Temen Tapi Menikah

Temen Tapi Menikah
Bab 66


__ADS_3

Akhir nya Cinta tiba di kampungnya, Kampung yang cukup jauh dan tentunya melelahkan.


Keluarganya sudah menunggu kedatangan anak gadis nya itu, bahkan bukan hanya keluarga intinya saja, tapi berita kedatangan Cinta disambut oleh kelurga besar dari pihak Mama dan Papa nya.


Cinta menggelengkan kepala nya, saat malam dia datang, banyak orang dirumah nya.


"Akhir nya kau datang!"


"Bagaimana dijalan?"


"Apa kau lupa jalan ke rumah ini?"


Semua ucapan dari keluarga besarnya Cinta tanggapi dengan senyum manis tanpa mengomentari sama sekali.


"Makanlah dulu, Kau pasti lapar." Perintah Kakek nya Cinta dan Cinta lagi-lagi tersenyum

__ADS_1


"Kau bahagia sekali rupanya, senyum mu bisa semanis itu." ucap Nenek dari pihak Mama nya Cinta dengan mengacak-acak rambut nya.


"Pastilah dia bahagia, dia akan segera menikah." ucap salah seorang Om nya Cinta membuat Cinta kesal tiba-tiba wajah nya langsung berubah dan Om nya pun tertawa


"Kau masih keponakan kecil ku, tapi kau sudah mau kawin, bagaimana nasib om mu ini?" Tanya Om nya Cinta, Adik dari Mama nya Cinta.


"Arggh Aku gak mau kawin lah Om. Aku masih mau kerja dan Lanjut S2 ku." Jawab Cinta dan Spontan semua orang langsung berkomentar apalagi Papa nya Cinta


"Jangan Bergurau Cint. Kau ini bicara apa?" Keluh Papa nya Cinta dengan sangat kesal


"Cinta belum siap Nikah, Pah."


"Biasanya orang mau menikah memang sering, Cint. Tapi itu bumbunya dalam berhubungan." Cuit Tantenya Cinta dan Cinta pun langsung membalasnya.


"Tante...Aku masih belum siap menikah, apalagi dengan Teddy." Jawab Cinta dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Ya Ampun Cint...Kau sadar dengan yang kau bilang tadi?"


"Bagaimana mungkin kau tidak siap menikah, kau sudah berpacaran dengan Teddy." Komentar Kakek nya Cinta


"Oppahh sayang, Cinta memang berhubungan dengan Teddy, kami sempat berpacaran, tapi minggu lalu kami sudah mengakhiri hubungan kami." Jawab Cinta dengan lembut , suasana semakin panas, semua orang saling berkomentar dan Cinta tetap harus tenang dan tidak terbawa suasana saat ini.


"Papa tidak suka sikap kamu yang kekanak-kanakan" tegas Papa Cinta


"Malah yang Cinta lakukan adalah salah satu bentuk Cinta sudah dewasa Pah." jawab Cinta


"Kau sudah pintar menjawab." jawab Papa dengan memeras tangan nya sendiri, andai Cinta anak laki-laki nya, pasti sudah diajaknya bertarung saat ini, sayang sekali cinta itu anak perempuannya, Jadi Papanya hanya bisa memeras gemas tangan nya sendiri.


"Kamu mandi lah dulu, nanti kita bicara setelah kamu santai, perjalanan jauh membuat kamu mabuk perjalanan sehingga perkataan mu melantur kesana kemari." ucap Mama Cinta dengan mengusap kepala anak bungsunya. Cinta pun menurut, Cinta masuk kedalam kamar nya, dia merebahkan badannya di tempat tidur dan pikirannya melayang.


pikiran melayang memikirkan Teddy dan Abi, memikirkan kembali kejadian waktu lalu saat laki-laki itu berbuat tidak senonoh pada nya, apakah mungkin dia bisa menikah dengan Teddy?

__ADS_1


Lalu bagaimana dengan keluarga nya, saat dijalan tadi, Bang Afri sudah menceritakan semua acara lamaran dari pihak keluarga Teddy.


Cinta tidak bisa berpikir jernih, belum lagi Abi yang memaksa ikut ke kampung halaman nya, Abi bahkan memaksa mengantar Cinta sampai bandara tadi sore, padahal cinta sudah menolak tapi Abi begitu gigih dan akhirnya Abi menemami Cinta sampai di Bandara soekarno hatta tadi sore.


__ADS_2