalam rumah.
Syarif terus mengajak Abi mengobrol, dengan semangat nya Syarif bertanya tentang kehidupan di kota seperti apa.
"Abi cuma jadi staff penjualan, Rif. Jangan mau seperti Abi, Tiap hari di suruh-suruh sama Bos."
__ADS_1
"Bersyukur Rif. Syarif punya punya usaha begini." Ucap Abi menjelaskan cerita nyata susah nya bekerja di ibu kota.
"Tapi pan bangga Bi, Syarif mah apa atuh cuma nerusin usaha bapak aja." Keluh Syarif, dan Abi tersenyum.
"Sapi banyak Rif, tanah luas mau ngapain lagi, perempuan aja pasti banyak yang antri." Jawab Abi dengan tertawa
"Perempuan yang mana?"
"Padahal Syarif naksir tuh ke Si Anna, sayang seribu sayang, Syarif kalah dari si Wawan." Ucap Arif menyebut nama Anna adik nya Abi yang akan menikah hari ini.
"Jodoh itu Jorok yah, Rif. Yang jauh bisa deket, yang deket bisa jauh." Ucap Abi setelah tertawa
"Hooh bener, Abi gimana?" Tanya Syarif dan Abi hanya tersenyum, Abi malas membahas kisah cinta nya, Dan beruntunglah seorang pekerja nya Syarif datang, dia membawa banyak susu yang sudah di kemas dalam kantong plastik,
"Bawa buat Ibu, buat Abi juga, pasti enak." Syarif dengan bangga nya mempromosikan produk susu nya.
__ADS_1
"Hatur nuhun, Rif. Udah Ah...Abi pamit, dari malem Abi belum ketemu Bapak." Pamit Abi pada Syarif dan dengan cepat Abi berjalan, Susu yang di berikan oleh Syarif di bawa nya dengan gembira.
"Buat Ibu, Buat Cinta ku, dan buat Ellen yang gangguin ciuman nya gw." Tawa Abi, dan hanya 15 menit Abi sudah tiba di rumah nya kembali.
Abi langsung menemui Bapak yang sudah bangun hari ini, di cium nya punggung tangan Bapak.
"Darimana Bi?" Tanya Bapak
"Abi beli sapi di Syarif, Nanti jam 6 di anter." Jawab Abi lalu tetap berdiri di samping Bapak
" Buat Apa?" Tanya Bapak Abi dengan nada suara heran
"Buat di potong atuh, Pak. Buat di masak, buat di hidangkan hari ini." Jawab Abi dengan tersenyum.
Bapak Abi tidak berkomentar lagi setelah mendapat jawaban dari Abi. Abi pun kemudian pamit pada Bapak nya, Abi kemudian menemui Ibu, mengantar susu titipan dari Syarif, lalu mengambil 2 bungkus untuk Cinta dan Ellen yang pasti nya masih berada di kamar nya.
__ADS_1