Temen Tapi Menikah

Temen Tapi Menikah
Bab 58


__ADS_3

"Cint...Are you ok?" Tanya Abi setelah mereka sampai di rumah kontrakan.


"Ok." Jawab Cinta dengan tidak yakin pada jawaban nya sendiri, Abi hanya tersenyum lalu merangkul bahu Cinta untuk masuk ke dalam rumah, ruangan ini sudah sepi dan redup, karna ini sudah hampir jam 2 pagi, para penghuni kontrakan ini seperti nya sudah lelap tertidur.


"Mau kopi?" Tanya Abi sambil melepaskan jaket dan menyimpan di head board sofa.


"Boleh deh." Jawab Cinta, Cinta pun berjalan masuk ke dalam kamar nya.


Abi membuatkan kopi untuk Cinta dan diri nya, Lalu masuk ke kamar Cinta setelah mendapat ijin dari pemilik nya.


"Loe kenapa?" Tanya Abi lalu memberikan satu gelas kopi untuk Cinta


"Hemmmh." Jawab Cinta, Cinta membuka jendela kamar nya lalu berdiri sambil memandang halaman kecil rumah ini.


"Cint...Loe ga mau cerita sama gw?" Tanya Abi yang ikut berdiri disamping Cinta, entah apa yang Cinta pandang saat ini pikir Abi, Abi hanya melihat Cinta sibuk dengan pikiran nya.


Cinta menatap wajah Abi intens, lalu Abi pun membalas tatapan itu tanpa rasa ragu. Tiba-tiba saja Cinta memeluk Abi dan Abi mengkerut kan dahi nya, lalu dengan cepat Abi membalas pelukan Cinta, mengusap kepala wanita yang sedang gundah dan resah.

__ADS_1


Lama Cinta memeluk tubuh Abi, hanya memeluk tanpa ingin bercerita apa pun, Abi terus mengusap punggung dan sesekali mengusap kepala Cinta.


"Ada gw Cint," Ucap Abi dalam hati nya, Abi memilih diam tidak bicara, hanya mengikuti semua yang Cinta mau, seperti memeluk nya malam ini, lama, hening dan begitu dekat.


Minggu pagi yang cerah, semua orang bangun lebih siang termasuk Cinta tentunya, Saat sinar matahari mulai masuk menyelinap masuk ke tirai-tirai jendela kamar, ada tangan yang juga masuk kedalam kaos milik milik Cinta, tangan yang akhirnya di tahan oleh tangan Cinta setelah Cinta sadar bahwa tangan ini bukan tangan nya sendiri.


"Bi."


"Tidur lagi, masih pagi." Jawab Abi dengan terus memeluk Cinta dari belakang, bahkan Kaki nya memeluk Cinta seperti guling saja.


"Gw ngantuk Cint." Keluh Abi dengan nafas yang begitu dekat dengan leher nya, membuat Cinta merasakan sesuatu yang lain di pagi ini.


"Tidur lagi Cint, semalem loe ga tidur, Gw janji ga akan lebih, cuma pegang ini doang." Abi terus saja memeluk Cinta dan menitipkan tangan nya di dada Cinta, Cinta yang lemah akhir nya hanya bisa pasrah dan menikmati pagi ini dengan satu kekonyolan sikap Abi.


Tangan yang besar itu mengusap lembut apa yang dipegang nya, Cinta sesekali menelan saliva nya, sampai akhirnya meronta dan membalikan tubuh nya ke hadapan Abi, Abi hanya tersenyum lalu memeluk nya lagi, bahkan posisi ini sangat menguntungkan Abi, dia dapat melihat wajah Cinta


"Mau loe apa?" Tanya Cinta dengan menepuk pipi Abi dengan pelan

__ADS_1


"Pagi ini cuma mau peluk loe doang, kalo loe mau lebih, Ok." Jawab Abi dengan senyum nya.


"Loe aneh." Jawab Cinta dengan tangan yang akhirnya turun dan mengusap leher Abi, Abi yang merasakan sentuhan lembut ini, hanya bisa mengigit bibir nya sendiri, karna stimulasi yang Cinta berikan mampu membangunkan gairah nya, apalagi saat kaki cinta merubah posisi nya, lemas lah Abi saat ini.


"Diem napa, Cint." Keluh Abi


"Kaki loe berat, Bi." Keluh Cinta dan tawa Abi sudah tidak bisa di tahan lagi.


"Loe parah, Cint."


"Napa sih Bi?" Tanya Cinta pura-pura bodoh, Cinta tahu ada yang tidak beres di bawah sana, "Dan ini waktu nya membalas Abi, bukan?" Ucap dalam hati nya.


Abi semakin merapatkan pelukan nya, mengusap punggung Cinta, mencium kening Cinta dengan gemas, sampai akhir nya, Abi melepaskan pelukan nya sambil tertawa, dengan cepat Abi membuka selimut.


"Loe mau kemana?" Tanya Cinta geli sekali melihat Abi yang terburu-buru masuk ke kamar mandi nya


"Puas tawa loe...Ayo nyusul." Jawab Abi sudah habis rasa malu pada Cinta. Cinta semakin tertawa membuat Abi tersenyum di satu sudut bibir nya.

__ADS_1


__ADS_2