Temen Tapi Menikah

Temen Tapi Menikah
Bab 59


__ADS_3

Abi menyelesaikan hasrat nya sendiri, berbekal pengalaman dan jam terbang yang sudah tinggi, tidak sulit untuk nya menyelesaikan pekerjaan basah dan tercela nya ini, apalagi sayup-sayup terdengar suara Cinta yang masih terus tertawa dan sesekali memanggil nama nya, membuat halusinasi nya bisa cepat bekerja sama dengan gerak tangan nya.


Abi pun menarik nafas nya berat saat calon-calon sarjana dan dokter yang seharus nya tumbuh itu hanyut terbawa air.


"Next bakal ada Abi jonior yang lahir lah dari perut nya si Cinta" Abi menyemangati diri nya sendiri sambil terkekeh, lalu merapihkan pakaian nya dan keluar dari kamar mandi, Abi langsung di sambut Cinta yang masih terus tertawa menertawakan dirinya.


"Puas loe Cint?" Tanya Abi lalu merebahkan kepala nya di paha Cinta, dan Cinta pun langsung menjewer kuping nya.


"Puas kenapa gw?" Tanya Cinta tidak merasa bersalah sama sekali pada nya.


" Tau ahhhhh...." keluh Abi dengan bibir yang mengkerut seperti anak kecil, Cinta tidak menanggapi nya,

__ADS_1


"Eh Cint...Kawin yuks. Dosa tau begini." Ucap Abi setelah Cinta tidak menanggapi nya, Cinta hanya sibuk dengan mengatur nafas nya saat ini karna Abi mencuri kesempatan untuk mencium perut Cinta berkali-kali.


"Otak loe kawin mlulu." Cinta memgomel dan semakin keras menjewer kuping nya.


"Loe...Gw bilangin emak gw yah, 2 x loe jewer kuping gw." Protes Abi dan Cinta pun tertawa sambil mengelus kepala laki-laki yang mengajak nya "kawin mlulu" ini.


"Loe serius gak sih?" Tanya Cinta, Cinta terus mengusap kepala Abi dengan tangan kanan nya, sementara itu Abi lamgsung mengambil satu tangan Cinta yang lain untuk di simpan di dada nya.


"Konyol." Protes Cinta di akhir tawanya.


"Loe yang gak bisa gw romantisin, Gw tuh ungkapkan isi hati dan jantung gw." Balas Abi dengan gemas nya, sulit sekali membuat wanita ini percaya pada diri nya, padahal bila Abi melakukan nya pada wanita lain, bisa dibilang wanita itu secara spontan langsung memeluk Abi dan siap membuka pakaian nya sendiri.

__ADS_1


"Serius Cint. Kalo loe mau kawin sama gw, gw dateng ke kampung loe, bawa sapi lah gw 3 ekor." Cinta pun tertawa lagi, bagi Cinta semua yang Abi katakan hanya candaan saja, walau ada nada serius, tapi sulit membedakan mana yang serius mana yang tidak, jadi dari pada kecewa Cinta akan mengganggap nya ini semua hanya gurauan saja.


"Di kampung loe adat nya sapi? kerbau atau kambing sih?" Tanya Abi serius, tapi masih saja terdengar bagai sebuah gurauan untuk Cinta.


"B@bbi Bi." Jawab Cinta asal dan kini Abi yang tertawa terbahak-bahak.


"Loe beneran gak bisa gw seriusin" Keluh Abi dan Cinta pun akhirnya tertawa dengan terus mengusap kepala Abi.


-*-*-*-*--**-*-*-**


Di lain tempat pagi ini, Teddy sudah menghubungi orang tua nya, Teddy meminta orang tua nya itu untuk segera datang ke rumah keluarga Cinta, Teddy tidak ingin menunggu minggu depan seperti yang di minta oleh Mama nya Cinta, karna satu minggu itu terlalu lama untuk nya.

__ADS_1


Untung nya keluarga Teddy setuju dan mendukung permintaan anak nya ini. Mama nya Teddy berjanji akan datang ke rumah keluarga Cinta jam 10 pagi ini.


__ADS_2