Temen Tapi Menikah

Temen Tapi Menikah
Bab 35


__ADS_3

Setelah Abi keluar dari kamar nya, Cinta tiba-tiba tertawa sendiri.


"Kaget gw." Keluh Ellen sambil menepuk dada nya sendiri dan membuat Cinta semakin tertawa mendengar keluhan sabahat nya ini


"Gw kaya nya Cinta sama Abi deh. Len" Ucap Cinta sambil mengatur nafas nya, Ellen hanya tersenyum dan menunggu apa yang akan di ceritakan oleh Cinta selanjut nya


"Gw belom pernah ngerasain yang nama nya ciuman senikmat tadi." Ungkap Cinta dengan serius


"Masa sih Cint?" Ellen menanggapi nya dengan tersenyum


"Serius Len. Gw beberapa kali ciuman sama Teddy, tapi gw rasa biasa aja, beda rasa sama yang gw lakuin sama Abi." Jawab Cinta dengan menundukan kepala nya, Ellen mengusap pucuk kepala Cinta


"Dan loe bahagia saat ini?" Tanya Ellen


"Jujur gw bahagia, cuma gw dan Teddy gimana?" Tanya Cinta lalu menggangkat kepala nya


"Ikutin kata hati loe, lagian ini baru di mulai, loe dan Teddy baru pacaran juga, Loe ke Abi...baru mulai punya perasaan, " Jawab Ellen terdengar bijak saat Cinta mendengar nya.


"Hemmmhh Iya Len, bisa jadi karna yang tadi gw bilang...Gw kebawa suasana doang." Jawab Cinta.


"Loe Mau tidur?" Tanya Ellen pada Cinta

__ADS_1


"Loe?" Tanya balik Cinta pada Ellen, dan Ellen mengelengkan kepala nya.


"Gw mau telphone Eqi." Jawab Ellen lalu mengambil handphone nya, Cinta pun mengikuti yang Ellen kerja kan, Cinta dan Ellen sibuk dengan handphone mereka masing-masing.


*-*-*-*-


Sementara setelah merasa cukup memijit kaki ibunda tersayang, Abi pamit pada ibu nya, Abi pergi menemui adik perempuan ibu nya Abi, Abi memanggil nya Bi Lilis. Bi Lilis sedang sibuk mengatur dan mengawasi orang-orang yang sedang memasak untuk acara hari ini.


"Bi...Apa yang kurang?" Tanya Abi dengan memeluk bahu Bi Lilis, Abi ikut jongkok karna Bi Lilis sedang duduk di bangku kecil dari kayu.


"Ah semua udah cukup, Aa. Naon deui atuh, seuer iyeu ge." Jawab Bi Lilis yang memanggil Abi Aa, panggilan sayang untuk anak dari kakak nya itu.


"Naon atuh, Bi. Ibu takut kurang." Jawab Abi, Abi bahkan memijat bahu Bi Lilis, membuat Bi Lilis tertawa dengan perhatian kecil dari keponakan nya ini.


"Ya udah Atuh, Bi. Abi mau liat yang di luar dulu." Jawab Abi, lalu menyimpan kepala sebentar di bahu Bi Lilis, dan Bi Lilis pun sempat mengusap kepala Abi, lagi-lagi orang yang melihat ini merasa ikut bahagia atas keakraban mereka.


Abi pamit pada orang-orang di dapur, lalu menemui para lelaki yang duduk mengobrol, mereka baru selesai memasang janur-janur di depan jalan utama.


"Beres pasang janur nya?" Tanya Abi berbasa-basi dengan saudara laki-laki sepupu nya.


"Beres, Bi." Jawab mereka kompak

__ADS_1


"Ngopi atuh sekarang!" Ajak Abi


"Kopi udah bergelas-gelas Bi." Jawab Sepupu-sepupu nya Abi


"Berarti Rokok yang kurang." Ucap Abi yang paham arah pembicaraan, dengan cepat di keluarkan nya uang 2 lembar berwarna merah.


"Sekalian beli rokok menthol deh satu aja, ada teman Abi."


Dan dengan cepat uang itu berpindah tangan. Abi menuang kopi ke gelas yang masih kosong.


"Si Syarif masih jual sapi teu?" Tanya Abi, dan 3 orang sepupu nya langsung menjawab "Iya."


"Ooohhh kitu, kaditu yuks abis Subuh." Ajak Abi, dan jangan khawatir, mereka pasti dengan senang hati mengantar Abi ke tempat teman sekolah Abi.


Abi dan sepupu-sepupu nya terus mengobrol, Rokok sudah datang dan Abi hanya mengambil 1 bungkus Rokok pesanan nya saja.


Adzan Subuh sudah berkumandang, Abi pun segera meninggalkan orang-orang ini, Abi masuk ke dalam kamar nya, memberikan 1 bungkus rokok dan 2 kopi untuk Cinta dan Ellen.


Sholat Subuh pun selesai, Sesuai pembicaraan Abi dengan Sepupu nya, Abi memgendarai mobil nya ke tempat Syarif, Teman lama yang sudah jarang sekali bertemu, dan mereka masih sangat akrab.


"Anterin sapi ke rumah, Rif. Ayeuna nya." Pinta dan Syarif pun tertawa

__ADS_1


"Bos mah beda lah, Buru bayar heula," Canda Syarif dan Abi tertawa.


__ADS_2