
Cinta dan Abi sudah sampai di Apartement nya Teddy, "Loe tunggu di sini aja deh" Pinta Cinta menepuk punggung Abi,lalu Cinta berjalan cepat menuju Lift, Abi cukup kaget saat Cinta menepuk punggung nya itu. Maklum lah Abi tadi berharap ikut ke dalam Apartement nya Teddy Bear, Jiwa laki-laki nya juga meronta ingin tahu, seperti apa kondisi Apartement laki-laki yang menjadi kekasih nya Cinta.
"Udah kaya kang ojek aja gw, untung gw sayang,Cint." Abi berkeluh sambil tertawa, Abi masih duduk di motor nya, melihat punggung Cinta yang akhir nya hilang tertutup oleh pintu Lift.
Cinta melirik jam tangan yang melingkar di tangan kanan nya, Cinta pun bergumam. " Malem banget, Pasti dah tidur deh."
Dan Lift pun terbuka kembali, tepat di lantai 12 dimana Apartement Teddy berada, Cinta berjalan sambil melirik ke kiri dan kanan lorong lantai ini, lalu menekan bell unit Apartement Teddy, menunggu hampir 3 menit lalu 2 menit lagi, dan senyum Cinta mengembang.
"Selamat Malam." Sapa Cinta pada wanita yang saat ini membuka pintu untuk nya.
"Ma-malam." Jawab Wanita itu sedikit gugup, Cinta masih berdiri di posisi nya yang sama, dan otak kanan nya sedang bekerja keras saat ini.
"Teddy nya ada?" Tanya Cinta kemudian, wanita yang berdiri di depan Cinta pun terlihat binggung untuk menjawab pertanyaan Cinta,
"Saya Cinta, Mbak siapa?" Tanya Cinta cepat, Cinta pun mengulurkan tangan nya, wanita yang Cinta pikir usia nya lebih tua dari nya pun menjabat tangan Cinta.
"Saya Lisa," Jawab nya semakin gugup apalagi ada suara pintu terbuka dari dalam, dengan cepat Lisa melepaskan tangan itu.
"Cinta...." Panggil Teddy yang juga kaget melihat Cinta tengah berdiri bersama Lisa saat ini.
"Masuk Cint, Ngapain diluar aja." Teddy berjalan cepat menghampiri Cinta dan Lisa pun bergerak ke samping tidak ingin menjadi penghalang nya Teddy dan Cinta.
Cinta mengkerutkan bibir nya, saat Teddy semakin dekat.
"Ayo masuk." Teddy sudah memegang tangan Cinta, tapi Cinta menahan posisi tubuh nya agar tetap berada di luar pintu saja.
"Handphone ku ketinggalan di mobil, mu." Ucap Cinta dan Teddy terus berusaha untuk mengajak Cinta masuk ke dalam.
__ADS_1
"Aku ga lama, aku perlu handphone dan aku belum dapat kabar dari mama." Ucap Cinta lagi, Cinta terus menahan tubuh nya agar tidak berhasil diajak masuk oleh Teddy, Teddy yang paham dengan kondisi ini akhir nya tersenyum lalu mengusap kepala Cinta.
"Ini Lisa, Cint. Pacar nya Iwan, Kamu kenal Iwan kan." Teddy mengenalkan siapa wanita yang bernama Lisa versi Teddy tentu nya.
"Iya...aku kenal Iwan, dan juga tadi sempat kenalan kok dengan Mbak Lisa." Jawab Cinta
"Aku mau ambil HandPhone, Tedd." Pinta Cinta lagi, Teddy pun tersenyum
"Tunggu, aku ambil kunci mobil dulu." Ucap Teddy lalu berjalan menuju laci kecil di dekat rak putih.
Teddy meraih tangan Cinta, lalu menggenggam nya erat untuk berjalan menuju lift,
"Jangan salah paham, Cint. Iwan lagi OTW ke sini, mereka berdua ribut." Teddy mengatakan nya dengan serius
"Aku ga mikir ini itu kok." Jawab Cinta dengan tenang nya, Toh Cinta juga mengenal Iwan, Jadi ada kemungkinan cerita Teddy ini benar, Lagi pula Cinta tidak melihat sesuatu yang aneh, Saat Cinta melihat Lisa membuka pintu untuk nya, pakaian nya baik-baik saja, dan Teddy pun keluar dari kamar nya dengan pakaian yang biasa dia gunakan, kaos rumahan dan celana pendek, tidak ada yang perlu Cinta khawatirkan, walau hati nya berkata lain saat ini.
"Kamu sama siapa?" Tanya Teddy saat mereka sudah lift, menekan tombol B1 tempat mobil Teddy terparkir.
"Kenapa?" Tanya Cinta tidak suka dengan tatapan seperti itu pada nya. Teddy menarik nafas nya kasar
"Kenapa gak tunggu besok aja Cint. Lagi mama baik-baik kok. Kenapa harus pergi malem-malem berdua sama Abi." Keluh Teddy dengan kesal nya.
"Aku butuh handphone nya." Jawab Cinta
"Tapi kan bisa pergi dengan Ellen, atau Bella, Cint. Gak harus dengan Abi." Jawab Teddy dengan terus menekan Abi, Abi dan Abi
Pintu lift pun terbuka, Teddy dan Cinta keluar dari lift, tapi ocehan Teddy belum berhenti
__ADS_1
"Abi itu suka sama kamu, masa kamu gak paham,"
"Kita mau nikah Cint. Please ga usah cari masalah deh." Teddy terus mengomel dan Cinta berjalan mengikuti langkah kaki Teddy, Otak kiri Cinta sedang di tekan saat ini dengan perkataan Teddy.
Teddy membuka pintu mobil nya, dan meminta Cinta mencari handphone nya, karna Teddy tidak mengetahui dimana Cinta meninggalkan handphone nya itu.
"Ini handphone nya." Ucap Cinta menunjukan HandPhone nya pada Teddy.
"Cint." Teddy menahan tangan Cinta saat Cinta akan keluar dari mobil dari mobil nya, mereka masih duduk di dalam mobil saat ini.
"Apa?" Tanya Cinta dengan menahan wajah Teddy yang begitu dekat dengan nya.
"Aku gak suka kamu terlalu dekat Abi." Jawab Teddy, menahan balik tangan Cinta dengan tangan nya yang sedang menghalangi wajah nya saat ini.
"Aku dan Abi cuma temenan." Jawab Cinta dan berusaha melepaskan tangan nya dari tangan Abi.
"Aku Cemburu. Kamu paham?" Teddy menekan kan kata-kata nya, Cinta pun tertawa dan menjawab
"Kamu cemburu pada orang yang tepat, Tedd. Abi memang suka sama aku, aku tahu itu. Dan aku juga cemburu ada wanita lain di kamar mu, ini malam hari. Bisa saja terjadi sesuatu diantara kalian berdua." Jawab Cinta mengeluarkan semua keluhan dan pikiran nya buruk nya pada Teddy.
"Aku cuma Cinta sama kamu." Jawab Teddy tanpa memperdulikan ocehan Cinta, Teddy begitu saja mencium bibir Cinta membuat Cinta kesal bukan main saat ini.
"Aku gak suka cara kamu." Maki Cinta dengan memukuli wajah Teddy, Cinta langsung keluar dari mobil dan berlari menuju motor Abi, Abi yang sudah siap dengan motor nya bahkan mendekat saat melihat Cinta yang sedang berlari itu.
Cinta dengan cepat naik ke motor Abi, sementara Teddy mendengus kesal, keluar dari mobil nya dan menendang ban mobil nya sendiri, Gemas sekali Teddy melihat Cinta melarikan diri seperti itu, padahal penjelasan yang diberikan nya belum cukup menurut Teddy.
"Loe kenapa?" Tanya Abi setelah motor keluar dari Apartement Teddy, Abi tadi memberikan waktu pada Cinta untuk mengatur nafas nya, karna saat dada itu menempel pada punggung Abi, terasa berdetak lebih kencang.
__ADS_1
Cinta pun hanya diam, Cinta semakin memeluk Abi yang sedang membonceng nya saat ini. Abi mengusap tangan Cinta yang memeluk perut nya saat ini.
Abi mengendarai motor nya lebih pelan, memberikan waktu untuk Cinta di posisi nyaman nya saat ini, satu tangan Abi memegang tangan Cinta dengan erat. "Loe kenapa, Cint?" Tanya Abi dalam hati nya.