
Sudah jam 6 pagi di kediamannya keluarga Abi, Abi pergi menemui Adik nya Anna yang akan menikah hari ini, pintu kamar pun di ketuk, Abi membuka nya pelan.
"Udah siap?" Tanya Abi pada adik nya itu, Anna tersenyum dan Abi pun duduk di tepi tempat tidur yang sudah di rias, banyak bunga dan Abi tertawa, Abi membayangkan bagaimana kamar pengantin nya nanti.
"Kamu serius Nna?" Tanya Abi pada Adik nya, Adik nya tersenyum di satu sudut bibir nya.
"Si Syarif padahal demen tuh." Info Abi lagi, Anna tertawa sekarang.
"Percuma demen Bi, kalo ga nyatain, mana Anna tahu kalo dia suka sama Anna." Jawab Anna yang biasa memanggil nama pada Kakak nya itu, umur mereka hanya terpaut 1 tahun, kecil mereka hampir bersamaan jadi memang Abi yang tidak suka di panggil dengan sebutan Aa, atau Kakak oleh Anna adik nya itu.
"Trus Si Iwan itu kerja apa sekarang, Nna?" Tanya Abi
"Ga kerja" Jawab Anna sedikit cuek, Abi menarik nafas nya berat karna membayangkan calon Adik ipar nya yang tidak bekerja.
"Tapi keluarga dia kaya, Bi. Abis nikah kita mau buka usaha." Jawab Anna cepat, Anna paham saat melihat Kakak nya menarik nafas berat itu, Abi hanya bisa tersenyum, mungkin ini jodoh adik nya, jadi Abi hanya bisa mendoakan terbaik untuk Anna.
__ADS_1
Perias pun datang lagi, siap untuk merapihkan hiasan di wajah adik nya yang akan menjadi Ratu hari ini, Abi memeluk Anna sebelum dia pergi meninggalkan kamar ini.
"Maafin Anna yah Bi, Anna nikah duluan." Ucap Anna dan Abi hanya mengusap kepala adik nya, Abi tidak pernah mempermasalahkan siapa yang akan menikah lebih dahulu, karna Jodoh sudah di tentukan oleh Sang Maha Pencipta.
"Maafin Abi juga, Nna. Abi belum bisa jadi Kakak yang baik buat 3 adik Abi." Ungkap Abi dengan suara pelan, 2 saudara kandung ini pun semakin berpelukan erat, bahkan mata merrka berdua berkaca-kaca, Perias yang melihat adegan ini pun hanya bisa diam, ikut larut dalam suasana yang dilihat nya.
" Anna nya Abi memang paling cantik." Akhirnya Abi merelai pelukan nya, Anna tertawa dan memukul dada Abi, ingin rasa nya bermanja-manja dengan Kakak nya, tapi perias sudah duduk menunggu nya.
Suara musik dengungan sudah mulai terdengar, Ibunda Abi sudah siap di rias juga oleh team perias hari ini, Abi pun sudah disiapkan satu baju Beskap keluarga berwarna coklat sama dengan keluarga besar nya yang lain.
"Abi pake dikamar aja." Jawab Abi saat ibunda nya meminta Abi memakai baju itu dan di bantu oleh para perias.
"Kan ada Cinta, Bu. Dia bisa pakein kok." Jawab Abi lagi, dan Ibu nya hanya bisa tersenyum.
Abi masuk ke dalam kamar nya lagi, sudah banyak kue-kue kecil yang di kirim ke kamar ini.
__ADS_1
"Masa gw disuruh pake beginian." Ucap Abi menunjukan Baju yang saat ini di pegang oleh nya.
"Loe kan keluarga, Bi. Pasti lah disuruh pake begituan." Jawab Ellen yang sedang merias wajah nya, Cinta tidak berkomentar, pikiran nya sudah ber travelling membayangkan wajah tanpam Abi yang menggunakan baju itu.
"Ish senyum loe mesum, Cint." Canda Abi saat melihat Cinta tersenyum tanpa mengucapkan apapun.
"ishhh enak aja, sembarangan kalo ngomong." Protes Cinta dengan Cepat.
"Yah Maaf..." Abi tertawa, lalu menarik tangan Cinta untuk berdiri.
"Pakein Cint." Pinta Abi dan Cinta mengkerutkan bibir nya.
"Minta tolong kok galak." Abi tertawa mendengar keluhan Cinta, lalu entah keberanian dari mana, Abi memeluk nya.
"Masa galak, segini imut nya." Ucap Abi dengan wajah yang begitu dekat nya, Cinta menundukan kepala nya saat mata mereka bertemu.
__ADS_1
"Gw kagak romantis yah?" Tanya Abi dan Cinta hanya bisa tertawa kecil, Cinta nyaman Abi memeluk nya seperti nya, dan Ellen hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"Basi loe berdua." Ucap Ellen begitu saja.